Rabu, 20 November 2013

Sebelum Siapkan Uang Pesta Nikah, Dana Ini Wajib Anda Punya Lebih Dulu

Pasangan yang telah berencana menikah tentu sudah memikirkan biaya untuk akad serta resepsi. Tidak hanya itu saja, ada pula biaya jika menjalani pernikahan sesuai adat entah pemotongan hewan, membeli nama marga, atau lainnya. Di luar acara pernikahan, sebenarnya ada dana penting yang perlu disiapkan. Apa saja?

Financial Planner Indonesia, Lisa Soemarto, mengatakan bahwa dana pendidikan dan pensiun penting disiapkan sejak dini sebelum merencanakan menikah. Dana tersebut bukan membebani salah satu pihak tapi tanggung jawab diri masing-masing.

"Dana pendidikan anak dan pensiun itu idealnya disiapkan pas kita masih sendiri, jangan tergantung pasangan. Saat kita sendiri dan sudah kerja, saat itulah kita sudah bisa menyiapkannya, kalau memang sudah mampu ya," tutur Lisa saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

Penting! 3 Hal yang Harus Disepakati Pasangan Saat Siapkan Biaya Nikah

Ketika memutuskan untuk menikah, hal yang paling penting selain mental adalah dana. Saat menyiapkan dana ini, ada beberapa hal yang perlu Anda sepakati dengan pasangan.

Kesepakatan atau pembicaraan dari hati ke hati perlu dilakukan agar ke depannya tidak ada masalah yang timbul di antara pasangan gara-gara dana pernikahan. "Kalau sudah ada kesepakatan akan lebih mudah buat kita untuk langkah selanjutnya menentukan detail-detail tertentu," ujar Anna Surti Ariani, Psi. Lantas apa saja hal-hal yang harus disepakati itu? Berikut ini daftarnya:

1.Sumber Dana Pernikahan
Masalah siapa yang akan mengeluarkan uang untuk pernikahan atau sumber dana, sebaiknya berada di urutan pertama pembicaraan Anda dan kekasih saat membuat kesepakatan. Jika pernikahan digelar mengikuti adat pihak wanita, tak ada salahnya untuk bertanya apakah soal dana jadi tanggungjawab sepenuhnya pihak Anda atau ada tambahan uang dari pihak kekasih. Pembicaraan mengenai sumber dana ini harus dilakukan dengan jelas, jangan sampai belakangan tiba-tiba muncul tambahan permintaan yang membuat biaya membengkak.

"Apakah betul-betul dari pihak wanita saja, atau berapa persen pihak pria menanggung, atau misalnya, oke pihak wanita saja, tapi ketika pihak pria minta ini-itu, berarti biaya tersebut dari pihak mereka," ucap Anna Surti Ariani, Psi atau akrab disapa Nina.

Saat membicarakan sumber dana ini, pembicaraan tentunya tak hanya melibatkan Anda dan pasangan. Hal itu karena umumnya orangtua memiliki peran dalam pembiayaan pernikahan. Apakah biaya tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab orangtua? Di sinilah diskusi menjadi penting.

"Kembali ke kesepakatan. Misalnya dana akad pasangan yang menanggung, sementara orangtua tolong biayai resepsi. Atau kalau ada ngunduh mantu, itu semuanya jadi tanggungjawab pihak pria," jelas Nina.

Sementara itu menurut penasihat keuangan dan investasi Lisa Soemarto, di zaman sekarang ini, sudah bukan kewajiban lagi untuk orangtua menyiapkan dana pernikahan anaknya. "Contohnya orangtua sudah pensiun, mungkin uang mereka untuk menjalani pensiun saja nggak cukup dan anak-anaknya sudah kerja, sudah bagus kerjanya, nggak fair juga kan kalau terlalu mengharapkan orangtua. Jadi kalau memang anak sudah memiliki kemampuan, sebaiknya menyiapkan dana sendiri," urai wanita yang menjabat sebagai Senior Partner and Advicer di Akbar's Financial Clinic itu saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2013)

Hindari Bertengkar dengan Kekasih Gara-gara Dana Pernikahan, Ini Tipsnya

Dana pernikahan umumnya dibicarakan antar dua keluarga besar. Akan tetapi, tidak semua pihak memiliki kesepakatan yang sama saat menentukan rincian biaya menikah. Ketidaksepakatan tersebut bisa menimbulkan pertengkaran antara Anda dan pasangan.

Untuk itu, ada cara tepat membicarakan biaya pernikahan seperti yang diungkapkan oleh Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi.M.Si. Psikolog yang akrab disapa Nina itu menjelaskan, menentukan dana pernikahan perlu mencapai kesepakatan antara keluarga inti masing-masing. Jika salah satu pihak memiliki keberatan dalam proses kesepakatan bersama, Nina menyarankan sebaiknya Anda serta pasangan menjadi 'jembatan' antar kedua keluarga besar.

"Misalnya si pihak laki-laki ada yang nggak setuju dengan rencana pihak perempuan, nah itu caranya terkadang nggak bisa diomongin secara langsung. Jadi si laki-laki ini menyampaikan ke perempuan, nah perempuannya yang menyampaikan ke keluarganya. Itu jauh lebih halus daripada langsung dibicarakan antar dua keluarga," ujar Nina kepada Wolipop di Gedung Graha CIMB Niaga, kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2013).

Selain menjadi 'jembatan' antara dua keluarga, Anda dan pasangan juga harus bersikap asertif saat mengemukakan pendapat yang berbeda. Sikap asertif berarti mengemukakan semua pikiran Anda secara terbuka tanpa menyakiti orang lain. Cara yang asertif adalah dengan menunjukkan contoh fakta mengenai pemikiran Anda, entah berupa angka atau fakta lainnya.

Sabtu, 09 November 2013

Biaya untuk Menikah Kurang, Bolehkah Berhutang?

Hampir semua pasangan ingin menggelar resepsi pernikahan secara maksimal karena merasa menikah itu seumur hidup sekali. Banyak dari mereka yang akhirnya berlebihan budget sehingga harus berhutang demi pesta pernikahan. Tidak sedikit hutang dari resepsi itu sendiri yang mungkin memakan waktu hingga bertahun-tahun untuk melunasinya. Sebenarnya, bolehkah berhutang untuk menikah? Ini kata perencana keuangan ternama Indonesia, Lisa Soemarto.

"Kalau saya nggak menyarankan, karena yang namanya menikah bukan pesta pernikahan saja, nanti mungkin mau honeymoon, mungkin nanti mau menyiapkan rumah entah direnovasi atau beli barang baru, merencanakan punya anak, biaya melahirkan, pendidikan, jadi masih banyak biaya-biaya lain," tutur Lisa saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu juga mengatakan, bila saat menikah sudah berhutang tentu setelahnya akan sibuk melunasinya. Hal ini bisa mempengaruhi keuangan Anda dan pasangan saat ingin menyiapkan kebutuhan lain seperti pendidikan anak, liburan, atau pensiun.

Oleh karena itu, sebaiknya buat dana pernikahan sejak dini dibandingkan harus meminjam uang ketika menikah sehingga harus menyicil setelahnya. Meskipun Anda dan pasangan merencanakan pernikahan mendadak dan tidak sempat mengumpulkan dana, Lisa menyarankan agar tidak perlu memaksakan diri. Hindari berhutang dan gelar acara sesuai budget saat ini.

Biaya Pernikahan Kewajiban Orangtua, Ahh Itu Dulu

Banyak pasangan yang merasa memiliki cukup uang untuk membiayai pernikahan mereka sendiri. Meskipun demikian, orangtua tentu ingin terlibat dalam membiayai pernikahan anaknya. Sebenarnya tanggungan siapakah biaya pernikahan ini?

"Orangtua pasti ingin (membiayainya). Kalau muslim, ada suatu kewajiban menikahkan anak dan menyiapkan dana menikah," tutur Perencana Keuangan Lisa Soemarto saat berbincang dengan Wolipop di di Pacific Place, kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

Akan tetapi, Anda perlu melihat bagaimana keuangan orangtua saat ini. Misalnya saja orangtua sudah pensiun dan dana yang mereka miliki tidak cukup bila seluruhnya dipakai untuk biaya pernikahan. Belum ditambah adik masih butuh biaya kuliah, sementara Anda serta pasangan sudah memiliki pekerjaan dengan penghasilan besar.

Jika kondisi keluarga tidak memungkinkan, hindari memaksakan mereka agar tetap mewujudkan impian pernikahan Anda. "Nggak fair juga kan kalau terlalu mengharapkan orangtua. Jadi kalau memang anak sudah memiliki kemampuan uang sendiri, sebaiknya menyiapkan dana sendiri," tambah Senior Partner dan Advisor di Akbar's Financial Check-up itu.

Mau Kumpulkan Biaya untuk Nikah, Jangan Menabung. Ini Alasannya!

Pernikahan bukan soal cinta atau prinsip semata, tapi juga biaya-biaya. Sebagian pasangan yang sudah siap menikah menyiapkan dana pesta pernikahannya dengan menabung sejak jauh hari, namun Financial Planner Indonesia, Lisa Soemarto, sama sekali tidak menyarankan menabung untuk biaya menikah. Menurutnya, menabung tidak bisa menghasilkan apa pun jika dilakukan dalam waktu jangka panjang. Mengapa demikian?

Lisa menjelaskan, saat Anda mulai mengumpulkan dana pernikahan sejak tahun ini tapi berencana naik ke pelaminan tiga tahun mendatang tentu harganya akan jauh berbeda. Misalnya saja target menggelar pesta pernikahan Rp 50 juta. Biaya pernikahan Rp 50 juta sekarang dengan tiga tahun mendatang tentu akan berbeda karena adanya inflasi.

"Yang jelas masuknya bukan tabungan dalam perencanaan keuangan karena kalau cuma satu tahun nggak akan cukup. Kita harus memperhitungkan gedung dan makanan sudah naik berapa kali lipat karena ada inflasi, jadi kita sudah capek-capek ngumpulin uang, tiga tahun kemudian nggak sampai karena harganya sudah Rp 150 juta mungkin. Akhirnya kita cuma punya uang Rp 50 juta itu kalau tabungan karena tabungan tidak menghasilkan apa-apa," jelas Lisa saat diwawancarai Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

Salah satu pemilik kafe Steakology ini pun memberikan solusi, sebaiknya mengalokasikan dana menikah ke investasi daripada menabung. Produk investasinya juga tergantung jangka waktu akan digunakannya dana tersebut. Jika Anda sudah berencana menikah kurang dari tiga tahun lagi, pilih emas sebagai investasi. Emas memiliki risiko yang lebih rendah daripada produk investasi lainnya.

Senin, 23 September 2013

Hal-hal Penting yang Perlu Didiskusikan dengan Pasangan Sebelum Menikah

Apa Anda sudah berencana menikah dalam waktu dekat? Sebelum melangkah ke pernikahan ada beberapa topik yang penting didiskusikan dengan pasangan sebelum menikah. Perihal tersebut tentu akan mempengaruhi pernikahan Anda kedepannya. Oleh karena itu, cari waktu yang tenang berdua pasangan untuk mendiskusikan hal tersebut. Berikut uraiannya yang dirangkum dari iDiva.

1. Uang
Anda perlu membahas mengenai pengaturan keuangan rumah tangga kalian. Jika sama-sama bekerja maka atur persentase pembagian keuangan dari penghasilan. Tentukan juga apa akan membuat rekening bersama atau tidak. Ini penting diatur sejak dini untuk memudahkan langkah Anda kedepannya.

2. Anak
Anda dan pasangan perlu mendiskusikan mengenai anak sebelum menikah. Berapa keturunan yang Anda dan pasangan harapkan? Pikirkan pula pembagian tugas dalam mengasuh anak. Ini penting didiskusikan sebelum menikah supaya tidak menjadi pertengkaran lagi di kemudian hari.

3. Kesamaan harapan
Bagaimana mengenai harapan Anda dan pasangan? Apa sudah satu prinsip yang sama? Anda perlu mengutarakan semua harapan yang diinginkan kepada pasangan, mengenai apa pun. Begitu juga sebaliknya. Hal ini perlu dibicarakan supaya tidak banyak cekcok lagi setelah menikah.

Minggu, 22 September 2013

5 Cara Agar Diterima Keluarga Calon Suami

Menjadi bagian dari suatu keluarga baru adalah tantangan bagi pasangan yang ingin menikah. Apalagi ketika Anda diharuskan kumpul bersama keluarga besar si calon suami, rasa gugup dan panik mungkin saja datang. Agar keluarga si tunangan menerima kehadiran Anda sebagai anggota baru keluarga, 5 tips yang dilansir dari She Knows berikut bisa Anda terapkan.

1. Pendekatan Satu Demi Satu
Ini adalah langkah awal untuk memberikan impresi yang baik terhadap keluarga calon suami. Anda harus melakukan pendekatan ini satu per satu dimulai dari keluarga inti. Pertama ibunya, kemudian ayah, adik dan kakak, selanjutnya keluarga besar suami. Anda bisa mulai membantu si calon ibu mertua memasak, atau merapikan meja setelah makan bersama. Pendekatan seperti ini akan menunjukkan bahwa Anda ingin membuat kesan yang baik pada keluarganya.

2. Tawarkan Pertolongan
Sekecil apapun bantuan yang Anda berikan ketika di rumah keluarga pasangan, akan membuat Anda makin dihargai. Walaupun ibunya mengatakan tidak butuh bantuan, namun ia akan menghargai karena Anda telah berniat membantunya. Bantuan seperti membersihkan meja, memperbaiki mainan keponakan kecilnya, atau membawakan camilan untuk disantap bersama, akan membuat kesan bahwa Anda adalah pribadi yang peduli dengan keluarga pasangan.

Tanda-tanda Si Dia Tak Mau Menikahi Anda

Ada banyak pasangan yang sudah menjalin hubungan asmara selama bertahun-tahun. Tapi ketika membicarakan soal pernikahan dan komitmen, tak sedikit pria yang menghindarinya. Apakah hal ini juga terjadi pada Anda? Jika ya, hati-hatilah. Kemungkinan besar si dia memang belum siap untuk berhubungan dengan Anda ke jenjang yang lebih serius. Dikutip dari Mag for Women, berikut ini tanda-tanda bahwa kekasih tak mau menikahi Anda.

1. Menghindar
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bila Anda bertanya soal pernikahan pada pasangan, namun si dia malah menghindar, ini patut Anda waspadai. Bisa jadi selama ini kekasih memang hanya ingin main-main saja dengan Anda, tanpa mau menjadikan Anda istrinya.

Namun daripada terus-menerus berpikiran negatif, tanyakan saja langsung padanya apa alasan si dia selalu menghindar bila Anda berbicara soal komitmen dan pernikahan. Apabila alasannya masuk akal, Anda bisa mempertimbangkan kelanjutan hubungan asmara dengannya. Tapi jika tidak, sebaiknya tinggalkan saja.

2. Menentang pembicaraan tentang anak
Tak sedikit pria yang senang dengan anak-anak. Tapi jika si dia malah marah dan menentang pembicaraan Anda soal ingin memiliki anak, sudah dipastikan bahwa si dia tak mau buru-buru menikahi Anda, apalagi punya anak.

Teknologi 3D Ini Bisa Buat Pasangan Tak Salah Pilih Cincin Pernikahan

Ketika memesan cincin pernikahan, pasangan kerap mendapat kekecewaan setelah melihat hasilnya. Survei yang pernah dilakukan Purely Diamonds mengungkapkan, 82% pasangan merasa tidak mendapatkan cincin sesuai impian mereka. 65% pengantin baru di Inggris ingin pasangan mereka memilih cincin pernikahan yang lebih bagus.

Apakah Anda mendapatkan kesulitan yang sama? Kini ada teknologi 3D terbaru yang bisa membuat pasangan mendapatkan cincin sesuai impian mereka. Teknologi ini membuat cincin tersebut seperti nyata.

Manu Bhardwaj, seorang insinyur teknik, yang mencoba teknologi 3D tersebut. Dia memiliki sebuah toko perhiasan bernama Hot Pink. Di toko ini, pasangan bisa mendesain cincin pernikahan mereka mulai dari sketsa menggunakan teknologi 3D terbaru.

Ketika memesan cincin di Hot Pink, pasangan bisa terlibat langsung dengan ahli perhiasan untuk memilih mulai potongan cincin, warna, bebatuan dan bentuknya. Menggunakan sebuah software, cincin itu kemudian dibuat menjadi nyata dengan teknologi 3D. Teknologi ini memungkinkan pasangan melihat dan menyentuh bagaimana bentuk cincin rancangan mereka ketikda sudah jadi.

Kamis, 02 Mei 2013

Cara Sederhana Temukan Pria Baik

Berbagi cinta dan hidup dengan seorang pria baik menjadi impian wanita. Biasanya wanita tidak hanya menggunakan pola pikir lembut tapi juga menggunakan kebijaksanaan dan prasangka baik untuk memilih pria sempurna dalam hidupnya. 

Berikut beberapa pertanyaan sederhana untuk membantu menemukan pria terbaik seperti dilansir laman Boldsky

1. Apakah dia menarik?

Menjadi menarik tidak berarti dia harus trendi dan seksi. Memiliki karakter yang berani, percaya diri, dan ceria merupakan sikap yang harus Anda cari dalam diri seorang pria. Pria yang positif dan percaya diri, merupakan salah satu ciri pria baik.

2. Apakah dia ramah?

Hanya orang-orang berpikiran terbuka yang dapat memiliki banyak teman. Menjadi ramah dan periang adalah hal terbaik yang membuat pria mampu berada di tengah orang banyak. Seorang pria yang ramah dapat menawarkan persahabatan kepada Anda seumur hidup. Dia akan menjadi pasangan sempurna yang dapat membagi semua hal pada pasangannya.  

Senin, 29 April 2013

KIAT-KIAT MEMPERERAT CINTA SUAMI ISTRI

Ada kejadian, seorang laki-laki sebelum menikah menginginkan istri yang cantik parasnya dan beberapa kriteria lainnya. Tetapi pada saat pernikahan, dia mendapatkan istrinya sangat jauh dari kriteria yang ia tetapkan. Subhanallah! Inilah jodoh, walaupun sudah berusaha keras, tetapi jika Allah menghendaki lain, semua akan terjadi. Pada awalnya ia terkejut karena istrinya ternyata kurang cantik, padahal sebelumnya sudah nazhar (melihat) calon istrinya tersebut. Sampai ayah dari pihak suami menganjurkan anaknya untuk menceraikan istrinya tersebut. Tetapi kemudian ia bersabar. Dan ternyata ia mendapati istrinya tersebut sebagai wanita yang shalihah, rajin shalat, taat kepada orang tuanya, taat kepada suaminya, selalu menyenangkan suami, juga rajin shalat malam.

Pada akhirnya, setelah sekian lama bergaul, sang suami ini merasa benar-benar puas dengan istrinya. Bahkan ia berpikir, lama-kelamaan istrinya bertambah cantik, dan ia sangat mencintai serta menyayanginya. Karena kesabaranlah Allah menumbuhkan cinta dan ketentraman. Ternyata faktor fisik tidaklah begitu pokok dalam menentukan kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga, walaupun bisa juga ikut berperan menentukan.

Berikut ini kami bawakan kiat-kiat praktis sebagai ikhtiar merekatkan cinta kasih antara suami istri, sehingga keharmonisan bisa tercipta.

Pertama. Saling memberi hadiah

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah bersabda:

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling cinta mencintai.” (HR. Bukhari dlm Adabul Mufrad, dihasankan oleh Syaikh al Albani)

Memberi hadiah merupakan salah satu bentuk perhatian seorang suami kepada istrinya, atau istri kepada suaminya. Terlebih bagi istri, hadiah dari suami mempunyai nilai yang sangat mengesankan. Hadiah tidak harus mahal, tetapi sebagai simbol perhatian suami kepada istri.

Seorang suami yang ketika pulang membawa sekedar oleh-oleh kesukaan istrinya, tentu akan membuat sang istri senang dan merasa mendapat perhatian. Dan seorang suami, semestinya lebih mengerti apa yang lebih disenangi oleh istrinya. Oleh karena itu, para suami hendaklah menunjukkan perhatian kepada istri, diungkapkan dengan memberi hadiah meski sederhana.

Minggu, 28 April 2013

Menikah dengan Dana Terbatas? Bisa Kok, Ini Tipsnya!

Menggelar pernikahan sesuai impian tentu menjadi keinginan banyak pasangan. Tapi bagaimana kalau ternyata pernikahan impian tersebut tak bisa terwujud karena keterbatasan dana?

Masalah dana atau biaya memang sering menjadi hal yang membuat calon pengantin pusing. Perhitungan untuk mengadakan pernikahan itu terkadang bisa di luar batas biaya yang dimiliki. Bagi Anda yang ingin menikah tapi memiliki budget terbatas, berikut enam cara yang bisa dilakukan untuk menghemat, seperti dikutip dari She Knows:

1. Hitung ulang jumlah undangan
Membuat daftar undangan dapat menghemat beberapa hal, yaitu jumlah cetakan undangan, jumlah porsi makanan, serta jumlah souvenir. Pastikan orang-orang yang diundang benar-benar memang mengenal Anda dengan baik. Dalam menghintung undangan ini harus realistis. Jangan membuang-buang biaya dengan mengundang orang-orang yang tak memiliki hubungan yang dekat dengan Anda maupun pasangan.

2. Prosesi pernikahan
Jika memang budget yang Anda dan pasangan sangat ketat, maka tak perlu membuat prosesi pernikahan yang panjang, misalnya memakai adat dan sebagainya. Lebih baik padatkan jadwal pernikahan menjadi satu hari, misalnya bagi Anda yang muslim, gabungkan prosesi akad nikah dan resepsi menjadi satu. Begitu pula bagi yang nasrani, acara pemberkatan serta pesta resepsi juga bisa dijadikan satu hari. Selain menghemat biaya dalam hal prosesinya, budget untuk dokumentasi pun menjadi berkurang. Anda, pasangan serta keluarga besar tak perlu mengeluarkan tenaga yang terlalu besar untuk menjalankan prosesi pernikahan yang panjang.

Senin, 22 April 2013

Hai Calon Pengantin, Jangan Lupa Cek Kesehatan Meski Sibuk Siapkan Pesta

Pernikahan adalah sebuah langkah untuk menuju fase kehidupan yang baru, tidak hanya bagi laki-laki, tetapi juga bagi perempuan. Sangat penting bagi perempuan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.

"Seorang gadis yang akan menikah harus mengetahui secara pasti kondisi kesehatan tubuhnya. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga kondisi kesehatan dan penyakit yang diderita," ujar Dr. Aditi Parmar, seperti dikutip dari Times of India, Senin (22/4/2013).

"Masih banyak gadis yang tidak paham siklus menstruasinya, padahal penting bagi perempuan memahaminya. Hal ini bertujuan untuk menghindari siklus tersebut muncul saat bulan madu. Siklus ini juga penting untuk membantu perencanaan kontrasepsi," ujar Dr. Indira Hinduja, seorang dokter kandungan dan ginekologis.

Mayoritas perempuan tidak mau melakukan pemeriksaan sebelum menikah karena takut merasa sakit atau bahkan sudah terlalu sibuk mengurus persiapan pernikahan.

Dokter-dokter ini meyakinkan bahwa manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan sebelum menikah tidak hanya sekadar mengetahui siklus dan kontrasepsi, tetapi juga memberikan diagnosis kepada yang bersangkutan. Bahkan informasi mengenai kualitas dan kuantitas menstruasi pun dapat memberi kesimpulan tentang kondisi kesehatan tubuh perempuan, apakah kemungkinan ada gejala penyakit tertentu yang mungkin sebelumnya tidak disadari.

Perawatan Kulit Wajah Menjelang Pernikahan

Persiapan pernikahan jangan sampai membuat lupa merawat diri. Agar cantik bersinar saat hari bahagia, perhatikan beberapa langkah perawatan wajah ini.

Perawatan dasar
Banyak wanita melupakan perawatan umum dan rutin seperti membersihkan wajah pada pagi hari, menggunakan tabir surya, pelembap, dan membersihkan wajah sebelum tidur. Padahal, itu semua merupakan kunci kulit yang sehat.

Selain itu, sebaiknya gunakan scrub wajah paling tidak seminggu sekali untuk membuang kulit mati yang tersisa. Lanjutkan kebiasaan baik seperti minum air 8-10 gelas sehari, tidur yang cukup, berhenti merokok dan banyak mengonsumsi sayur serta buah.

Perawatan tambahan
Perawatan tambahan idealnya dimulai sekitar 5 bulan sebelum menikah. Waktu yang cukup panjang tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan jangka panjang pada kulit. Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat perawatan wajah. Pertama, memperbaiki masalah kulit seperti jerawat, noda pada kulit, atau kulit kusam. Kedua, meningkatkan penampilan kulit seperti memperbaiki tesktur kulit dan membuat kulit lebih cerah. Biasanya ada beberapa perawatan yang akan disarankan dokter kulit Anda selain penggunaan beberapa krim wajah secara teratur.

a. Peeling

Peeling atau pengelupasan kulit wajah sering ditawarkan sebagai salah satu perawatan menjelang nikah untuk membuat kulit terlihat lebih berkilau. Peeling dengan bahan kimia yang kerap ditawarkan di dokter kulit atau pusat kecantikan cenderung menimbulkan kulit kemerahan, karena itu paling lambat perawatan ini dilakukan setidaknya 2 minggu sebelum hari pernikahan.

Sembilan Alasan Terburuk untuk Menikah

Ketika dua orang jatuh cinta, pernikahan jelas menjadi jawabannya. Namun jangan bodohi diri kita sendiri, karena banyak juga orang menikah bukan karena cinta. Jika Anda siap menikah namun sadar bahwa Anda masih bingung terhadap perasaan cinta, pertimbangkan lagi keputusan untuk menikah.

Anda layak mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Jika ada sedikit keraguan di kepala Anda, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda belum siap menikah. Berikut sembilan alasan mengapa Anda harus menunda pernikahan saat ini juga!

1. Untuk menyenangkan orangtua

Memang, orangtua akan merasa bahagia saat mengetahui bahwa ada seseorang yang akan menjaga Anda. Tapi mereka sebenarnya hanya menginginkan cucu.

2. Untuk membuktikan memiliki orientasi seks yang normal

Entah Anda mencoba untuk membuktikan orientasi seksual kepada diri sendiri atau orang lain, pernikahan bukanlah jawabannya.

3. Membantu teman yang kesulitan

Apakah harus kami ingatkan bahwa menikah untuk tujuan mengelabui proses imigrasi adalah tindakan kriminal? Pengorbanan yang sia-sia.

Senin, 15 April 2013

Pernikahan Menurut Islam dari Mengenal Calon Sampai Proses Akad Nikah

Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “Coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.
Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:
1. Mengenal calon pasangan hidup
Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang dijalani orang-orang yang tidak paham agama, sehingga mereka menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon pasangan hidup, kata mereka. Pacaran dan pertunangan haram hukumnya tanpa kita sangsikan.
Adapun mengenali calon pasangan hidup di sini maksudnya adalah mengetahui siapa namanya, asalnya, keturunannya, keluarganya, akhlaknya, agamanya dan informasi lain yang memang dibutuhkan. Ini bisa ditempuh dengan mencari informasi dari pihak ketiga, baik dari kerabat si lelaki atau si wanita ataupun dari orang lain yang mengenali si lelaki/si wanita.
Yang perlu menjadi perhatian, hendaknya hal-hal yang bisa menjatuhkan kepada fitnah (godaan setan) dihindari kedua belah pihak seperti bermudah-mudahan melakukan hubungan telepon, sms, surat-menyurat, dengan alasan ingin ta’aruf (kenal-mengenal) dengan calon suami/istri. Jangankan baru ta’aruf, yang sudah resmi meminang pun harus menjaga dirinya dari fitnah. Karenanya, ketika Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah ditanya tentang pembicaraan melalui telepon antara seorang pria dengan seorang wanita yang telah dipinangnya, beliau menjawab, “Tidak apa-apa seorang laki-laki berbicara lewat telepon dengan wanita yang telah dipinangnya, bila memang pinangannya telah diterima dan pembicaraan yang dilakukan dalam rangka mencari pemahaman sebatas kebutuhan yang ada, tanpa adanya fitnah.

Kamis, 11 April 2013

Tips Mengontrol Pengeluaran untuk Pesta pernikahan

Setiap wanita pasti menginginkan pesta pernikahan yang berjalan sempurna. Tak jarang pula sampai melupakan bujet yang dimiliki untuk membuat hari spesial Anda begitu meriah. Sebelum Anda membuang lebih banyak uang untuk dekorasi atau tamu undangan yang sangat banyak, sebaiknya pelajari tips mengelola bujet untuk pesta pernikahan dari All Women Stalk berikut ini.

1. Daftar Tamu Undangan
Sebelum mengurusi persoalan gedung, dekorasi dan lainnya, daftar tamu undangan menjadi hal utama yang harus Anda perhatikan. Hanya mengundang beberapa kerabat dan teman terdekat akan membuat pesta pernikahan lebih terkesan intim. Tidak hanya itu, memperkecil jumlah tamu juga membantu Anda memangkas pengeluaran untuk makanan, souvenir, serta bajet tambahan seperti transportasi atau akomodasi kamar hotel yang Anda sediakan bagi kerabat.

2. Pilih Jenis Makanan & Minuman
Selain untuk sewa gedung, pengeluaran terbesar juga datang dari makanan dan minuman. Ketika Anda dihadapkan dengan pilihan makanan yang begitu banyak, tak jarang Anda melupakan bajet yang telah dibuat. Untuk itu, pilihlah beberapa jenis makanan dari tiap pos. Misalnya saja untuk makanan penutup, Anda bisa pilih es krim dan satu jenis cake. Atau ambil paket makanan yang berisi berbagai jenis makanan dan minuman yang bisa disesuaikan bajet Anda.

4 Cara Yakini Diri Anda Sudah Siap Menikah

Anda dan pasangan telah menjalin hubungan cukup lama. Desakan dari kerabat dekat, bahkan pasangan pun sudah mulai mempertanyakan keseriusan Anda untuk menikah. Namun apakah Anda siap untuk menikah? Jika masih ragu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya berkomitmen. Berikut rangkumannya dari eHow.

1. Pikirkan Kembali Harapan Anda tentang Pernikahan
Jika Anda terlalu memikirkan pesta pernikahanya ketimbang tahun-tahun yang akan dilalui bersama pasangan setelah menikah, mungkin Anda tidak siap berkomitmen. Namun jika Anda telah berpikir mengenai perencanaan hidup di kemudian hari, berarti Anda sudah siap untuk menikah.

2. Cek Keuangan
Cek kembali kondisi keuangan Anda dan pasangan. Pernikahan tak selalu berarti hal yang romantis, dibutuhkan usaha bersama untuk mendapatkan keuangan yang stabil. Walaupun secara emosional Anda siap untuk menikah, tetapi jika tidak memiliki cukup uang dan tabungan, artinya Anda belum siap menikah.

6 Langkah Miliki Pernikahan Harmonis

Wanita dikenal sering mendominasi para suami, tetapi dengan omelan terus-menerus kepada suami akan membuat dampak negatif pada kelanjutan hubungan perkawinan. Renungkan kembali semua peristiwa, argumen dan diskusi yang memicu pertengkaran. Jika Anda ingin hidup harmonis tanpa pertengkaran dengan suami, berikut enam cara untuk meminimalkan pertengkaran seperti yang dikutip dari Mag For Women.

1. Belajar Mendengarkan
Jika ingin mengurangi perkelahian dengan suami Anda, cobalah belajar mendengarkan apa yang sebenarnya suami ingin sampaikan. Anda harus memberikan kesempatan padanya untuk berbicara agar tahu apa saja yang suami inginkan, dan dengarkanlah apa yang suami Anda coba bicarakan. Buatlah komunikasi dua arah yang efektif.

2. Mengurus Kebutuhan & Keinginannya
Sebagai seorang istri, Anda tidak boleh selalu berharap bahwa suami harus memenuhi semua kebutuhan Anda. Tetapi juga harus peduli terhadap keinginan suami dan mengurus kebutuhan yang diperlukannya. Untuk mengurangi tingkat pertengkaran, tunjukkan kepedulian Anda padanya.

3. Miliki Kepercayaan yang Kuat
Jika Anda sering meragukan pasangan, maka ia bisa menjadi frustrasi dan memicu pertengkaran. Sebagai seorang istri, sebaiknya kita memiliki kepercayaan yang kuat terhadap suami dengan cara tidak melawan dan ragu terhadapnya. Dengan begitu, ia pun akan percaya dan mendukung Anda.

Rabu, 27 Maret 2013

8 Tips Beli Cincin Pernikahan Agar Tak Menyesal di Kemudian Hari

Cincin pernikahan merupakan sesuatu kebutuhan yang mutlak untuk setiap pasangan yang akan naik pelaminan. Tentu Anda menginginkan cincin yang sesuai keinginan demi menyempurnakan momen bahagia Anda bukan? Agar mendapatkan yang sesuai keinginan dan tak menyesal di kemudian hari, delapan hal yang dipaparkan Get Wed berikut ini perlu diperhatikan sebelum membeli cincin pernikahan:

1. Hindari Perdebatan
Anda tidak perlu berdebat dengan pasangan untuk memilih cincin emas kuning atau putih, platinum atau rose gold. Cincin pernikahan tak harus kembar, sesuaikanlah dengan selera masing-masing. Ingat, Anda dan si dia akan memakai cincin tersebut setiap hari selama hidup berdua menjalani ikatan pernikahan, jadi sebaiknya pilih yang membuat kalian nyaman mengenakannya.

2. Tentukan Budget
Semua rencana pembelian apapun tentu mempunyai anggaran, begitu juga dengan cincin pernikahan. Anda harus mengetahui kisaran umum harga cincin yang diinginkan. Dengan begitu Anda bisa tetapkan budget yang harus dipersiapkan oleh pasangan. Penentuan budget ini tentunya tergantung dari jenis dan model cincin yang diinginkan.

3. Cari referensi
Penentuan budget bisa terbantu dengan banyaknya referensi yang Anda dan si dia miliki. Mencari tahu tentang berbagai jenis dan model cincin juga bisa membantu Anda dan pasangan menentukan mana cincin yang sesuai keinginan. Referensi ini juga bisa membantu Anda agar tidak kebingungan saat datang langsung ke toko perhiasan.

Ini 3 Hal yang Diutamakan Pria Saat Pilih Istri Idaman

Wajah cantik? Otak yang pintar? Pandai memasak? Atau hebat di ranjang? Ini adalah pertanyaan yang paling umum ingin diketahui wanita yang sedang menjalin hubungan, mengenai sosok istri idaman para pria. Sedangkan untuk wanita yang telah menjadi seorang istri, kadang pertanyaan seperti "apakah aku sudah cukup baik?" juga kerap ditanyakan pada diri sendiri.

Lantas, seperti apa sosok istri idaman yang sebenarnya dibutuhkan pria? Berdasarkan situs kencan Elena Model yang dikutip dari Gal Time, ini daftar kualitas yang harus dimiliki seorang istri idaman para pria.

Hasilnya menunjukkan, 50 persen pria memilih kesetiaan adalah hal utama yang harus dimiliki wanita. Sebanyak 25 persen lainnya memilih wanita yang benar-benar mencintainya. Selanjutnya di posisi ketiga adalah kejujuran.

Menurut CEO Elena Model, Elena Petrova, hasilnya terbilang mengejutkan. Bahwa pria yang siap berkomitmen tak lagi memerhatikan hal-hal seperti fisik, melainkan kualitas istri dalam sosok pasangannya.

7 Cara Buat Bulan Madu Jadi Lebih Spesial

Bulan madu selalu menjadi momen yang sangat spesial untuk pasangan pengantin baru. Momen spesial tersebut tentunya tidak mau Anda rusak dengan hal-hal sepele seperti perencanaan yang kurang atau bertengkar karena berbeda keinginan. Bagaimana mewujudkan bulan madu menjadi lebih spesial? Cobalah tujuh cara yang diberikan Get Wed ini:

1. Makan Malam Romantis
Makan malam spesial biasa diadakan pada restoran yang terbaik atau pantai tersembunyi. Tempat yang romantis dan privat bisa meningkatkan keintiman anda berdua. Buat permainan yang menantang adrenalin seperti Anda bersembunyi dan si dia mencari dengan petunjuk-petunjuk seksi dari Anda.

2. Memandangi Matahari Tenggelam
Sediakan waktu untuk menikmati hari yang paling damai- ketika matahari terbit dan terbenam. Temukan tempat yang tenang sehingga anda dapat menikmati indahnya matahari terbit, atau bermanja-manjaan saat senja untuk menikmati sore yang menenangkan.

3. Bernegosiasi
Adakah pertandingan olahraga yang sangat disenangi pasangan? Atau satu episode dari serial televisi yang tidak mungkin Anda lewatkan? Buatlah persetujuan. Kondisi ini tentunya tidak akan terjadi setiap hari. Tapi jika ada sesuatu yang tidak ingin anda berdua lewatkan, nikmatilah, walaupun pada saat bulan madu!

Selasa, 26 Maret 2013

4 Kesalahan Make-up yang Sering Diabaikan Pengantin

Setiap wanita pasti ingin terlihat sempurna di hari pernikahannya. Untuk itu, segala hal kecil seperti make-up jangan sampai Anda abaikan. Misalnya saja kesalahan make-up, seperti maskara yang luntur atau warna lipstik terlalu pucat. Simak kesalahan make-up lainnya dari She Knows yang biasa terjadi di hari pernikahan.

1. Tidak Tertutup Sempurna
Jangan ragu untuk berdandan lebih tebal di hari besar Anda, namun usahakan agar riasan tetap tampak natural dan warna bedak merata dengan leher. Untuk riasan wajah yang tampak flawless, Anda harus sesuaikan foundation dan bedak dengan jenis kulit. Jangan lupa tambahan concealer untuk menutupi cacat di kulit wajah, seperti bintik hitam atau kantung mata. Mata yang tampak lelah dan menghitam akan terlihat lebih segar dengan riasan ini. Setelahnya, semprotkan cairan khusus yang membuat make-up tahan lama dan tidak terlihat berminyak.

2. Pipi Kurang Merona
"Pakai lebih banyak blush on daripada yang Anda pikir sudah cukup, karena itu hal pertama yang membuat wajah tampak segar sebelum lipstik," ungkap Jenna Kyle, make-up artis dari New York yang menangani seleb seperti Jessica Simpson dan Audrine Patridge. Pipi yang merona akan membuat wajah tampak segar dan bagus ketika difoto. Untuk pipi yang merah secara natural, pilih blush on dengan warna yang sesuai dengan kulit agar tak terlihat kontras.

Cara Mudah Mempersiapkan Mental & Fisik Sebelum Menikah

Menikah membutuhkan persiapan bukan hanya untuk pestanya saja, mental dan fisik Anda pun perlu ditata. Kini selain ke psikolog atau konselor pernikahan, ada cara mudah dalam mempersiapkan mental maupun fisik Anda. Cukup dengan satu klik saja.

Cara mudah tersebut adalah dengan berselancar di sebuah situs bernama pranikah. Situs ini dibuat oleh sekelompok para ahli agar Anda dan kekasih mendapat pengetahuan mengenai sebuah pernikahan yang harmonis dan seimbang.

Situs yang telah soft launching pada 1 Februari 2013 lalu itu memuat segala persiapan sebelum menikah dan pengetahuan-pengetahuan dalam berkeluarga. Anda bisa mencari tahu bagaimana cara menjaga kesehatan sebelum menikah, makanan serta latihan seperti apa yang perlu dijalani, hingga persiapan dari sisi psikologis atau mental Anda dan pasangan.

Tidak hanya itu saja, situs tersebut juga membahas cara mengatur keuangan yang tepat berikut hak dan kewajiban istri ataupun suami di mata hukum. Jadi, Anda dan pasangan semakin matang dalam mempersiapkan pernikahan.

Saat ditemui wolipop beberapa waktu lalu, salah satu psikolog yang mendirikan situs tersebut, Anna Surti Ariani, M.Si., menjelaskan maksud pendirian situs pranikah ini. Anna mengatakan bahwa website tersebut merupakan gerakan sosial untuk menginspirasi pasangan sebelum menikah agar siap secara fisik maupun mental.

8 Tips Tentukan Lokasi Pesta Pernikahan

Saat mempersiapkan pernikahan, lokasi merupakan salah satu hal paling penting. Tentunya dalam menentukan hal ini dibutuhkan beberapa pertimbangan, mulai dari anggaran hingga dekorasi. Seperti yang dikutip dari eHow, berikut delapan hal yang sebaiknya Anda perhatikan untuk menemukan lokasi pernikahan yang ideal.

1. Pikirkan Tema Pernikahan
Pikirkan terlebih dulu tema dan konsep pernikahan yang Anda inginkan. Apakah bergaya internasional atau tradisional. Apabila Anda berniat menggelar pesta kebun carilah lokasi outdoor yang nyaman dan sesuai dengan keinginan. Namun apabila Anda menginginkan pesta yang lebih praktis, menyewa gedung resepsi bisa menjadi pilihan.

2. Tentukan Anggaran Pernikahan
Mengetahui berapa banyak uang yang seharusnya dikeluarkan untuk memesan tempat akan membuat Anda lebih realistis saat memilih lokasinya. Usahakan untuk selalu disiplin dengan budget yang sudah dirancang dari awal.

3. Perkirakan Banyaknya Tamu Undangan
Tempat pernikahan yang Anda pilih harus bisa mengakomodir kenyamanan para tamu. Oleh karena itu, pilihlah tempat pernikahan yang sesuai dengan kapasitas tamu.

Ini Caranya Menghapus Keraguan yang Datang Jelang Hari Pernikahan

Pernikahan adalah momen besar yang diharapkan terjadi hanya sekali seumur hidup. Namun mendekati momen itu, keraguan biasanya muncul. Anda pun mulai mempertanyakan apakah dia pria yang benar-benar tepat, atau perasaan takut kehilangan kebahagiaan menikmati 'me time' setelah menikah. Seperti yang dikutip dari Ezine Article, ada beberapa cara untuk lebih memantapkan hati menjelang hari besar. Apa saja?

1. Hilangkan Stres
Begitu banyak yang dilakukan untuk hari besar itu menyebabkan ketegangan, dan kecemasan yang berlebihan. Menjelang hari pernikahan, banyak pasangan yang mulai berpikir mengenai arti kata 'selamanya'. Mereka sadar hidup akan berubah drastis ketika janji diikrarkan dan mendadak tidak yakin apakah mereka siap untuk selalu hidup bersama selamanya. Untuk mengatasinya, berhenti sejenak dari seluruh persiapan dan ambil paket perawatan spa atau liburan dengan sahabat terdekat. Pijatan dan relaksasi akan membantu pikiran Anda lebih tenang dan bisa berpikir jernih lagi. Tanamkan dalam pikiran, jika Anda benar-benar tidak siap dengan keputusan besar tersebut, Anda tidak akan mungkin bisa mengatakan 'iya' saat pasangan melamar dulu.

Nikah di Usia 30-an, Menguntungkan Wanita Tapi Merugikan Pria

Tak sedikit wanita yang memilih menunda menikah sampai umur 30-an agar lebih mapan secara finansial. Namun, baru-baru ini sebuah studi yang dilakukan University of Virginia menguak fakta bahwa menikah di usia itu ternyata menguntungkan bagi wanita, tapi tidak untuk pria.

Seperti yang dikutip dari Daily Mail, penelitian mengungkapkan wanita berumur 30-an mendapat keuntungan 56 persen lebih besar dibanding mereka yang menikah di awal usia 20. Kebalikannya, pria yang telah berkeluarga di usia 20-an lebih mapan dan memiliki pendapatan lebih besar dibanding mereka yang menunggu sampai usia 30, tidak peduli apa pendidikannya.

Penelitian lainnya dari National Marriage Project berjudul 'Knot Yet' juga menyebutkan, menunda menikah sampai usia yang tidak muda lagi tengah menjadi tren di Amerika setahun belakangan ini. Tercatat, rata-rata usia menikah di Amerika adalah 27 untuk wanita dan 29 untuk pria. Selisih yang cukup besar dibanding tahun 90-an, yaitu wanita 23 tahun dan pria berumur 26 tahun.

Lalu, mengapa pria yang menikah di usia muda lebih untung dalam finansial? Ternyata, faktor anak memiliki peran yang begitu besar. Sebagai contoh, seorang wanita yang menikah di usia 20 tahun dan memiliki anak, karirnya akan lebih sulit berkembang. Namun bagi pria, hal itu jadi pemicu positif untuk pengembangan karirnya di usia muda. Karena pria yang sudah menikah cenderung lebih percaya diri dan produktivitas pun lebih tinggi dibanding pria lajang.

Meski demikian, menikah terlalu muda tak selalu berdampak positif. Menurut data statistik yang dikumpulkan sejak tahun 1980 di Amerika, menunda pernikahan sebenarnya mengurangi potensi untuk bercerai. Hal ini disebabkan karena pasangan yang menikah muda belum terlalu matang dalam cara berpikir sehingga lebih mudah mengambil keputusan cerai, dibanding mereka yang menikah di usia 30-an.

Sumber :
 http://wolipop.detik.com/read/2013/03/22/073348/2200706/854/nikah-di-usia-30-an-menguntungkan-wanita-tapi-merugikan-pria

Senin, 28 Januari 2013

10 Ciri Si Dia Memang Pria yang Tepat Buat Anda

Pacaran bertahun-tahun tidak akan menjamin bahwa dia adalah pria yang tepat untuk Anda. Ada pasangan yang hanya butuh waktu 6 bulan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi ada juga yang perlu waktu bertahun-tahun sampai ke pernikahan. Itu pun ada juga yang akhirnya bubaran. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa ia memang pria yang tepat? Berikut pedoman yang bisa Anda jadikan tolak ukur apakah dia memang Mr Right. (*/sripo/StyleCaster )

1. Teman-teman setuju
Bukan hanya Anda yang yakin bahwa dia orang yang tepat, tetapi juga teman-teman Anda. Namun, kalau hanya Anda yang merasakan hal itu, dan teman-teman Anda tidak setuju, berarti ada yang salah. Terkadang cinta bisa membutakan logika dan perasaan Anda; orang-orang di sekitar Andalah yang bisa berpikiran normal.

2. Kumpul dengan keluarga
Perkenalkan pasangan dengan keluarga Anda dan lihat apakah ia bisa dengan mudah bergabung dengan orangtua dan saudara-saudara Anda. Memang tak semua orang bisa langsung akrab dengan orang yang baru dikenal. Namun, amati juga apakah ia cenderung menghindar.

3. Ia mendengarkan
Hidup adalah dua kesatuan yang harmonis. Ada kalanya Anda mendengarkan atau dia yang mendengarkan. Namun jika Anda hanya berfungsi sebagai pendengar, maka komunikasi tidak akan berlangsung dua arah. Ingatlah bahwa komunikasi adalah fondasi dari hubungan Anda.

4. Punya tujuan yang sama
Anda ingin menikah dan ia ingin bersenang-senang? Sampai kapan pun Anda berdua tidak akan seiring sejalan. Satukan tujuan ke depan, akan dibawa ke mana hubungan itu? Apakah hanya sebatas bersenang-senang atau berlanjut ke arah yang lebih serius?

Pelajari Dulu Hal Ini Sebelum Menikah

Jika Anda berpikir untuk menikah dengan seseorang, mungkin ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan apakah dia benar-benar bersedia menikah dengan Anda.
Mau tahu hal apa sajakah itu? Coba simak apa yang perlu Anda ketahui:

1. Ekstra membantu
Jika ia tiba-tiba berminat untuk membantu Anda melakukan hal-hal kecil seperti mencuci piring, membereskan pakaian atau tempat tidur, itu mungkin caranya mencoba membuktikan bahwa ia calon suami atau istri yang baik. Ia ingin Anda menyadari kemampuannya dalam hal domestik.

2. Berbicara tentang kemampuan diri
Tiap pasangan pastinya akan sering menunjukkan kemampuan mereka ketika hendak meminang atau dipinang kekasihnya. Psikolog sekaligus penulis buku Crazy Good Sex, Les Parrot, PhD mengatakan kebanyakan pria ingin merasa mampu dihadapan pasangannya walaupun terkadang harus membual sedikit.

3. Berlaku seperti pertama kali kencan
Ingatlah tingkahnya beberapa minggu terakhir. Jika ia berlaku seperti waktu pertama kali kencan dengan Anda itu bisa menjadi pertanda dia benar-benar gembira telah meminta Anda menikah dengannya. Penulis buku 'Why Hasn't He Proposed?' Tamsen Fadal berpendapat itu cara seseorang memastikan bahwa bila saatnya tiba pasangannya akan menjawab 'Ya'.

Tanda-Tanda Belum Siap Menikah

Ketika semua teman Anda mulai menikah, selain merasa turut berbahagia untuk pasangan tersebut, akan mudah bagi Anda untuk merasa iri. Jika pasangan Anda belum juga melamar, godaan tersebut akan menyebabkan timbulnya masalah.

Tetapi meletakkan masalah ke tangan Anda sendiri adalah hal berbahaya. Tidak ada gunanya menikah jika pasangan Anda tidak siap atau hubungan yang Anda bina itu tidak baik. Untuk membantu menghindari masalah perkawinan, berikut adalah 10 tanda Anda terlalu terburu-buru memutuskan menikah.

Anda membanding-bandingkan diri dengan pasangan lain
Ketika pasangan lain yang belum terlalu lama menjalin hubungan memutuskan untuk menikah, hal ini dapat membuat Anda merasa untuk perlu cepat-cepat menikah juga. Perbandingan semacam itu tidak berarti Anda harus terburu-buru menikah. Ingat, menikah bukanlah perlombaan. Ujian sebenarnya dari sebuah hubungan adalah bukan seberapa cepat orang menikah tapi berapa lama mereka dapat mengarungi bahtera rumah tangga setelah itu.

Menghindari berbicara tentang masa depan
Jika pasangan Anda mengelak tentang masalah pernikahan, terus menekannya tidak akan membantu menyelesaikan masalah. Ia mungkin akan enggan melakukannya sama sekali jika Anda menekannya. Mengubah subjek pembicaraan, membelokkan pertanyaan dan kurangnya antusiasme adalah tanda-tanda seseorang yang didorong terlalu jauh dan terlalu cepat untuk menikah.

Lima Cara untuk Siap Berhubungan

Jangan sampai masa lalu membuat kehidupan cinta Anda berantakan. Ayo persiapkan diri untuk hubungan yang baru.

Tinggalkan beban emosional

Beban dari masa lalu terkadang membuat kita takut memasuki hubungan baru, membuat kita bertindak tidak rasional dan akhirnya membuat kekasih kita menjauh atau menyebabkan kesalahan yang sama terulangi lagi.

Keluarlah dari siklus ini. Cari tahu apa yang membuat Anda khawatir, marah atau yang membuat Anda menyakitkan di masa lalu, dan belajarlah memaafkan serta melanjutkan hidup. Ingat bahwa pengalaman masa lalu Anda tidak boleh mendikte masa depan Anda, dan cegah agar masa lalu tidak terbawa ke masa depan.

Bahagiakan diri Anda
Sebelum Anda mengharapkan orang lain ingin menjadi bagian dalam kehidupan Anda, Anda perlu bahagia terhadap diri Anda sendiri. Ya, kedengarannya sih klise, tapi itu benar. Jika Anda merasa sengsara, tidak percaya diri atau tidak dicintai karena menjomblo, maka Anda mungkin layak mempertanyakan mengapa Anda ingin memulai sebuah hubungan.

Hubungan adalah komitmen dua arah dan jika Anda ingin berhubungan untuk meningkatkan kepercayaan diri, pertama-tama Anda mungkin perlu mengatasi penyebab Anda sangat kurang percaya diri. Jika Anda berhubungan dengan seseorang untuk mengatasi masalah tersebut, Anda tidak akan pernah merasa terlengkapi hingga Anda menyelesaikan masalah kepercayaan diri Anda sendiri.

10 Tips Menguatkan Ikatan Pernikahan

Kunci menjaga kebahagiaan pernikahan bukanlah asmara, tapi hal sederhana yang selalu Anda lakukan — atau jatuh cinta lagi dengan pasangan Anda. (Oleh Holly Corbett, REDBOOK)

1. Jangan pernah mengubah pasangan
Mungkin Anda berharap dia melipat kaus kakinya, atau ngobrol dengan teman Anda tanpa diminta. Namun, ketidakmampuannya merapikan rambut saat di toilet mungkin adalah kepribadian yang membuat Anda tertarik kepadanya untuk pertama kali.

”Salah satu hal menyenangkan yang bisa kita lihat dari pasangan bahagia adalah mereka saling mengerti perbedaan masing-masing, dan tidak mencoba mengubah kepribadian masing-masing,”  kata Darren Wilk, seorang Gottman Couples Therapist bersertifikat yang membuka praktik pribadi di Vancouver, Kanada.

“Daripada berusaha mengubah kepribadian pasangan, lebih baik fokus pada kelebihan masing-masing.”

Untuk lebih memahami kelebihan masing-masing, mungkin Anda dapat mengikuti kuis cepat tentang kepribadian pasangan Anda.

2. Ungkapkan sesuatu dengan baik

Apakah Anda ingin dia lebih sering mencuci pakaian atau lebih memperhatikan anak-anak? Pasangan Anda akan mengubah sikap mereka jika dia merasa nyaman. “Lakukan itu seperti Anda sedang memberi bantuan. Lakukan seperti ‘ini caranya yang bisa membuat aku bahagia,’ karena semua orang ingin membuat pasangan mereka bahagia,” kata Wilk.

“Ketika Anda mengungkapkan kebutuhan Anda, ungkapkan seperti Anda memang benar-benar menginginkan dan bukan sebaliknya.” Jangan mengatakan, “Saya benci ketika kamu harus melakukan semua hal dengan terjadwal,” cobalah mengatakan, “Aku akan senang jika menjalani hari secara spontan.”

3. Berikan apresiasi

Memberikan apresiasi kepada pasangan Anda itu penting, namun terkadang sejumlah pasangan sering lupa melakukannya. “Penelitian yang dilakukan pakar hubungan Gottman menunjukkan, dalam kehidupan sehari-hari, pasangan yang bahagia memiliki 20 momen positif, seperti saling memandang, memuji, atau memberikan sentuhan sayang,” kata Wilk.

Isagenix