Suatu
hari eyang Virien bilang padaku, katanya begini :" Yang membuat suami
berselingkuh adalah kesalahan si istri". Akupun membantah dengan alasan
yang panjang sepanjang jalan kenangan....
Beberapa hari setelah pembicaraan
itu, aku mendapat telepon dari seorang wanita yang tidak kukenal.
Begitu kuucap kata 'halo', wanita itu memberondongku dengan kata-kata
menyakitkan, katanya aku telah merebut suaminya. Ketika aku bilang
bahwa dia salah sambung, dia tetap ngotot dan mengatakan aku berbohong.
Akupun segera mematikan telepon dengan menyimpan perasaan yang berwarna
warni. Tak lama wanita itu menelepon lagi untuk meminta maaf.
Telepon ra nggenah
(tidak jelas juntrungannnya) itu seolah membenarkan ucapan eyang bahwa
sikap istri adalah penyebab utama bagi seorang suami untuk melirik
wanita lain, pendapatkupun terjatuh di awang-awang ........ Ya lelaki
mana yang betah beristrikan seorang wanita yang judesnya minta ampun
kayak begini.
Aku memang dilahirkan dari keluarga
yang rukun, bapak ibu saling menyayangi dan tidak pernah melihat mereka
bertengkar. Waktu tinggal di Batu dengan bulek, aku malah melihat
pasangan yang begitu romantis dan keluarga yang begitu mesra. Bila
membangunkanku dari tidur, bukannya dengan digoyang badannya atau
dipanggil namanya, tapi malah dengan nyanyian.... Akupun berjodoh dengan
suami yang juga berasal dari keluarga yang harmonis, diapun sabar dan
lembut hati..... Jadi hidupku banyak dikelilingi oleh hal-hal baik...
Karena latar belakang kehidupan yang
seperti itulah, jadi aneh lihat wanita galak, kukira wanita galak dan
judes adanya cuma di sinetron-sinetron.... ternyata oh ternyata....
Kesimpulan pertama, jangan jadi wanita judes bila ingin suami betah di sisi kita.
Seorang temanku pernah curhat
padaku, dia bilang suaminya berselingkuh dengan kekasih lamanya, hingga
tidak pulang selama beberapa minggu. Lalu dia menutup curhatnya dengan
kalimat ini :"Beginilah kalau punya suami tidak bermoral". Akupun
menjawab :" Yah, saya tahu itulah kelemahan ibu, itulah yang tidak bisa
ibu berikan pada suami ibu yaitu penghargaan. Seburuk apapun seorang suami, dia mendambakan penghargaan dari istrinya".
Wanita perlu tahu, bila seorang lelaki tidak memperoleh penghargaan dari istrinya, dia akan mencarinya dari wanita lain......
Kesimpulan
keduanya, hargailah suami anda, seburuk apapun dia, pasti banyak hal
baik yang dimilikinya yang membuat anda menjatuhkan pilihan untuk
sehidup semati dengannya.
Ada
temanku yang bercerita, bahwa dia mendirikan perusahaan bersama
suaminya, perusahaan itu kemudian berkembang besar. Tapi ketika
perusahaan bertumbuh, dia merasa tidak mendapat pengakuan dari
suaminya. Lalu dia berusaha untuk merintis karier di bidang lain dan
dia berhasil, sedang suaminya memegang kendali perusahaan mereka berdua,
tapi kemudian perusahaan menjadi kocar kacir. Dia merasa suaminya
begitu egois dan arogan.... pada puncaknya suaminya
berselingkuh.........
Apa sih kesimpulanku saat temanku ceritakan ini?
Lelaki
itu tidak mau istrinya lebih 'super' dibanding dirinya. Saat lelaki
merasa bahwa istrinya lebih hebat dari dirinya, maka dia akan mencari
wanita lain yang membuatnya merasa lebih hebat dari wanita itu.
Kesimpulan ketiga, buatlah suami
anda merasa hebat dalam segala galanya di mata anda. Biarpun anda lebih
sukses dan lebih pintar darinya, anda harus lebih pintar lagi
'menimang' perasaannya.
Temanku
yang pintar dan sukses itu juga bilang, kira-kira begini maknanya :"Aku
tuh, tanpa dia juga bisa hidup, secara materi saya mandiri, bisa nyari
uang sendiri....". Dia lupa bahwa yang ditugaskan mencari nafkah oleh
Allah adalah suami.... Berarti lelaki punya kecenderungan dan kebanggaan
untuk melindungi dan mencukupi kebutuhan wanita. Bila wanita merasa
tidak bergantung lagi pada suami dalam hal materi, maka runtuhlah
kebanggaan suami.... Maka, biarpun anda lebih kaya harta dan lebih
pintar mencari uang dibanding suami, pandai-pandailah membuat suami
merasa bahwa anda bergantung dan sangat bergantung padanya. Apalagi bila
dengan kepandaian anda mencari uang membuat anda merasa paling berjasa
pada keluarga, suami bisa terbanting harga dirinya dan diapun lari ke
wanita lain untuk memperoleh kembali rasa bangganya. Ingat juga, secara
materi anda memang bisa hidup tanpa dia, tapi apakah hati anda bisa
hidup tanpa dia?
Kesimpulan keempat, bergantunglah pada suami anda, ciptakan di pikiran suami bahwa anda tidak bisa hidup tanpa dia.
Temanku
yang suaminya berpaling ke wanita lain itu ada yang berprofesi di
bidang marketing, dia seorang sales eksekutif dari sebuah penerbit
Islam.
Suatu hari di musim liburan
dia menawariku buku yang harganya jutaan, saat itu aku sedang
bersenang-senang bersama anak-anak di Ciater. Dengan halus aku
mengatakan bahwa aku sedang berlibur, mengisyaratkan bahwa aku sedang
tidak mau diganggu urusan beli membeli, tapi dia ngotot menjelaskan
betapa bagusnya buku itu.
Beberapa
minggu kemudian dia meneleponku di hari minggu, saat aku sedang meluncur
ke bendungan Selorejo bersama ibu mertua, kakak ipar, suami, anak,
keponakan.... Dia menawariku buku itu lagi, kuputuskan bahwa aku
tidak akan membeli buku itu, tak lupa kubilang bahwa aku sedang berlibur
agar dia mengerti bahwa aku sedang tidak mau diganggu, tapi dia ngotot
bahwa buku itu bagus, berguna, dan banyak lagi. Akupun mencari alasan
lain, kubilang bahwa aku sedang banyak pengeluaran, eh.. dia malah
bilang bahwa aku tidak harus membayar bulan ini, pokoknya bila aku order
di bulan ini, aku bisa mendapat potongan harga, lalu dia bercerita lagi
tentang diskon-diskonnya panjang lebar. Terpaksalah aku mengatakan
yang sebenarnya, bahwa aku sedang tidak mau diganggu.
Tak
lama berselang, untuk ketiga kalinya dia meneleponku lagi, menawariku
lagi buku yang sama, untung aku sedang tidak liburan.... Kembali aku
menolak dan kembali dia menceritakan kehebatan buku itu panjang lebar.
Dia lalu bilang bahwa aku pasti membeli buku itu bila aku melihatnya,
dia akan datang ke Malang untuk menunjukkan padaku buku aslinya....
Apa
kesimpulan anda? .... hmmm... apa sama dengan kesimpulan saya
ya....Hmm... betapa ngotot dan menjengkelkannya wanita satu ini. Aku
jadi bertanya-tanya, apakah begini juga cara dia memarketingkan dirinya sendiri pada suaminya?
Karena
ingin menolongnya, kusampaikan perasaanku dengan jujur padanya,
kukatakan mungkin inilah yang membuat suaminya tidak betah berada
disisinya yaitu sifatnya yang suka ngotot. Eh.. la kok dia malah
menjawab bahwa dia itu paling tahu bagaimana menghadapi suaminya, urusan
marketing lain dengan urusan suami, katanya. Tapi kembalilah hati ini
bertanya, bila dia paling tahu cara menghadapi suaminya, mengapa
suaminya malah berpaling ke wanita lain?
Selain suka ngotot dan tidak mau tahu situasi, ternyata dia juga merasa sok benar.
Kesimpulan kelima, jangan jadi wanita yang suka ngotot, tidak peka terhadap situasi dan merasa sok benar sendiri.
Sering sekali kita temui, seorang
wanita yang bertahan dengan suami yang selalu menyakiti hatinya demi
anak-anak. Aku hanya ingin mengingatkan, lakukanlah segala sesuatu
karena Allah, menikah karena Allah, berpisah atau bertahan karena Allah.
Bila anda memutuskan sesuatu bukan karena Allah, mungkin karena
anak-anak, karena keluarga, karena takut jadi janda dll dll.... maka
bukanlah kebahagiaan yang anda dapat. Allah ingin anda bahagia, ambillah
keputusan karenaNya saja.
Kesimpulan
keenam, menikahlah karena Allah. Bila sedang dalam pernikahan yang
genting, maka putuskanlah untuk berpisah atau bertahan karena Allah.
Aku pernah membaca di sebuah
majalah, bahwa 60% kebahagiaan dalam rumah tangga disumbang oleh
kepuasan seks. Cocok sekali dengan aturan agama yang mengharuskan
seorang istri selalu siap melayani suami tiap kali suami meminta,
kecuali sedang haidh, sedang sakit atau udzur lain yang dibenarkan
agama. Untuk ini istri harus ahli betul bagaimana cara memuaskan suami,
tapi tak perlu belajar dari mana-mana lho ya...hehehe.... berjalan saja
secara alamiah. Kalau menurutku sih lakukanlah dengan penuh gairah dan
cinta, itu sudah cukup membuat suami klepek klepek... Kadang
juga istri sedang tidak mood atau sedang capek.....gimana dong?
.....sstt ... rahasianya ini nih.... lakukanlah karena Allah, karena
ingin mematuhi Allah, lalu berdoalah agar Allah juga memberi anda 'hadiah' berupa kepuasan dalam keintiman yang hendak terjalin. Dijamin deh, baik suami maupun anda akan bertemu di 'puncak asmara'.
Kesimpulan ketujuh, jadilah wanita yang ahli di 'ranjang', lakukanlah karena mematuhi Allah.
“Wanita-wanita yang keji adalah
untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)
Dari ayat tersebut diatas, jelaslah bahwa bila kita wanita baik-baik/shalihah, gak usah khawatir bakalan punya suami yang 'sableng' . Sudah jelas dalilnya, Allah pasti menyediakan buat wanita salihah seorang suami yang saleh pula.
Mungkin
anda bertanya, kenyataan di masyarakat kok gak gitu ya? Kadang istrinya
baik dan sabar, tapi suaminya pemabuk, kadang istri taat tapi suaminya
koruptor, istri baik dan setia tapi suaminya doyan 'jajan' .....dll
dll.. Mungkin cerita singkatku ini bisa menjelaskannya.
Aku punya seorang teman wanita yang
taat shalat 5 waktu dan baik budi pekertinya, tapi mendapat suami yang
selalu menyakitinya baik fisik maupun mental. Ternyata dulu saat mereka
berdua menikah, wanita ini belum menjadi wanita salihah, niat mereka
menikah karena cinta. Dalam perjalanan hidupnya wanita ini mendapat
hidayah dan menemukan jalan Allah, sementara suaminya tetap tidak saleh.
Jadi menjadi salihah harus dimulai saat masih gadis, gadis yang salihah akan menikah karena Allah, bukan karena hal lain.
Juga ada perbedaan antara wanita salihah dengan wanita yang merasa salihah, atau wanita yang terlihat salihah. Menjadi
wanita salihah ada di luar (berupa ketaatan akan aturanNya) dan di
dalam hati (berupa hati yang bening dan terjauhkan dari berbagai
penyakit hati)
Jadi bila anda sedang ditinggal
suami berselingkuh, jangan sibuk menyalahkan suami. Coba koreksi diri
dulu, apakah anda wanita salihah yang pantas Allah sediakan suami yang
saleh? Ataukah anda seorang wanita yang merasa salihah?
Kesimpulan kedelapan, jadilah wanita baik-baik / salihah.
Kadang-kadang wanita suka sekali
membanding-bandingkan penghasilan dan kekayaan suaminya dengan tetangga.
Kadang tetangga punya sepeda motor baru, atau televisi baru... sudah
membuatnya merengek-rengek pada suaminya minta dibelikan juga. Istri
matre model begini sering membuat suami bosan dan tertekan, jadi....
Kesimpulan kesembilan, jangan meminta pada suami sesuatu yang diluar kemampuannya.
Resep ampuh agar tetap disayang suami
menurut hadist adalah “Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya
istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat,
bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan
dirinya” (Al Hadits)
Akupun bertanya pada temanku yang laki-laki, apa sih yang membuat seorang suami tetap setia? Jawabannya ini nih :
- karena istrinya mampu membuatnya merasa nyaman
- istri yang lembut hati hingga suami merasakan kesejukan dan ketenangan
Jawaban suamiku sungguh singkat dan sederhana, katanya bila kita menikah karena Allah, semuanya akan baik-baik saja......
Sumber :
http://innuri.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-suami-betah-disisi-kita.html