Hampir semua pasangan ingin menggelar resepsi pernikahan secara maksimal
karena merasa menikah itu seumur hidup sekali. Banyak dari mereka yang
akhirnya berlebihan budget
sehingga harus berhutang demi pesta pernikahan. Tidak sedikit hutang
dari resepsi itu sendiri yang mungkin memakan waktu hingga
bertahun-tahun untuk melunasinya. Sebenarnya, bolehkah berhutang untuk
menikah? Ini kata perencana keuangan ternama Indonesia, Lisa Soemarto.
"Kalau saya nggak menyarankan, karena yang namanya menikah bukan pesta pernikahan saja, nanti mungkin mau honeymoon, mungkin nanti mau menyiapkan rumah entah direnovasi atau beli barang baru, merencanakan punya anak, biaya melahirkan, pendidikan, jadi masih banyak biaya-biaya lain," tutur Lisa saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).
Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu juga mengatakan, bila saat menikah sudah berhutang tentu setelahnya akan sibuk melunasinya. Hal ini bisa mempengaruhi keuangan Anda dan pasangan saat ingin menyiapkan kebutuhan lain seperti pendidikan anak, liburan, atau pensiun.
Oleh karena itu, sebaiknya buat dana pernikahan sejak dini dibandingkan harus meminjam uang ketika menikah sehingga harus menyicil setelahnya. Meskipun Anda dan pasangan merencanakan pernikahan mendadak dan tidak sempat mengumpulkan dana, Lisa menyarankan agar tidak perlu memaksakan diri. Hindari berhutang dan gelar acara sesuai budget saat ini.
Ingat, sebenarnya yang penting bukan pesta pernikahan atau kemegahan saat resepsi tapi kehidupan setelah menikah. Bila dipaksakan berhutang, risikonya juga dapat mempengaruhi hubungan antara Anda dan pasangan nantinya.
"Nanti bisa jadi masalah dalam hubungan suami-istri juga, makanya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Jangan awal-awal pernikahan sudah pusing mikirin hutang pesta nikah jadi kehilangan esensi pernikahan itu sendiri. Menikah itu kan bukan pesta pernikahan tapi suatu kehidupan," ujarnya menutup pembicaraan.
sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2013/11/08/122857/2407346/854/biaya-untuk-menikah-kurang-bolehkah-berhutang?w993300854
"Kalau saya nggak menyarankan, karena yang namanya menikah bukan pesta pernikahan saja, nanti mungkin mau honeymoon, mungkin nanti mau menyiapkan rumah entah direnovasi atau beli barang baru, merencanakan punya anak, biaya melahirkan, pendidikan, jadi masih banyak biaya-biaya lain," tutur Lisa saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).
Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu juga mengatakan, bila saat menikah sudah berhutang tentu setelahnya akan sibuk melunasinya. Hal ini bisa mempengaruhi keuangan Anda dan pasangan saat ingin menyiapkan kebutuhan lain seperti pendidikan anak, liburan, atau pensiun.
Oleh karena itu, sebaiknya buat dana pernikahan sejak dini dibandingkan harus meminjam uang ketika menikah sehingga harus menyicil setelahnya. Meskipun Anda dan pasangan merencanakan pernikahan mendadak dan tidak sempat mengumpulkan dana, Lisa menyarankan agar tidak perlu memaksakan diri. Hindari berhutang dan gelar acara sesuai budget saat ini.
Ingat, sebenarnya yang penting bukan pesta pernikahan atau kemegahan saat resepsi tapi kehidupan setelah menikah. Bila dipaksakan berhutang, risikonya juga dapat mempengaruhi hubungan antara Anda dan pasangan nantinya.
"Nanti bisa jadi masalah dalam hubungan suami-istri juga, makanya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Jangan awal-awal pernikahan sudah pusing mikirin hutang pesta nikah jadi kehilangan esensi pernikahan itu sendiri. Menikah itu kan bukan pesta pernikahan tapi suatu kehidupan," ujarnya menutup pembicaraan.
sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2013/11/08/122857/2407346/854/biaya-untuk-menikah-kurang-bolehkah-berhutang?w993300854
Tidak ada komentar:
Posting Komentar