Selasa, 09 Oktober 2012

Didesak Teman Agar Segera Menikah? Ini Cara Menghadapinya

Beberapa teman di sekeliling Anda ada yang sudah menikah, bahkan punya momongan. Tak jarang, mereka pun memaksa Anda untuk segera naik ke pelaminan padahal rencana itu belum menjadi prioritas. Untuk menghadapi teman seperti ini, ada baiknya Anda menyimak enam hal berikut yang dilansir dari Your Tango.

1. Ketahui Apa yang Dinginkan
Sebelumnya, Anda perlu mengetahui apa yang diinginkan. Apakah memang sudah terpikir untuk menikah tapi ada kendala yang belum bisa diatasi? Atau sama sekali belum siap membangun sebuah keluarga? Hanya Anda yang tahu mana yang terbaik untuk diri sendiri.

2. Jelaskan Rencana Kedepannya dengan Teman
Jelaskan mengenai rencana Anda kedepannya pada mereka yang mendesak. Anda harus mengomunikasikannya secara baik-baik agar teman mengerti tujuan Anda. Beritahukan mereka bahwa Anda tidak ingin semua dilakukan dengan tergesa-gesa. Berikan alasan yang jelas serta menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dengan bahasa yang halus dan mudah dimengerti agar mereka tidak menanyakan hal itu berulang-ulang.

3. Bersikap Tegas
Tegaslah dengan keputusan yang telah dibuat. Katakan kepada teman yang belum mengerti bahwa ini adalah urusan Anda, bukan kepentingannya. Lakukanlah apa yang ingin Anda lakukan demi kebaikan diri sendiri dan bukan karena desakan orang lain.

4. Pergi Bersama Teman yang Mendukung
Bila tidak ingin terbebani dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendesak untuk menikah, pergilah bersama teman yang lebih mendukung Anda. Jika dia adalah teman terbaik, dia akan menghormati keputusan Anda dan tidak mungkin terus menerus memaksa Anda melakukan apa yang belum menjadi prioritas.

5. Ini Bukan Kompetisi
Menikah bukanlah sebuah kompetisi. Menikah dengan orang yang tidak tepat akan mempengaruhi kesehatan fisik, mental, kebahagiaan, serta masa depan Anda. Lebih baik mengambil banyak waktu untuk menentukan pilihan yang terbaik. Jika teman-teman sekitar tidak mendukung, ada baiknya Anda mencari teman lain yang bisa menghormati keputusan Anda.

6. Ini adalah Hidup Anda
Ingat, ini adalah hidup Anda bukan orang lain. Pernikahan tidak hanya berlaku untuk sementara waktu, tapi seumur hidup. Teman-teman boleh saja memiliki tujuan yang baik dengan memaksa Anda menikah, namun hanya Anda yang tahu cara membahagiakan diri sendiri.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/10/10/072946/2058855/854/didesak-teman-agar-segera-menikah-ini-cara-menghadapinya?w991100most

4 Hal yang Wajib Dibicarakan Sebelum Memutuskan Menikah

Menikah sama saja dengan menggabungkan dua pribadi yang berbeda, dan hal itu tidaklah mudah. Sebelum memutuskan menikah, tak ada salahnya jika Anda dan pasangan menyamakan visi dan misi terlebih dulu agar pernikahan berlangsung awet.

Lamar Tyler pakar perkawinan dan pemilik situs BlackandMarriedWithKids, menyarankan agar pasangan untuk membicarakan beberapa topik 'mendasar namun penting' sebelum memutuskan untuk menikah. Seperti yang dikutip dari Telegraph, berikut empat hal tersebut.

1. Anak-anak
Apakah Anda berencana untuk langsung memiliki anak setelah menikah? Berapa banyak anak yang diinginkan? Walau terdengar sederhana, Lamar Tyler seringkali menemui konflik rumah tangga yang dipicu oleh ketidaksepakatan pasangan mengenai masalah anak. Ada pasangan yang tidak ingin menikmati masa 'pernikahannya' terlebih dulu, dan ada pula yang sama sekali tak ingin memiliki momongan.

Ingat, jangan pernah berpikir bahwa keputusan pasangan bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu pernikahan. Ketimbang menebak-nebak, lebih baik bicarakan apa yang menjadi keinginan Anda dan dengarkan juga keinginan pasangan. Topik ini cukup sensitif, oleh karena itu ada baiknya jika Anda membicarakannya pada saat makan malam atau akhir pekan, dimana pasangan atau diri Anda sedang dalam keadaan santai.

Jika pasangan memberikan alasan yang tak sesuai dengan keinginan Anda, jangan langsung memarahinya. Tujuan percakapan ini adalah 'visi dan misi yang sama' bukannya, 'memenangkan argumen'.

2. Keuangan
Anda perlu mengetahui secara detail mengenai latar belakang keuangan masing-masing dan kebiasaan pengeluaran. Terkadang ada sebagian pasangan yang merasa takut dan tabu ketika membicarakan topik ini. Tetapi mau tak mau, masalah keuangan wajib hukumnya untuk segera didiskusikan, terutama jika Anda dan pasangan serius untuk hidup bersama. Setelah melakukan pembicaraan awal, Anda bisa melanjutkan diskusi mengenai siapa yang akan membayar tagihan, membuat akun keuangan bersama dan ekspektasi pengeluaran tiap bulannya.

3. Agama
Topik yang satu ini memang sangat personal. Namun yang perlu ditegaskan adalah bagaimana Anda dan pasangan mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari karena setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Keyakinan yang berbeda antara Anda dan pasangan juga bisa menimbulkan beberapa pertanyaan salah satunya, agama siapa yang akan Anda ajarkan kepada anak?

4. Tujuan Hidup
Apakah Anda dan pasangan memiliki tujuan hidup yang sama? Cobalah untuk duduk bersama dan tuliskan 'goal' berdua dalam kurun waktu satu tahun, tiga tahun dan lima tahun kedepan. setelah selesai, bandingkan dan diskusikan. Daftar tujuan hidup ini akan menjelaskan visi dan misi masa depan keluarga Anda berdua.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/06/01/190514/1930825/854/4-hal-yang-wajib-dibicarakan-sebelum-memutuskan-menikah

6 Langkah Menepis Keraguan Sebelum Menikah

Ketika hari besar itu semakin dekat, tiba-tiba muncul keraguan dalam diri Anda. Itu wajar saja, karena akan ada perubahan besar yang akan terjadi.

Namun, apabila keraguan itu tidak kunjung hilang dari pikiran Anda, sebaiknya lakukanlah langkah-langkah berikut ini untuk meyakinkan diri melangkah ke pelaminan, dilansir dari situs Getwed.

Curhat ke Orang Terdekat
Ceritakan keraguan Anda kepada teman atau kerabat dekat sebelum mengambil tindakan yang mungkin Anda selali nantinya Jika hal itu tidak cukup, komunikasikahlah kepada pasangan. Utarakan hal tersebut jauh hari sebelum pernikahan, dan Anda harus mempersiapkan diri untuk menerima reaksi dari si dia.

Jujurlah Terhadap Diri Sendiri
"Apakah ini yang saya inginkan?" Mungkin selama ini Anda terbuai indahnya lamaran atau persiapan pernikahan yang sangat menyita waktu, sehingga memunculkan keraguan didetik-detik menjelang pernikahan. Jujurlah terhadap diri sendiri dan pasangan. Bicarakan dengannya apa yang Anda rasakan. Pernikahan bukan hanya untuk menyenangkan orangtua atau pasangan, tetapi Anda perlu memastikan diri untuk komitmen besar ini.

Datang ke Psikolog Pernikahan
Mintalah saran ketika Anda merasa ragu. Datang ke konselor atau psikolog pernikahan merupakan tempat yang tepat, karena mereka pihak yang netral dan dapat memberikan saran dan bimbingan secara profesional. Saran yang diterima akan membantu Anda dalam mengambil keputusan yang tepat. Jangan mengambil keputusan dalam keraguan karena akan berdampak buruk untuk kehidupan Anda selanjutnya.

Temukan Alasan Menikah
Berada dalam hubungan yang sudah cukup lama dapat mengaburkan alasan kenapa Anda bersedia menikah dengan pasangan. Jangan menikah dengan alasan bahwa pernikahan adalah keharusan karena sudah berpacaran lama. Pernikahan harus didasari cinta dan komitmen, ini akan mengilangkan keraguan dalam diri Anda.

Istirahat Sejenak
Persiapan pernikahan yang menguras tenaga dan waktu dapat membuat Anda merasa jauh dari pasangan, yang kemudian memunculkan kembimbangan untuk menikah. Kosongkahlah jadwal Anda dari persiapan pernikahan dalam seminggu dan pergilah dengan pasangan ketempat pertama kali bertemu, atau hanya sekadar mengunjungi tempat spa yang sudah lama tidak Anda lakukan.

Ambil Keputusan yang Terbaik
Jika ternyata yang Anda rasakan lebih dari sekadar keraguan, maka ambillah keputusan yang terbaik. Lebih cepat lebih baik. Jika Anda serius ingin membatalkan pernikahan maka persiapkanlah segalanya, seperti pembatalan acara, katering, band dan yang paling berat adalah memberitahukan kepada para tamu undangan.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/06/25/080610/1949671/854/6-langkah-menepis-keraguan-sebelum-menikah

Cobaan-cobaan yang Biasa Datang Saat Ingin Menikah

Saat Anda dan pasangan merencanakan pernikahan, tak jarang berbagai cobaan pun muncul silih berganti. Ada yang bilang cobaan tersebut adalah ujian, namun ada pula yang mengatakannya sebagai 'peringatan' atas keputusan Anda menikah. Berikut beberapa cobaan yang biasa datang ketika sedang merencanakan pernikahan.

1. Finansial Tidak Stabil
Masalah finansial tidak hanya memberikan dampak buruk bagi mereka yang sudah menikah. Bagi yang belum menikah pun, masalah finansial bisa menjadi pemicu keretakan hubungan. Oleh karena itu, pikirkan serta bicarakan dengan matang mengenai masalah finansial ini. Mulai dari siapa yang akan mengeluarkan biaya untuk pesta pernikahan, hingga siapa yang bertanggung jawab atas pengeluaran tiap bulan setelah menikah.

2. Datang Orang Ketiga
Saat pesta pernikahan tinggal menghitung hari, hubungan Anda dan pasangan 'diganggu' oleh datangnya orang ketiga. Beberapa orang menyebut kedatangan orang ketiga ini sebagai cobaan yang sebaiknya dihindari, namun sebagian lainnya beranggapan sebagai 'hal yang seru dilakukan sebelum terlanjur menikah'. Apapun keputusan Anda, pikirkanlah dengan baik dengan mempertimbangkan pasangan. Jangan sampai keputusan Anda dibuat hanya didasari oleh rasa penasaran yang bisa berakibat buruk.

3. Tinggal dengan Mertua
Banyak hal yang perlu didiskusikan sebelum akhirnya Anda dan pasangan menikah. Mulai dari pengaturan finansial, anak hingga pemilihan tempat tinggal. Bagi Anda dan pasangan belum memiliki rumah sendiri, cobalah mendiskusikan di mana nantinya akan tinggal. Keputusan tinggal bersama mertua seringkali menjadi penyebab perselisihan yang dapat berujung keretakan hubungan. Jangan dulu terpuruk dengan anggapan bahwa tinggal bersama mertua sama sekali tak menyenangkan, dan yang terpenting, bicarakan masalah ini dengan pasangan.

4. Goyahnya Kepercayaan Diri
Ketika pernikahan sudah di depan mata, sebagian orang mulai mengalami 'over thinking' yang pada akhirnya menggoyahkan kepercayaan dirinya. "Apakah saya mampu menafkahi istri saya?, Apakah saya bisa menjadi istri yang baik? Saya tidak bisa memasak, kenapa ia memilih saya?", adalah beberapa pertanyaan yang biasanya berkecamuk dalam pikiran orang yang 'over thinking'. Jika Anda mengalaminya, cobalah tenangkan diri dan minta pasangan menuliskan hal-hal yang membuat ia jatuh cinta pada Anda. Apabila pikiran negatif datang lagi, Anda pun bisa langsung membaca daftar tersebut.

5. Ragu Pada Pasangan
Keraguan terhadap pasangan merupakan cobaan yang paling sering datang, terutama bagi mereka yang akan menggelar pesta pernikahan. "Is he the one?," merupakan salah satu pertanyaan yang sering ada dalam pikiran. Ceritakan keraguan Anda kepada pasangan, orang tua atau kerabat terdekat. Jika perlu, menunda pernikahan bisa menjadi solusi yang masuk akal. Bagaimanapun kebahagiaan Anda adalah segalanya.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/10/02/214149/2053044/854/cobaan-cobaan-yang-biasa-datang-saat-ingin-menikah

Delapan Cara Mengetahui Apakah Pria Mencintaimu

Bukan rahasia bahwa pria perlu waktu sangat lama untuk mengatakan cinta, tapi karena dia tidak mengatakannya bukan berarti dia tidak memikirkan Anda sepanjang waktu. Kami punya pria sejati yang akan membocorkan rahasia tanda-tanda pria yang mencintaimu.

1. Melihatnya menatap Anda
Pria selalu menatap apa yang mereka inginkan — itu adalah alasan Anda selalu memergoki pria sedang mengintip belahan dada. Jadi: dengan semua wanita cantik di luar sana, tapi dia sedang menatap Anda, cintanya pasti besar. Ada rahasia dalam tatapannya (Anda harus melihatnya sedang beraksi). "Melihat pacarku saat pesta memberiku momen saat aku bisa mencubit diriku sendiri dan merenung bagaimana aku bisa mendapat wanita yang luar biasa dalam hidupku — sebuah prespektif yang tidak bisa kudapatkan saat dia berdiri di depanku." ujar Patrick (30 tahun).

2. Dia menatap mata Anda
Tatapan yang seolah berkata “Aku cinta padamu” adalah tatapan yang konstan. Pria sangat berhati-hati dalam menunjukan perasaanya. Jika mereka melihat Anda terus-menerus tanpa berkedip,  mereka sedang menunjukkan perasaannya pada Anda. "Aku tidak pernah terlibat kontak mata seperti itu dengan orang lain, tapi ketika bertatapan dengan pacarku, tercermin betapa nyaman dan terpesonanya diriku olehnya." ujar Chip (29 tahun).

3. Dia membeli makanan yang Anda suka
Menemukan dapurnya penuh dengan biscotti, seltzer lemon, dan makanan kegemaran wanita (yang hanya seperti cemilan bagi pria) menunjukkan Anda memenuhi pikirannya di tempat yang tak terduga — seperti ketika pergi belanja seorang diri. "Suatu hari aku melihat kereta belanjaku dan aku melihat wortel dan soda diet untuk pacarku," ujar Patrick. "Hal tersebut membuatku terkejut dan menjadi kebiasaan untuk mempertimbangkan apa yang membuat pacarku senang, saat itu aku sadar kalau aku jatuh cinta."

4. Dia menyimpan barang Anda di rumahnya
Dia memublikasikan hubungan Anda. Pria suka mempertahankan citra lajang selama mungkin. Jadi jika dia meninggalkan tanda ada wanita dalam hidupnya — itu artinya dia mencintai Anda.

5. Dia membicarakan masa depan.

Mengatakan rencananya untuk pindah mungkin seperti peringatan. Tapi itu juga caranya untuk memberi tahu bahwa dia ingin bersama Anda di masa depan. "Setiap kali aku berkata pada pacarku, aku melihat 'diriku' di masa depan, aku sedang menebak apakah dia melihat dirinya dan diriku  disana," ujar John (26 tahun).

Bagaimana Anda bisa tahu kalau dia sedang membual ketika mengatakan cintanya? Semua ada di caranya bicara, jika dia berkata dia ingin pindah ke Tahiti, jadi anak pantai, menggoda gadis lokal tanpa ikatan? Tentu Anda bisa menebak. Jika dia berkata ingin pindah ke San Fransisco, dan bertanya apakah Anda pernah membayangkan tinggal di sana, berarti dia menginginkan hubungan jangka panjang.

6. Dia menggunakan sweater yang Anda berikan
Memercayakan Anda untuk urusan pakaian bukanlah sesuatu hal yang siap dilakukan pria. Bukannya pria pilih-pilih dengan penampilannya, hanya saja itulah harga diri pria. Salahkan ego pria yang besar, tapi memberi izin untuk merusak identitas mereka, walau untuk tujuan yang baik, dianggap sebagai tanda kelemahan.

7. Dia berdiri di sebelah Anda di tempat umum
Pikirkanlah hal ini: Pria terprogram untuk menggoda wanita. Jadi jika pria tidak yakin dengan Anda, dia akan berjalan beberapa langkah di depan atau di belakang Anda — dua posisi aman untuk menyembunyikan mata yang melihat ke mana-mana. Berjalan bersebelahan adalah cara menunjukkan komitmen dengan menjaga mata, dan membatasi kemampuannya menggoda wanita seksi. "Berjalan bersebelahan menempatkan pacarku di dalam jangkauan bibirku, membuatnya mudah untuk berbisik, bersandar, atau ciuman ringan", ujar Ryan (27 tahun), “adalah caraku menunjukkan pada wanita lain kalau aku tidak lajang."

8. Dia membiarkan Anda menjawab teleponnya.
Pria tidak pernah tahu perusak citra yang mengintai di balik telepon — mulai dari mantan pacar yang mengajak bertemu sampai ibu yang serba ingin tahu. Jika kami membiarkan Anda menjawab telepon, artinya tidak ada yang ingin kami sembunyikan dari Anda. "Pria tidak terlalu suka berbagi. Jadi ketika pria  membiarkan Anda menjawab teleponnya — kemungkinan informasi pribadinya akan bocor dan bisa Anda gunakan untuk memerasnya sepanjang hidupnya — artinya dia ingin bersama Anda dalam waktu yang sangat lama, " ujar Rich (29 tahun)


Sumber :
 http://id.she.yahoo.com/delapan-cara-mengetahui-apakah-pria-mencintaimu.html

Isagenix