Senin, 03 Oktober 2011

Cara Membuat Suami Betah Disisi Kita

Suatu hari eyang Virien bilang padaku, katanya begini :" Yang membuat suami berselingkuh adalah kesalahan si istri".  Akupun membantah dengan alasan yang panjang sepanjang jalan kenangan....

Beberapa hari setelah pembicaraan itu, aku mendapat telepon dari seorang wanita yang tidak kukenal.  Begitu kuucap kata 'halo', wanita itu memberondongku dengan kata-kata menyakitkan, katanya aku telah merebut suaminya.  Ketika aku bilang bahwa dia salah sambung, dia tetap ngotot dan mengatakan aku berbohong.  Akupun segera mematikan telepon dengan menyimpan perasaan yang berwarna warni. Tak lama wanita itu menelepon lagi untuk meminta maaf.

Telepon ra nggenah (tidak jelas juntrungannnya) itu seolah membenarkan ucapan eyang bahwa sikap istri adalah penyebab utama bagi seorang suami untuk melirik wanita lain, pendapatkupun terjatuh di awang-awang ........  Ya lelaki mana yang betah beristrikan seorang wanita yang judesnya minta ampun kayak begini.

Aku memang dilahirkan dari keluarga yang rukun, bapak ibu saling menyayangi dan tidak pernah melihat mereka bertengkar.  Waktu tinggal di Batu dengan bulek, aku malah melihat pasangan yang begitu romantis dan keluarga yang begitu mesra.  Bila membangunkanku dari tidur, bukannya dengan digoyang badannya atau dipanggil namanya, tapi malah dengan nyanyian.... Akupun berjodoh dengan suami yang juga berasal dari keluarga yang harmonis, diapun sabar dan lembut hati..... Jadi hidupku banyak dikelilingi oleh hal-hal baik...

Karena latar belakang kehidupan yang seperti itulah, jadi aneh lihat wanita galak, kukira wanita galak dan judes adanya cuma di sinetron-sinetron.... ternyata oh ternyata....

Kesimpulan pertama, jangan jadi wanita judes bila ingin suami betah di sisi kita. 

Seorang temanku pernah curhat padaku, dia bilang suaminya berselingkuh dengan kekasih lamanya, hingga tidak pulang selama beberapa minggu.  Lalu dia menutup curhatnya dengan kalimat ini :"Beginilah kalau punya suami tidak bermoral".  Akupun menjawab :" Yah, saya tahu itulah kelemahan ibu, itulah yang tidak bisa ibu berikan pada suami ibu yaitu penghargaan. Seburuk apapun seorang suami, dia mendambakan penghargaan dari istrinya".
Wanita perlu tahu, bila seorang lelaki tidak memperoleh penghargaan dari istrinya, dia akan mencarinya dari wanita lain...... 

Kesimpulan keduanya, hargailah suami anda, seburuk apapun dia, pasti banyak hal baik yang dimilikinya yang membuat anda menjatuhkan pilihan untuk sehidup semati dengannya.

Ada temanku yang bercerita, bahwa dia mendirikan perusahaan bersama suaminya, perusahaan itu kemudian berkembang besar.  Tapi ketika perusahaan bertumbuh, dia merasa tidak mendapat pengakuan dari suaminya.  Lalu dia berusaha untuk merintis karier di bidang lain dan dia berhasil, sedang suaminya memegang kendali perusahaan mereka berdua, tapi kemudian perusahaan menjadi kocar kacir.  Dia merasa suaminya begitu egois dan arogan.... pada puncaknya suaminya berselingkuh.........
Apa sih kesimpulanku saat temanku ceritakan ini?
Lelaki itu tidak mau istrinya lebih 'super' dibanding dirinya.  Saat lelaki merasa bahwa istrinya lebih hebat dari dirinya, maka dia akan mencari wanita lain yang membuatnya merasa lebih hebat dari wanita itu.

Kesimpulan ketiga, buatlah suami anda merasa hebat dalam segala galanya di mata anda. Biarpun anda lebih sukses dan lebih pintar darinya, anda harus lebih pintar lagi 'menimang' perasaannya.

Temanku yang pintar dan sukses itu juga bilang, kira-kira begini maknanya :"Aku tuh, tanpa dia juga bisa hidup, secara materi saya mandiri, bisa nyari uang sendiri....".  Dia lupa bahwa yang ditugaskan mencari nafkah oleh Allah adalah suami.... Berarti lelaki punya kecenderungan dan kebanggaan untuk melindungi dan mencukupi kebutuhan wanita.  Bila wanita merasa tidak bergantung lagi pada suami dalam hal materi, maka runtuhlah kebanggaan suami.... Maka, biarpun anda lebih kaya harta dan lebih pintar mencari uang dibanding suami, pandai-pandailah membuat suami merasa bahwa anda bergantung dan sangat bergantung padanya. Apalagi bila dengan kepandaian anda mencari uang membuat anda merasa paling berjasa pada keluarga, suami bisa terbanting harga dirinya dan diapun lari ke wanita lain untuk memperoleh kembali rasa bangganya.  Ingat juga, secara materi anda memang bisa hidup tanpa dia, tapi apakah hati anda bisa hidup tanpa dia?

Kesimpulan keempat, bergantunglah pada suami anda, ciptakan di pikiran suami bahwa anda tidak bisa hidup tanpa dia.

Temanku yang suaminya berpaling ke wanita lain itu ada yang berprofesi di bidang marketing, dia seorang sales eksekutif dari sebuah penerbit Islam.
Suatu hari di musim liburan dia menawariku buku yang harganya jutaan, saat itu aku sedang bersenang-senang bersama anak-anak di Ciater.  Dengan halus aku mengatakan bahwa aku sedang berlibur, mengisyaratkan bahwa aku sedang tidak mau diganggu urusan beli membeli, tapi dia ngotot menjelaskan betapa bagusnya buku itu. 
Beberapa minggu kemudian dia meneleponku di hari minggu, saat aku sedang meluncur ke bendungan Selorejo bersama ibu mertua, kakak ipar, suami, anak, keponakan.... Dia menawariku buku itu lagi, kuputuskan bahwa aku tidak akan membeli buku itu, tak lupa kubilang bahwa aku sedang berlibur agar dia mengerti bahwa aku sedang tidak mau diganggu, tapi dia ngotot bahwa buku itu bagus, berguna, dan banyak lagi.  Akupun mencari alasan lain, kubilang bahwa aku sedang banyak pengeluaran, eh.. dia malah bilang bahwa aku tidak harus membayar bulan ini, pokoknya bila aku order di bulan ini, aku bisa mendapat potongan harga, lalu dia bercerita lagi tentang diskon-diskonnya panjang lebar.  Terpaksalah aku mengatakan yang sebenarnya, bahwa aku sedang tidak mau diganggu. 
Tak lama berselang, untuk ketiga kalinya dia meneleponku lagi, menawariku lagi buku yang sama, untung aku sedang tidak liburan....  Kembali aku menolak dan kembali dia menceritakan kehebatan buku itu panjang lebar.  Dia lalu bilang bahwa aku pasti membeli buku itu bila aku melihatnya, dia akan datang ke Malang untuk menunjukkan padaku buku aslinya....
Apa kesimpulan anda? .... hmmm... apa sama dengan kesimpulan saya ya....Hmm... betapa ngotot dan  menjengkelkannya wanita satu ini.  Aku jadi bertanya-tanya, apakah begini juga cara dia memarketingkan dirinya sendiri pada suaminya?
Karena ingin menolongnya, kusampaikan perasaanku dengan jujur padanya, kukatakan mungkin inilah yang membuat suaminya tidak betah berada disisinya yaitu sifatnya yang suka ngotot.  Eh.. la kok dia malah menjawab bahwa dia itu paling tahu bagaimana menghadapi suaminya, urusan marketing lain dengan urusan suami, katanya.  Tapi kembalilah hati ini bertanya, bila dia paling tahu cara menghadapi suaminya, mengapa suaminya malah berpaling ke wanita lain?
Selain suka ngotot dan tidak mau tahu situasi, ternyata dia juga merasa sok benar.

Kesimpulan kelima, jangan jadi wanita yang suka ngotot, tidak peka terhadap situasi dan merasa sok benar sendiri.

Sering sekali kita temui, seorang wanita yang bertahan dengan suami yang selalu menyakiti hatinya demi anak-anak.  Aku hanya ingin mengingatkan, lakukanlah segala sesuatu karena Allah, menikah karena Allah, berpisah atau bertahan karena Allah. Bila anda memutuskan sesuatu bukan karena Allah, mungkin karena anak-anak, karena keluarga, karena takut jadi janda dll dll.... maka bukanlah kebahagiaan yang anda dapat. Allah ingin anda bahagia, ambillah keputusan karenaNya saja.

Kesimpulan keenam, menikahlah karena Allah.  Bila sedang dalam pernikahan yang genting, maka putuskanlah untuk berpisah atau bertahan karena Allah.

Aku pernah membaca di sebuah majalah, bahwa 60% kebahagiaan dalam rumah tangga disumbang oleh kepuasan seks. Cocok sekali dengan aturan agama yang mengharuskan seorang istri selalu siap melayani suami tiap kali suami meminta, kecuali sedang haidh, sedang sakit atau udzur lain yang dibenarkan agama. Untuk ini istri harus ahli betul bagaimana cara memuaskan suami, tapi tak perlu belajar dari mana-mana lho ya...hehehe.... berjalan saja secara alamiah. Kalau menurutku sih lakukanlah dengan penuh gairah dan cinta, itu sudah cukup membuat suami klepek klepek... Kadang juga istri sedang tidak mood atau sedang capek.....gimana dong? .....sstt ... rahasianya ini nih.... lakukanlah karena Allah, karena ingin mematuhi Allah, lalu berdoalah agar Allah juga memberi anda 'hadiah' berupa kepuasan dalam keintiman yang hendak terjalin.  Dijamin deh, baik suami maupun anda akan bertemu di 'puncak asmara'.

Kesimpulan ketujuh, jadilah wanita yang ahli di 'ranjang', lakukanlah karena mematuhi Allah.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)

Dari ayat tersebut diatas, jelaslah bahwa bila kita wanita baik-baik/shalihah, gak usah khawatir bakalan punya suami yang 'sableng' .  Sudah jelas dalilnya, Allah pasti menyediakan buat wanita salihah seorang suami yang saleh pula. 
Mungkin anda bertanya, kenyataan di masyarakat kok gak gitu ya? Kadang istrinya baik dan sabar, tapi suaminya pemabuk, kadang istri taat tapi suaminya koruptor, istri baik dan setia tapi suaminya doyan 'jajan' .....dll dll.. Mungkin cerita singkatku ini bisa menjelaskannya.

Aku punya seorang teman wanita yang taat shalat 5 waktu dan baik budi pekertinya, tapi mendapat suami yang selalu menyakitinya baik fisik maupun mental.  Ternyata dulu saat mereka berdua menikah, wanita ini belum menjadi wanita salihah, niat mereka menikah karena cinta.  Dalam perjalanan hidupnya wanita ini mendapat hidayah dan menemukan jalan Allah, sementara suaminya tetap tidak saleh.
Jadi menjadi salihah harus dimulai saat masih gadis, gadis yang salihah akan menikah karena Allah, bukan karena hal lain.
Juga ada perbedaan antara wanita salihah dengan wanita yang merasa salihah, atau wanita yang terlihat salihah. Menjadi wanita salihah ada di luar (berupa ketaatan akan aturanNya) dan di dalam hati (berupa hati yang bening dan terjauhkan dari berbagai penyakit hati)

Jadi bila anda sedang ditinggal suami berselingkuh, jangan sibuk menyalahkan suami.  Coba koreksi diri dulu, apakah anda wanita salihah yang pantas Allah sediakan suami yang saleh?  Ataukah anda seorang wanita yang merasa salihah?

Kesimpulan kedelapan, jadilah wanita baik-baik / salihah.

Kadang-kadang wanita suka sekali membanding-bandingkan penghasilan dan kekayaan suaminya dengan tetangga. Kadang tetangga punya sepeda motor baru, atau televisi baru... sudah membuatnya merengek-rengek pada suaminya minta dibelikan juga.  Istri matre model begini sering membuat suami bosan dan tertekan,  jadi....

Kesimpulan kesembilan, jangan meminta pada suami sesuatu yang diluar kemampuannya. 

Resep ampuh agar tetap disayang suami menurut hadist adalah “Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya” (Al Hadits)

Akupun bertanya pada temanku yang laki-laki, apa sih yang membuat seorang suami tetap setia?  Jawabannya ini nih :
- karena istrinya mampu membuatnya merasa nyaman
- istri yang lembut hati hingga suami merasakan kesejukan dan ketenangan 

Jawaban suamiku sungguh singkat dan sederhana, katanya bila kita menikah karena Allah, semuanya akan baik-baik saja......
 
Sumber : 
http://innuri.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-suami-betah-disisi-kita.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Isagenix