Kamis, 25 Agustus 2011

6 Cara Cegah Perceraian Sejak Sebelum Menikah

Tren kawin-cerai yang semakin marak belakangan ini membuat banyak pasangan khawatir. Untuk mengurangi risiko berpisah setelah menikah, perhatikanlah 6 hal berikut ini.

Sebab-sebab perceraian di Indonesia, faktor ekonomi, perselingkuhan, sampai kekerasan dalam rumah tangga merupakan beberapa faktor yang bisa menjadi penyulut kasus perceraian. Tentu Anda yang sedang berencana menikah tak ingin merasakan kasus serupa. Perceraian bisa dicegah, bahkan jauh sebelum pernikahan.

Pernikahan memang membutuhkan banyak kompromi, kedewasaan, serta komitmen penuh. Ketika Anda sudah memutuskan pernikahan, maka Anda sudah setuju akan komitmen seumur hidup dengan pasangan. Siap berkompromi dengan berbagai kekurangannya dan menghadapi berbagai masalah dengan kedewasaan.

Dikutip about, ada beberapa hal yang jika diperhatikan sebelum menikah dapat mengurangi risiko perceraian. Jika hampir semua hal-hal ini bisa dipenuhi, diyakini risiko perceraian akan berkurang. Tetapi bila masih banyak yang belum bisa dipenuhi, tak ada salahnya Anda menunggu demi kebaikan berdua.

Faktor Usia
Usia sangat menentukan kesuksesan pernikahan. About menyarankan Anda berusia paling tidak 25 tahun ketika akan menikah. Sebelum berusia 25 tahun, kemungkinan kemampuan komunikasi dan pengalaman hidup Anda masih sangat berkurang. Dikhawatirkan juga ketika menikah sebelum usia ini penghasilan Anda masih belum cukup dan umumnya menikah karena alasan yang salah. Kematangan intelektual juga dipercaya makin mantap setelah usia 25 tahun. Dengan bekal tersebut diharapkan Anda bisa lebih dewasa dan percaya diri ketika menghadapi pernikahan serta berbagai masalah di dalamnya.

Apabila Anda belum berusia 25 tahun dan berencana untuk menikah, perlu diingat Anda harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap hubungan Anda. Jangan mengeluh di kemudian hari jika kehidupan Anda berubah dan kebebasan serta waktu bersama teman sangat berkurang. Pahami risiko dan konsekuensi yang akan dihadapi setelah menikah. Jangan mengharapkan Anda bisa mendapatkan segala yang diinginkan, pernikahan adalah kompromi, ego pribadi harus sangat dikurangi.

Hubungan Keluarga
Orang tua seringkali menekankan pada bibit bebet bobot. Hal itu memang bukan tanpa alasan, menurut penelitian risiko perceraian meningkat 14% jika menikah dengan pasangan yang memiliki orang tua bercerai. Tentunya sebab perceraian orang tua dan bagaimana orang tua menangani perceraiannya juga berpengaruh.

Pandangan seseorang terhadap pernikahan seringkali dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Tentu tak menutup kemungkinan pasangan yang mempunyai orang tua tidak bercerai menjamin 100% pernikahannya akan langgeng. Hubungan keluarga hanya salah satu faktor yang ikut mempengaruhi, tapi bukan menentukan sepenuhnya.

Saling Membantu
Pria yang terlihat mau membantu pekerjaan rumah tangga dipercaya membawa efek baik bagi pernikahan. Rumah tangga memang menjadi tanggung jawab bersama suami-istri, karena itu kerjasama saling membantu sangatlah penting untuk menjaga iklim yang baik dalam pernikahan. Hal ini juga bisa membantu mengurangi salah satu sumber konflik yang bisa merusak pernikahan.

Kondisi Ekonomi
Hitung perkiraan berapa pengeluaran Anda secukupnya ditambah tabungan untuk masa depan. Perhitungkan apakah pemasukan Anda dan pasangan sudah bisa menutupi hal tersebut. Memang uang bukan satu-satunya sumber kebahagiaan dalam pernikahan, tapi tak bisa dipungkiri banyak pasangan memulai konfliknya karena sebab ini. Data yang dilansir Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung mengatakan sebab perceraian nomor satu di Indonesia pada tahun 2010 adalah karena masalah ekonomi.

Memang tak perlu menunggu sampai kaya raya untuk bisa menikah. Tapi paling tidak kebutuhan dasar dan sedikit tabungan sebaiknya sudah bisa dipenuhi baik oleh suami maupun secara bersama-sama. Bicarakan hal ini secara terbuka dengan pasangan untuk menghindari konflik di kemudian hari. Sepakati rencana keuangan Anda termasuk apakah sang istri juga sangat diharapkan membantu perekonomian keluarga atau tidak. Jangan pernah merasa tabu membahas hal ini. Lebih baik jelas dari awal daripada menimbulkan konflik di kemudian hari.

Perbedaan Keyakinan dan Budaya
Pasangan dengan perbedaan keyakinan atau dengan pernikahan antar bangsa sebaiknya membicarakan banyak hal sebelum menikah. Bagaimana Anda akan menjalani ritual agama, bagaimana dengan agama yang akan dianut anak-anak, anak-anak akan mengikuti kewarganegaraan siapa, dan isu-isu lain seputar perbedaan keyakinan serta budaya yang sangat berpengaruh.

Membicarakan hal ini dari awal bukan berarti nantinya pernikahan Anda bebas konflik. Tapi setidaknya beberapa hal penting sudah disepakati untuk menghindari perselisihan di kemudian hari. Pasangan dengan kondisi seperti ini harus memiliki komitmen yang sangat tinggi, mau berkompromi, dan tidak mudah menyerah pada konflik. Tak ada salahnya meminta pendapat ahli pernikahan atau pemuka agama sebelum menjalani pernikahan.

Pernah Menikah
Secara teori risiko perceraian pada pernikahan kedua memang menurun sebanyak 3%. Tapi tetap saja ada beberapa hal yang bisa jadi potensi konflik dari sejarah pernikahan sebelumnya. Jika pasangan Anda pernah menikah, pastikan Anda sudah sepakat dan membicarakan dengan jelas isu-isu seputar mantan istri, anak dari pernikahan sebelumnya, dan kondisi keuangan setelah menikah.

Perhatikan juga baik-baik sebab perceraian dan kepribadian pasangan. Usahakan untuk mencari informasi tak hanya dari satu sumber dan satu sisi. Yakinkan diri Anda untuk siap menghadapi risiko yang akan ditemui bila membina rumah tangga dengan pasangan yang pernah bercerai. Coba jalani penjajakan lebih lama untuk mengetahui sifatnya lebih dalam. Jangan sampai dibutakan oleh cinta, coba dengar pendapat dari orang-orang terdekat Anda.

Sumber :
http://www.wolipop.com/read/2011/08/08/080837/1698537/854/6-cara-cegah-perceraian-sejak-sebelum-menikah

Rabu, 24 Agustus 2011

4 Mamfaat Bertunangan Sebelum Menikah

Banyak pasangan yang tidak melihat pentingnya bertunangan sebelum menikah, sehingga tidak banyak juga yang melakukannya. Padahal, ada beberapa budaya yang memang menganjurkan adanya proses pertunangan terlebih dulu, sebagai tahap awal sebelum menuju ke gerbang perkawinan.
Namun, seiring dengan perkembangan masa, banyak orang yang kurang memahami manfaat yang dapat diperoleh melalui masa pertunangan dan menganggap hal ini hanyalah bagian dari formalitas belaka. Nah, jika Anda memang sekarang sudah memasuki hubungan yang lebih serius daripada berpacaran dan ingin lanjut ke pernikahan, coba pertimbangkan masalah pertunangan dengan membaca beberapa manfaatnya berikut ini:

1. Pertunangan menjadi pijakan solid sebelum pernikahan
Begitu Anda menyatakan akan menjadi pasangan si dia selamanya, dalam masa ini Anda berdua akan belajar untuk saling mendengarkan satu sama lain, mendiskusikan berbagai perbedaan pandangan, dan yang terpenting adalah merayakan perjalanan cinta dan komitmen Anda.

2. Lewat pertunangan, Anda belajar merencanakan
Tidak perlu sampai ke rencana masa depan keluarga dulu. Saat bertunangan, Anda pasti akan sibuk membuat rencana untuk hari pernikahan, bukan? Dari situ Anda akan belajar bagaimana merencanakan suatu hal yang penting, sehingga sebisanya harus mengakomodasikan kebutuhan dan keinginan kedua belah pihak. Jika di fase ini sudah lulus, tentunya akan lebih mudah bagi Anda untuk membuat rencana-rencana lainnya, seperti waktu untuk memiliki anak misalnya.

3. Membiasakan diri pada kenyataan Anda tak lagi hidup sendiri
Kalau dulu sewaktu masih berpacaran Anda tidak perlu setiap kali pamit ketika akan pergi, kini Anda belajar sedikit tentang berbagi hidup dengan orang lain. Sejauh mana Anda dapat merasa nyaman ketika hidup ini tidak lagi dijalani sendiri dan apakah Anda dapat selalu jujur mengatakan apa yang Anda lakukan. Selain itu, Anda juga akan belajar untuk memberi kepercayaan pada pasangan untuk mengambil tindakan yang berdampak besar terhadap Anda berdua.

4. Belajar menghadapi peran yang baru
Jika dulu hidup Anda diisi dengan peran sebagai anak, pekerja di kantor, dan kekasih, kini ada peran baru yang perlu Anda pelajari: yaitu menjadi (calon) istri. Untuk itu, Anda bisa jadi akan mulai belajar mengurus rumah sendiri -dengan asumsi nantinya Anda tidak lagi tinggal di rumah orangtua. Selain itu, bagaimana mengurus suami dengan menyiapkan makanan serta segala keperluannya. Belajar memasak ataupun pekerjaan rumah tangga akan menyenangkan untuk dilakukan pada masa ini.

Sumber :
http://blog.indojunkers.com/2011/07/4-manfaat-bertunangan-sebelum-menikah/

Ini Dia Perbedaan Cinta & Nafsu

Banyak wanita yang masih tidak percaya dan tidak menyadari bahwa ada pria yang mencintai mereka secara tulus. Meskipun setiap hubungan tidak ada yang sempurna, namun ketulusan seorang pria benar-benar bisa Anda rasakan, jika telah menemukan pria yang tepat.
Mungkin Anda bertanya-tanya apakah kekasih mencintai dengan tulus atau hanya nafsu belaka? Temukan jawabannya berikut ini, seperti dilansir dari Associated Content.

Tidak akan Mempermainkan Anda
Seorang yang tulus dari hati mencintai Anda akan sangat menghargai dan menghormati kekasihnya. Ketika dia ingin menjaga kehormatan Anda, maka ia tidak menganggap seks sebagai hal utama dalam hubungan asmara. Sebaliknya, jika dia hanya mencintai tubuh Anda, dia kerap merayu dan menggoda Anda untuk bisa selalu bermesraan sampai ia mendapatkan keinginannya.

Menerima Kekurangan Anda
Pria yang benar-benar mencintai Anda dapat menerima kekurangan Anda dan tidak berusaha mengubahnya. Kalaupun dia ingin Anda berubah, akan dilakukannya pelan-pelan dengan kasih sayang yang mungkin tidak Anda sadari. Dia pun tidak lagi mencari wanita terbaik, karena dia merasa Anda yang terbaik, sehingga dengan mudah ia memutuskan untuk berkomitmen.
Berbeda dengan pria yang tidak tulus, baginya kecantikan dan kesempurnaan fisik menjadi hal utama. Anda harus tampil seksi, feminin atau dituntut selalu merias diri.

Si Dia Tidak Ingin Dilupakan
Pria yang mencintai Anda tidak ingin dilupakan oleh kekasihnya. Sesibuk apa pun dia, biasanya akan selalu menyempatkan untuk menghubungi Anda. Perhatian kecil seperti mengingatkan makan, mengucapkan selama tidur dan membukakan pintu mobil bisa menjadi isyaratnya jika dia benar-benar mencintai Anda. Sedangkan pria yang hanya menginginkan ‘sesuatu’ dari wanita untuk memuaskan hasratnya, biasanya mereka mendekati wanita ketika sedang rindu atau ketika ada perlu saja.

Tidak Ada Kata Bosan
Meskipun telah menjalin kasih bertahun-tahun namun dia tidak pernah merasa bosan. Meskipun setiap hari bersama dan sesekali bertengkar, namun si dia tidak pernah merasa lelah dengan hubungannya. Berbeda dengan pria yang hanya melihat hubungan asmara sebagai hubungan untuk bersenang-senang saja, ketika dia merasa wanitanya tidak menarik lagi, maka tanpa pikir panjang mereka akan pergi meninggalkannya.

sumber :
http://blog.indojunkers.com/2011/06/ini-dia-perbedaan-cinta-nafsu/

Selasa, 23 Agustus 2011

Tips Ungkapkan Cinta Tanpa Kata

Jangan pernah menyepelekan ekspresi cinta. Jika pun Anda tidak tahu cara mengungkapkan cinta, kebiasaan baik ini bisa dilatih dan diupayakan. Tujuannya agar hubungan cinta dengan pasangan tetap hangat dan membuat pasangan merasa dicintai.

Seperti dilansir kompas.com, psikiater dari klinik Angsamerah, dr Eka Viora, SpKJ, menjelaskan ungkapan cinta kepada pasangan bisa disampaikan melalui kata maupun perilaku. Jika cinta ibarat nyala api, ungkapan cinta adalah bahan bakar yang membuat nyala api ini tetap terjaga dan tidak akan meredup.

Mengungkapkan cinta kepada pasangan menikah menjadi penting, kata dr Eka, karena jika hubungan berpasangan minim ungkapan cinta dampaknya meluas ke diri pasangan maupun ke hubungan itu sendiri. Jika pasangan tak bisa menangkap keinginan atau kebutuhan pasangan mengenai pernyataan cinta, pasangan akan mencarinya di tempat lain. Tidak adanya ungkapan cinta dalam hubungan pasangan menikah, dalam waktu panjang, juga memicu perceraian bahkan percobaan bunuh diri.

"Kalau tidak ada intervensi, salah satunya dengan berkonsultasi, masalah hubungan berpasangan akan berujung pada perceraian. Bahkan ada pasien yang datang karena memendam masalah sekian lama. Pada usia 66 tahun, perempuan ini datang konsultasi dengan masalah hubungan pernikahan yang disebabkan kurangnya ungkapan kasih sayang dari pasangannya. Ia bahkan sudah melakukan percobaan bunuh diri karena masalah yang dialaminya," jelas dr Eka.

Kalau Anda merasakan masalah serupa, merasa kurang dicintai karena minimnya ungkapan cinta, jangan menyerah. Anda dan pasangan masih bisa mengupayakan kehangatan hubungan. Toleransi menjadi kunci utamanya, memahami pasangan dengan melihat kembali pola asuh di keluarganya. Karena menurut dr Eka, anak yang tumbuh dengan minim ungkapan cinta cenderung tidak sensitif terhadap orang lain dan tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengungkapkan cinta.

Anda juga tak harus menuntut pasangan mengungkapkan cinta, namun lebih kepada mencari solusi bersama. Cara paling sederhana, mulailah dengan membuat catatan kecil mengenai perasaan cinta kepada pasangan, atau berikan kejutan cinta apapun bentuknya. Belajarlah berlatih mengungkapkan cinta secara verbal secara bertahap bersama pasangan, saran dr Eka.


Ada beberapa cara lain untuk mengatakan "Aku menyintaimu" tanpa kata-kata. Tujuannya untuk menciptakan kehangatan dan kenyamanan karena dia merasa dicintai Anda. Coba saja praktekkan cara dari dr Eka ini:
  • Genggam tangan pasangan, ini menunjukkan bahwa kita selalu ingin dekat dengannya. Kontak tangan berbicara tentang kehangatan dan persatuan.
  • Rangkul dan peluk pasangan, karena transmisi panas memeluk akan berbicara tentang perlindungan.
  • Tatap mata pasangan saat berbicara dengannya, karena dengan mempertahankan kontak mata ketika berkomunikasi, dia akan merasakan adanya ketulusan dan rasa percaya.
  • Jangan ragu memberikan ciuman sepanjang waktu, pagi, siang, sore, malam hari. Ciuman juga bisa dikonversikan sebagai kebiasaan sehari-hari. Bukan hanya ciuman erotis tetapi lebih kepada ciuman lembut di pipi, dahi, tangan, mata, dan bahunya. Pasangan akan merasa dicintai sepanjang hari dengan cara ini.
  • Peka terhadap pasangan yang sibuk seharian. Saat pasangan sibuk, berikan perhatian kepadanya. Hadiahkan pijatan lembut di pundak, punggung, atau kaki. Hadiah dari Anda membuat pasangan lebih rileks dan membantunya mengurangi stres.
  • Berikan kejutan dengan catatan cinta, puisi cinta, bunga, atau makan malam romantis, tuliskan sesuatu melalui akun jejaring sosialnya, atau ciptakan perjalanan yang tak pernah diduganya namun begitu didambanya.
Laki-laki umumnya lebih sulit mengungkapkan cinta, namun kondisi ini bisa berubah jika Anda dan pasangan mau mengubahnya untuk menciptakan hubungan yang jauh lebih hangat dan sehat.

Sumber :
http://www.taukahkalian.com/2011/07/tips-ungkapkan-cinta-tanpa-kata.html

Pra Nikah: Bagaimana Mengenal Calon Pasangan

Konon angka perceraian di Indonesia meningkat luar biasa. Entahlah apa yang menyebabkannya. Apakah karena wanita saat ini lebih mandiri, sehingga kapan saja ia merasa perlu melepas pasangannya, ia dapat segera melakukannya? Ataukah kemampuan para suami untuk berkomunikasi dengan baik pada pasangan semakin berkurang? Atau begitu banyaknya godaan di luar sana, karena pergaulan yang semakin permisif antara pria dan wanita? Atau keliru memilih?Karena begitu banyak pasangan yang bercerai dengan alasan: tidak cocok.
Mungkin masih banyak penyebab lain, tapi saya sedang tertarik pada alasan yang terakhir saya sebutkan. Tidak cocok. Menarik! Kenapa saya tertarik? Karena terus terang saya penasaran, bagaimana ketidakcocokan itu muncul? Apakah sejak pertama kali mengenalnya, di awal pernikahan atau di tengah jalan pernikahan?
Jika mengenal ketidakcocokan di awal, kenapa menikah? Hmmm....bisa jadi karena ketika sebelum menikah ketidakcocokan itu tidak disadari.....artinya keliru mengenal pasangan!

Ya, begitu banyak pasangan yang tidak menyadari bahwa antara dia dan pasangan mengalami ketidakcocokan yang sangat prinsip, bisa jadi karena ketika masa perkenalan, memang tidak dibicarakan hal-hal yang penting untuk dibicarakan, lebih banyak ngaler ngidul nggak karuan, atau lebih banyak membicarakan hal-hal romantis, daripada hal yang prinsip.

Lantas, bagaimanakah cara kita mengenal pasangan sebelum memutuskan untuk menikahinya?
Pertama, adalah kenalilah diri kita. Siapa kita? Apa yang kita inginkan? Apa yang membuat kita bahagia? Tahukah kita akan hal tersebut? Banyak pasangan yang menikah hanya karena cinta sesaat, bahagia karena rayuan cinta, lalu diterimalah pinangannya. Masalahnya apakah benar, setelah menikah, kita akan tetap bahagia hanya dengan rayuan cinta?

Kebahagiaan sedikit banyak tercipta dari terpenuhinya kebutuhan kita. Menurut Maslow, kebutuhan ada 5 tingkatan.

1. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
3. Kebutuhan Sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian, hadiah, dan lain-lain
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuai dengan bakat dan minatnya


Dimanakah kita berada? Apakah pasangan kita dapat memenuhi kebutuhan tersebut?

Jadi teringat pada masa-masa ta'aruf. Ketika itu saya menyadari bahwa rasa aman dan cinta adalah kebutuhan bagi saya. Saya tidak bisa hidup dengan pasangan yang terus menerus "meneror" saya dengan kemarahan. Saya mendambakan pasangan yang lembut dalam bertutur, dan sabar dalam mendidik. Saya tidak mau hidup dengan pasangan yang kasar dan mengancam saya. Maka saya mencari informasi tentang ini, sebelum saya memutuskan untuk menikah.

Hal lain, bagi saya beraktualisasi diri, juga adalah kebutuhan. Hanya dengan pemahaman bahwa seorang istri itu sebaik-baiknya berada di rumah, maka saya sudah membuat formula bagaimana saya bisa beraktualisasi diri dari rumah. Rumah adalah pusat aktivitas saya. Namun tentunya hal ini tetap memerlukan dukungan dari pasangan. Maka saya mengecek bagaimana kesiapan pasangan untuk mendukung niatan tersebut.

Kenali dan kenali terus kebutuhan kita. Kadang suatu pernikahan tidak mencapai kebahagiaan karena ketidaksesuaian antara kebutuhan dengan pemenuhan kebutuhan. Istri senang dicurhati, suami tidak pernah curhat. Istri senang bercanda, suami serius sekali.

Semakin banyak kita mengenali kebutuhan-kebutuhan tersebut, tentu semakin banyak yang akan kita cek, kita tanyakan pada sabahat dan keluarganya, tentu dengan cara-cara yang cerdas, supaya calon pasangan kita tidak kabur:P

Kedua, bagaimana pengalaman dan pemahaman agamanya? Saat ini banyak sekali pemahaman-pemahanan yang nyeleneh dan aneh. Tentu kita akan sulit berdampingan dengan pasangan yang pemahamannya berbeda dengan kita. Karena agama adalah hal yang prinsip, yang akan mewarnai segala hal, baik ibadah maupun dalam keseharian. Mengetahui ustadz siapa yang sering menjadi tempat calon pasangan mencari ilmu, buku apa yang sering dijadikan rujukan oleh calon pasangan, dapat memberikan gambaran kepada kita bagaimana pemahamannya. Diskusi hal yang prinsip dari mulai pemahaman akidah, cara sholat sampai isu-isu kontemporer, juga baik untuk dilakukan.

Ketiga, bagaimana keluarganya? Kepribadian seseorang, sebagian besar terbentuk di masa kecilnya. Masa kecil berarti tercermin dari seperti apakah keluarganya? Apakah keluarga yang over convident sehingga tercipta calon pasangan yang dominan? Apakah keluarga yang permisif sehingga tercipta calon pasangan yang lebih mencari hak daripada menjalankan tanggungjawab? Apakah keluarga yang otoriter sehingga tercipta calon pasangan yang kurang inisiatif dan miskin kemampuan berkomunikasi? Walau tidak menutup mata bahwa di tengah perjalanan kehidupan, seseorang bisa berubah, karena adanya hidayah. Tapi melihat bagaimanakah pola asuh yang secara umum terjadi dalam keluarga tersebut, akan memberikan pemahaman kepada kita, seperti apakah sosok pasangan kita tersebut.

Keempat, seperti apakah sifat-sifat kita? Seperti apakah sifat pasangan kita? Apakah bisa hidup bersama?

Kelima, seperti apakah visi dan misi hidup calon pasangan ke depan? Apakah visi dan misi tersebut kita sukai? Apakah kelak kita akan dapat mendukungnya? Apakah sesuai dengan visi dan misi hidup kita?

Phew...banyak sekali ya...yang perlu dikenali, apa nggak BT tuh calon pasangan kita. Sekadar berbagi, penulis teringat pada berlembar-lembar surat perkenalan kepada calon suami, plus rentetan pertanyaan yang saya berikan pada calon suami. Alhamdulillah waktu itu ia mau menjawabnya, dengan baik.

Kami tidak pacaran, kami hanya ta'aruf selama tujuh hari. Tujuh hari yang melelahkan karena harus membicarakan hal-hal yang berat. Setiap harinya mengalami H2C (harap-harap cemas) yang amat sangat. Alhamdulillah tujuh hari yang melelahkan itu, terus membawa manfaat positif hingga kini.

---

Apakah pasangan akan menikah hanya jika dia cocok 100%? Bisa ya, bisa tidak, tergantung Anda? Yang saya alami adalah menilai apakah ketidak cocokan itu masih bisa saya hadapi atau tidak? Karena tentu sulit menemukan yang 100% sesuai dengan keinginan hati.

Semoga tulisan ini menambah semangat bagi Anda yang sedang mengenali pasangannya. Bukan menambah kebingungan yang sedang Anda rasakan.
Sumber : 
http://ruangjodoh.com/artikel/8-pra-nikah-bagaimana-mengenal-calon-pasangan.html

Rabu, 17 Agustus 2011

Tips Pernikahan Hemat.

Souvenir_Tips Pernikahan Hemat_Siapapun yang ingin melakukan pernikahan harus siap anggaran yang direncanakan, tentunya bisa mahal bisa juga sederhana. Ingin menikah tapi memiliki budget terbatas untuk menggelar pestanya? Jangan khawatir, tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk merayakan pernikahan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar pernikahan impian bisa tercapai.
Rumah Pun Bisa
Menggelar pernikahan tidak harus di tempat yang mewah. Rumah sendiri pun bisa disulap menjadi tempat acara yang indah tergantung bagaimana Anda mendekorasinya. Dengan menggelar pernikahan di rumah, Anda bisa menghemat biaya.

- Gedung Tidak Harus Mewah dan Strategis
Kalaupun terpaksa menggelar pernikahan di gedung, pilihannya tidak selalu pada gedung yang berlokasi strategis dan mewah. Anda bisa pula memilih gedung yang tidak disewakan secara komersial seperti balai warga atau gedung olahraga di sekitar rumah Anda. Perlu diingat, tujuan diadakannya acara pernikahan di gedung adalah agar semua tamu yang diundang bisa masuk dan mengikuti acara. Selain itu agar kedua calon mempelai tidak terlalu repot dan susah menyiapkan tempat. Sebaiknya pilih waktu pelaksanaannya pada siang hari, mengingat biaya akan menjadi relatif lebih murah dalam hal penyediaan listrik.

- Menyewa, Bukan Membeli Pakaian Pengantin
Akan lebih menghemat jika Anda memilih menyewa baju pengantin. Namun jika keputusan Anda ingin membeli baju pengantin (baik gaun, kebaya, jas atau beskap), sebaiknya pilih dari bahan yang tidak terlalu mahal namun tetap terlihat bagus dan elegan. Selain itu, pilih model yang bisa dipakai lagi untuk kesempatan lain. Demikian pula dengan aksesoris pengantin seperti sepatu, perhiasan, kain, dan sebagainya. Anda pun bisa memakai atau meminjam perlengkapan pernikahan dari ibu atau mertua Anda. Misalnya gaun atau kebaya pengantin yang pernah mereka pakai.

- Membatasi Jumlah Tamu
Membatasi jumlah tamu akan mengurangi biaya pernikahan. Pilih dengan baik siapa saja yang akan Anda undang. Mulailah dari yang terdekat seperti keluarga, teman, hingga relasi dan rekan kerja Anda.

- Makanan yang Bervariasi
Tidak perlu banyak-banyak memesan makanan. Yang penting bervariasi. Daripada terlalu banyak menaruh makanan di meja, lebih baik menyiapkan tempat makanan secara terpisah dengan menu yang berbeda dan dalam jumlah banyak. Selain mengurangi antrian, para tamu yang datang juga tidak akan merasakan kehabisan makanan karena bervariasinya makanan.

- Undangan dan Suvenir yang Personal
Anda bisa mendesain sendiri undangan di komputer kemudian menyerahkan ke percetakan dan dicetak dengan kertas yang tidak terlalu mahal. Demikian pula dengan suvenir yang bisa Anda buat beberapa bulan sebelumnya. Misalnya kipas, potpourri, notes dan masih banyak lagi.

- MC dan Entertainment
Meminta teman, keluarga atau kerabat Anda untuk menjadi MC di hari pernikahan bisa mengurangi biaya. Anda bisa juga meminta bantuan mereka untuk menyumbang tenaga. Misalnya jika ada teman yang pandai menari atau menyanyi, mintalah ia untuk menari atau menyanyi di hari pernikahan Anda.

- Foto dan Video
Pernikahan adalah momen yang paling berharga. Karena itu, dibutuhkan seorang fotografer dan videografer untuk merekam hari istimewa ini. Minta teman yang memiliki peralatan lengkap dan berpengalaman dalam bidang fotografi dan videografi untuk menjadi fotografer dari seluruh acara pernikahan.

- Wedding Organizer
Agar praktis, Anda bisa memanfaatkan jasa wedding organizer. Pertimbangannya, wedding organizer tidak hanya membantu pada saat hari H-nya saja, tapi juga membantu menyiapkannya jauh-jauh hari. Memang ada tambahan biaya, tapi kalau pekerjaan yang mereka lakukan banyak membantu Anda, tidak menjadi soal. Dan bukan tidak mungkin dari keseluruhan total biaya yang Anda keluarkan justru Anda bisa menghematnya, mulai dari hemat biaya mondar-mandir pesan pernak-pernik pernikahan, sampai dengan biaya yang tidak terlihat seperti hemat tenaga, waktu dan fisik Anda.

- Ambil Sistem Paket
Sebagian dari Anda mungkin merencanakan pernikahan dengan anggaran terbatas. Artinya Anda tidak mau pusing-pusing menghitung biaya yang harus dikeluarkan tiap item, seperti undangan, dekorasi, gedung, katering dan sebagainya. Daripada pusing memilih undangan, suvenir, fotografer, menu, dan sebagainya, lebih baik pilih paket yang mencakup keseluruhan. Bahkan, adapula paket pernikahan yang juga mencakup bulan madu. Anda bisa lebih hemat tak hanya dari segi biaya, tapi juga tenaga dan waktu.

Sumber :
http://dotproductions.wordpress.com/2011/06/10/tips-pernikahan-hemat/

Tips Mengatasi Konflik Menjelang Pernikahan

Konflik menjelang pernikahan kerap terjadi menimpa pasangan. Selain berdebar-debar menantikan pesta pernikahan, pasangan yang akan menikah pasti juga stress mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan nanti. Semuanya ingin agar berjalan sempurna, sehingga tak jarang timbul berbagai konflik. Untuk mengatasinya ada beberapa solusi seperti di bawah ini.

1. Impian pesta sempurna
Pesta penikahan berjalan sempurna adalah impian semua perempuan. Namun, reaksi beberapa calon pengantin akan hal ini terkadang berlebihan. Mereka merasa harus mengatur sendiri semua detail pesta agar berjalan sesuai rencana.
Solusi: Tak ada yang sempurna di dunia ini. Jika Anda mencoba mewujudkannya dengan cara yang kontroversial dan penuh emosi, Anda malah kehabisan tenaga dan bisa kehilangan hubungan baik dengan beberapa pihak

2. Harus menyenangkan orang lain
Faktor budaya juga membuat calon pengantin merasa harus menyenangkan semua orang dengan pesta pernikahan yang akan dibuat, termasuk si dia, orangtua, dan para undangan. Meski pernikahan seharusnya jadi saat berharga milik Anda dan pasangan, biasanya banyak yang ingin memberi saran.
Solusi: Untuk masalah ini, Anda memang harus sedikit bersabar. Pernikahan tak hanya momen istimewa bagi Anda dan pasangan, tapi juga untuk orang-orang di sekitar Anda (baca: keluarga besar). Walaupun Anda ingin pesta berjalan sukses seperti yang Anda inginkan, hubungan dengan kerabat dan keluarga dekat tetap perlu dijaga. Terima saran-saran yang memang masuk akal.

3. Diet
Penampilan sempurna di hari pernikahan adalah impian perempuan. Itu sebabnya, mereka berusaha mencapai berat badan ideal. Yang membuat para calon pengantin pria kesal adalah mereka pun kena imbasnya karena dipaksa diet.
Solusi: Boleh saja tampil sempurna, tapi sebaiknya tidak dengan cara memaksa. Jika ingin berhasil membuatnya menurunkan berat badan, ajak si dia olahraga bersama. Katakan saja ini untuk menjaga stamina menjelang hari pernikahan dan persiapan malam pertama.

4. Dana
Biaya resepsi pernikahan memang kian mahal. Meski anggaran sudah ditetapkan, sering kali meleset. Apalagi jika Anda tergoda menambah item-item untuk menyempurnakan pesta. Akhirnya dana kurang dan Anda stres.
Solusi: Memang tak salah jika Anda berkeinginan membuat pesta yang wah. Namun, jangan lupakan ketersediaan dana. Banyak orang, mungkin termasuk Anda, akhirnya terpaksa meminjam uang kepada orangtua atau malah bank untuk menambah jumlah dana. Hati-hati utang yang kian bertambah bisa menjadi masalah di kemudian hari.

Sumber:
http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1836996-tips-mengatasi-konflik-menjelang-pernikahan/

Senin, 15 Agustus 2011

Persiapan Muslimah Menjelang Pernikahan Permasalahan dan Kiat-kiat Menghadapinya…

Sebagai seorang muslimah, kita semua tentu mengharapkan pada saatnya nanti akan bertemu dengan pendamping yang akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga kita. Harapannya adalah, dapat membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawwadah warrahmah. Berikut ini adalah sebuah artikel yang bagus untuk disimak yang insya Allah bisa menjadi bekal bagi para muslimah pada khususnya, juga seluruh muslimin dan muslimat dimanapun berada pada umumnya, mengenai apa yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan. Silahkan disimak.

1. Pendahuluan. Allah telah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan, tetumbuhan, pepohonan, hewan, semua Allah ciptakan dalam sunnah keseimbangan & keserasian. Begitupun dengan manusia, pada diri manusia berjenis laki-laki terdapat sifat kejantanan/ketegaran dan pada manusia yang berjenis wanita terkandung sifat kelembutan/kepengasihan. Sudah menjadi sunatullah bahwa antara kedua sifat tersebut terdapat unsur tarik menarik dan kebutuhan untuk saling melengkapi.
Untuk merealisasikan terjadinya kesatuan dari dua sifat tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar-benar manusiawi maka Islam telah datang dengan membawa ajaran pernikahan Islam menjadikan lembaga pernikahan sebagai sarana untuk memadu kasih sayang diantara dua jenis manusia. Dengan jalan pernikahan itu pula akan lahir keturunan secara terhormat. Maka adalah suatu hal yang wajar jika pernikahan dikatakan sebagai suatu peristiwa yang sangat diharapkan oleh mereka yang ingin menjaga kesucian fitrah.
Dan bahkan Rosulullah SAW dalam sebuah hadits secara tegas memberikan ultimatum kepada ummatnya: “Barang siapa telah mempunyai kemampuan menikah kemudian ia tidak menikah maka ia bukan termasuk umatku” (H.R. Thabrani dan Baihaqi).
2. Persiapan Pra Nikah bagi muslimah . Seorang muslimah sholihah yang mengetahui urgensi dan ibadah pernikahan tentu saja suatu hari nanti ingin dapat bersanding dengan seorang laki-laki sholih dalam ikatan suci pernikahan. Pernikahan menuju rumah tangga samara (sakinah, mawaddah & rahmah) tidak tercipta begitu saja, melainkan butuh persiapan-persiapan yang memadai sebelum muslimah melangkah memasuki gerbang pernikahan.
Nikah adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat penting, suatu mitsaqan ghalizan (perjanjian yang sangat berat). Banyak konsekwensi yang harus dijalani pasangan suami-isteri dalam berumah tangga. Terutama bagi seorang muslimah, salah satu ujian dalam kehidupan diri seorang muslimah adalah bernama pernikahan. Karena salah satu syarat yang dapat menghantarkan seorang isteri masuk surga adalah mendapatkan ridho suami. Oleh sebab itu seorang muslimah harus mengetahui secara mendalam tentang berbagai hal yang berhubungan dengan persiapan-persiapan menjelang memasuki lembaga pernikahan. Hal tersebut antara lain :
A. Persiapan spiritual/moral (Kematangan visi keislaman) Dalam tiap diri muslimah, selalu terdapat keinginan, bahwa suatu hari nanti akan dipinang oleh seorang lelaki sholih, yang taat beribadah dan dapat diharapkan menjadi qowwam/pemimpin dalam mengarungi kehidupan di dunia, sebagai bekal dalam menuju akhirat. Tetapi, bila kita ingat firman Allah dalam Alqurâ’an bahwa wanita yang keji, adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik. â€Å“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….” (QS An-Nuur: 26).
Bila dalam diri seorang muslimah memiliki keinginan untuk mendapatkan seorang suami yang sholih, maka harus diupayakan agar dirinya menjadi sholihah terlebih dahulu. Untuk menjadikan diri seorang muslimah sholihah, maka bekalilah diri dengan ilmu-ilmu agama, hiasilah dengan akhlaq islami, tujuan nya bukan hanya semata untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridhoNya. Dan media pernikahan adalah sebagai salah satu sarana untuk beribadah pula.
B. Persiapan konsepsional (memahami konsep tentang lembaga pernikahan)
Pernikahan sebagai ajang untuk menambah ibadah & pahala : meningkatkan pahala dari Allah, terutama dalam Shalat Dua rokaat dari orang yang telah menikah lebih baik daripada delapan puluh dua rokaatnya orang yang bujang” (HR. Tamam).
Pernikahan sebagai wadah terciptanya generasi robbani, penerus perjuangan menegakkan dienullah. Adapun dengan lahirnya anak yang sholih/sholihah maka akan menjadi penyelamat bagi kedua orang tuanya.
Pernikahan sebagai sarana tarbiyah (pendidikan) dan ladang dakwah. Dengan menikah, maka akan banyak diperoleh pelajaran-pelajaran & hal-hal yang baru. Selain itu pernikahan juga menjadi salah satu sarana dalam berdakwah, baik dakwah ke keluarga, maupun ke masyarakat.
C. Persiapan kepribadian
Penerimaan adanya seorang pemimpin. Seorang muslimah harus faham dan sadar betul bila menikah nanti akan ada seseorang yang baru kita kenal, tetapi langsung menempati posisi sebagai seorang qowwam/pemimpin kita yang senantiasa harus kita hormati & taati. Disinilah nanti salah satu ujian pernikahan itu. Sebagai muslimah yang sudah terbiasa mandiri, maka pemahaman konsep kepemimpinan yang baik sesuai dengan syariat Islam akan menjadi modal dalam berinteraksi dengan suami.
Belajar untuk mengenal (bukan untuk dikenal). Seorang laki-laki yang menjadi suami kita, sesungguhnya adalah orang asing bagi kita. Latar belakang, suku, kebiasaan semuanya sangat jauh berbeda dengan kita menjadi pemicu timbulnya perbedaan. Dan bila perbedaan tersebut tidak di atur dengan baik melalui komunikasi, keterbukaan dan kepercayaan, maka bisa jadi timbul persoalan dalam pernikahan. Untuk itu harus ada persiapan jiwa yang besar dalam menerima & berusaha mengenali suami kita.
D. Persiapan Fisik Kesiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami ataupun isteri secara optimal. Saat sebelum menikah, ada baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi. Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita yang dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak dikandung. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat.
E. Persiapan Material Islam tidak menghendaki kita berfikiran materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan tetapi bagi seorang suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka diutamakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi. Dan bagi fihak wanita, adanya kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga. Insyallah bila suami berikhtiar untuk menafkahi maka Allah akan mencukupkan rizki kepadanya. Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah? (QS. 16:72) ” Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:32)”.
F. Persiapan Sosial Setelah sepasang manusia menikah berarti status sosialnya dimasyarakatpun berubah. Mereka bukan lagi gadis dan lajang tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sehingga mereka pun harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah pihak keluarga maupun di masyarakat. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu. Dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, kerabat-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,”Q.S. An-Nissa: 36).
Adapun persiapan-persiapan menjelang pernikahan (A hingga F) yang tersebut di atas itu tidak dapat dengan begitu saja kita raih. Melainkan perlu waktu dan proses belajar untuk mengkajinya. Untuk itu maka saat kita kini masih memiliki banyak waktu, belum terikat oleh kesibukan rumah tangga, maka upayakan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga kelak.
3. Pemahaman kriteria dalam memilih atau menyeleksi calon suami
- Utamakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama yang baik
- Bagaimana ibadah wajib laki-laki yang dimaksud
- Sejauh mana konsistensi & semangatnya dalam menjalankan syariat Islam
- Bagaimana akhlaq & kepribadiannya
- Bagaimana lingkungan keluarga & teman-temannya
Catatan : Seorang laki-laki yang sholih akan membawa kehidupan seorang wanita menjadi lebih baik, baik di dunia maupun kelak di akhirat .
Sekufu
- Memudahkan proses dalam beradaptasi
- Tapi ini tidak mutlak sifatnya, karena jodoh adalah rahasia Allah
- Batasan-batasan siapa yang yang terlarang untuk menjadi suami (QS 4:23-24; QS2: 221)
4. Langkah-langkah yang ditempuh dalam kaitannya untuk memilih calon
a. Menentukan kriteria calon pendamping (suami ). Diutamakan lelaki yang baik agamanya.
b. Mengkondisikan orang tua dan keluarga , Kadang ketidaksiapan orang tua dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu kendala tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses pernikahan. Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari diri muslimah itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan, belum dapat bertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga pengaruh dari lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana) tetapi sudah akan menikah. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan menjadi lancar.
c. Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang dipercaya Kesiapan seorang muslimah dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah-langkah menuju proses selanjutnya.
d. Taâ’aruf (Berkenalan) , Proses taâ’aruf sebaiknya dilakukan dengan cara Islami. Dalam Islam proses taâ’aruf tidak sama dengan istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan kondisi dua insan berlainan jenis yang khalwat atau berduaan. Yang mana dapat membuka peluang terjadinya saling pandang atau bahkan saling sentuh, yang sudah jelas semuanya tidak diatur dalam Islam. Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” QS 17:32).
Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).
Bila kita menginginkan pernikahan kita terbingkai dalam ajaran Islami, maka semua proses yang menyertainya, seperti mulai dari mencari pasangan haruslah diupayakan dengan cara yang ihsan & islami.
e. Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait , Bila setelah proses taâ’aruf terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka selanjutnya dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak-pihak yang terkait.
f. Istikhoroh , Daya nalar manusia dalam menilai sesuatu dapat salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa bersandar pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk dari Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan penghidupannya, Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka akan dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.
g. Khitbah , Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah. Yaitu penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan keluarga fihak wanita. Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh seorang lelaki, maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang lain. Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah kamu mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang mengkhitbah itu meninggalkannya atau memberinya izin “(HR. Muttafaq alaihi).
5. Pentingnya mempelajari tata cara nikah sesuai dengan anjuran & syariat Islam
Sebenarnya tata cara pernikahan dalam Islam sangatlah sederhana dibandingkan tata cara pernikahan adata atau agama lain. Karena Islam sangat menginginkan kemudahan bagi pelakunya. Untuk itu memahami tata cara pernikahan yg islami menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi calon pasangan muslim. Dengan melaksanakan secara Islami, maka sebisa mungkin untuk menghindarkan diri dari kebiasaan-kebiasaan tata cara pernikahan yang berbau syirik menyekutukan Allah). Karena hanya kepada Allah SWT sajalah kita memohon kelancaran, kemudahan, keselamatan dan kelanggengan pernikahan nanti. Untuk beberapa hal yang harus kita ketahui tentang tatacara nikah adalah masalah sbb:
a. Dewasa (baligh) & Sadar
b. Wali , “Tidak ada nikah kecuali dengan wali” (HR.Tirmidzi J.II Bukhari Muslim dalam Kitabu Nikah),
c. Mahar , “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan” (QS: 4:4)
- Semakin ringan mahar semakin baik. Seperti sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dari Uqbah bin Amir : “Sebaik-baiknya mahar adalah paling ringan (nilainya).”
- Bila tak memiliki materi, boleh berupa jasa. Semisal jasa mengajarkan beberapa ayat al-Qur’an atau ilmu-ilmu agama lainnya. Dalam sebuah hadis Rasulullah berkata kepada seorang pemuda yang dinikahkannya : “Telah aku nikahkan engkau dengannya (wanita) dengan mahar apa yang engkau miliki dari Al-Quran” (HR. Bukhari dan Muslim)
d. Adanya dua orang saksi
e. Proses Ijab Qobul , Proses Ijab Qabul adalah proses perpindahan perwalian dari Ayah/Wali wanita kepada suaminya. Dan untuk kedepannya makan yang bertanggung jawab terhadap diri wanita itu adalah suaminya. Syarat-syarat diatas adalah ketentuan yang harus dipenuhi dalam syarat sahnya prosesi suatu pernikahan. Selain itu dianjurkan untuk mengadakan walimatul ‘ursy, dimana pasangan mempelai sebaiknya diperkenalkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar bahwa mereka telah resmi menjadi pasangan suami isteri, sebagai antisipasi terjadinya fitnah.
6. Permasalahan seputar masalah persiapan nikah
a. Sudah siap, tetapi jodoh tidak kunjung datang Rahasia jodoh adalah hanya milik Allah, tidak ada satu orangpun yang dapat meramalkan bila jodohnya datang. Sikap husnuzhon amat diutamakan dalam fase menunggu ini. Sembari terus berikhtiar dengan cara meminta bantuan orang-orang yang terpercaya dan berdo̢۪a memohon pertolongan Allah. Juga upayakan senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Hindari diri dari berangan-angan, isilah waktu oleh kegiatan-kegiatan positif .
b. Belum siap, tetapi sudah datang tawaran Introspeksi diri, apakah yang membuat diri belum siap ?. Cari penyebab ketidak siapan itu, tingkatkan kepercayaan diri dan fikirkan solusinya. Sangat baik bila mengkomunikasikan masalah ini dengan orang-orang yang dipercaya, sehingga diharapkan dapat membantu proses penyiapan diri. Sembari terus banyak mengkaji urgensi tentang pernikahan berikut hikmah-hikmah yang ada di dalamnya.
7. Penutup
Agama Islam sudah sedemikian dimudahkan oleh Allah SWT, tetap masih saja ada orang yang merasakan berat dalam melaksanakannya karena ketidak tahuan mereka. Allah Taâ’ala telah berfirman: “Allah menghendaki kemmudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu” (Q.S. Al-Baqarah : 185)
Kita lihat, betapa Islam menghendaki kemudahan dalam proses pernikahan. Proses pemilihan jodoh, dalam peminangan, dalam urusan mahar dan juga dalam melaksanakan akad nikah. Demikianlah beberapa pandangan tentang persiapan pernikahan dan berbagai problematikanya, juga beberapa kiat untuk mengantisipasinya. Insyallah, jika ummat Islam mengikuti jalan yang telah digariskan Allah SWT kepadanya, niscaya mereka akan hidup dibawah naungan Islam yang mulia ini dengan penuh ketenangan dan kedamaian .
Wallahuâ’alamu bi showab.
Penyusun: oleh Rini Fura Kirana M.Eng
Dikirim oleh: Fuan, dari sebuah seminar yang diikutinya.
Sumber :
http://gusti.blogsome.com/2006/02/20/persiapan-muslimah-menjelang-pernikahan-permasalahan-dan-kiat-kiat-menghadapinya/

Tahapan Persiapan Pernikahan

6-12 Bulan Sebelum Hari-H
  1. Tetapkan hari dan tanggal pernikahan
  2. Tentukan anggaran dan gaya pernikahan yang diinginkan
  3. Tentukan jumlah tamu yang akan diundang
  4. Pesan tempat untuk resepsi
  5. Buat daftar tamu
  6. Tentukan pengiring wanita, pengiring pria dan pengiring-pengiring lainnya
  7. Temui dan kunjungi desainer, tentukan dan pilih gaun pengantin
  8. Pilih dan pesan catering
  9. Putuskan tujuan honeymoon, lakukan pemesanan tempat dan transportasi
4-5 Bulan Sebelum Hari-H
  1. Selesaikan daftar tamu
  2. Pilih dan pesan kartu undangan
  3. Tentukan tema warna gaun yang akan dikenakan serta bunga-bunga dekorasi
  4. Beritahukan kepada Ibu dan calon mertua agar mereka merencanakan gaun yang akan dikenakan sesuai dengan tema warna yang dipilih
  5. Pilih dan beli/sewa gaun untuk pengiring pengantin wanita
  6. Pilih jas untuk pengantin pria dan pengiringnya
  7. Pilih dan tentukan dekorasi pelaminan / ruang pesta
  8. Pilih dan hubungi photographer, baik untuk studio, liputan dan video
  9. Pilih dan pesan kendaraan pengantin dan panitia
  10. Pilih dan pesan kue pengantin
  11. Booking MC dan music pengiring
  12. Pesan cincin kawin
2-3 Bulan Sebelum Hari-H
  1. Ambil formulir pendaftaran pernikahan, dan siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan
  2. Lakukan pengecekan kesehatan pra-nikah
  3. Konfirmasikan honeymoon (buat paspor bila perlu)
  4. Hubungi desainer untuk waktu mengepas gaun
6-8 Minggu Sebelum Hari-H
  1. Tulis dan atur pengiriman undangan
  2. Selesaikan menu makanan dengan pihak catering
  3. Pesan minuman anggur untuk resepsi jika dikehendaki
  4. Siapkan bingkisan untuk para pengiring
  5. Kunjungi penata rambut, putuskan model yang diinginkan. Booking untuk hari pernikahan.
  6. Lakukan test make-up
  7. Tentukan musik pengiring pernikahan, konsultasikan dengan MC dan pemain musik
4-5 Minggu Sebelum Hari-H
  1. Kirim kartu undangan
  2. Ambil pesanan cincin kawin, pastikan grafir inisialnya benar
  3. Pesan traveller cheque/mata uang asing untuk honeymoon
2-3 Minggu Sebelum Hari-H
  1. Susun jadwal acara pernikahan, gandakan dan berikan masing-masing: keluarga pengantin, para pengiring, panitia, supir, petugas photo dan video
  2. Konfirmasikan jumlah undangan dan hal-hal lain yang diinginkan kepada pengurus gedung dan catering
  3. Konfirmasikan semua pesanan dan detail untuk bunga, sewa kendaraan, photographer, dekorasi, kue, mobil, pemain musik dan lainnya.
  4. Mencoba gaun pengantin lengkap dengan aksesorisnya.
  5. Periksa ukuran, kenyamanan dan lainnya, bila ada yang harus disempurnakan. Biasakan menggunakan sepatu yang akan digunakan di hari pernikahan agar terasa lebih nyaman
  6. Siapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah baru
  7. Lakukan facial dan lulur ke ahlinya.
1 Minggu Sebelum Hari-H
  1. Bersantailah, yakinkan semuanya akan beres
  2. Berkemas untuk honeymoon, lengkapi dan beli kebutuhan-kebutuhan yang muncul belakangan
  3. Konfirmasikan sekali lagi semua pesanan yang telah dilakukan, sekedar untuk mengingatkan
sumber :
http://www.resep.web.id/pernikahan/tahapan-persiapan-pernikahan.htm

Minggu, 14 Agustus 2011

Tip Sukses Helat Pesta Pernikahan

SETIAP insan selalu ingin menggelar momen penting sekali dalam hidupnya, sebuah pernikahan dengan sukses. Demi mewujudkannya, serangkaian persiapan sudah dipikirkan sejak jauh-jauh hari. Apakah Anda salah satu orang yang menginginkannya?

Bersiap menikah namun masih dilanda kebingungan soal persiapan hajatan pernikahan yang akan digelar? Ikuti tip seperti diulas Sheknows berikut.

Sewa wedding planner

Pihak ini sangat memahami luar dalam soal pernikahan. Mereka juga mengetahui bagaimana cara bernegosiasi dengan vendor untuk penawaran harga terbaik. Bahkan, banyak perencana pernikahan yang penuh percaya diri dengan keterampilan mereka memberi jaminan kepada calon pengantin bahwa mereka dapat berhemat dari sisi biaya.

Hal terbaik lainnya dari memakai jasa mereka adalah, Anda tidak akan dipusingkan dengan persiapan pesta yang melelahkan karena mereka sudah terampil menciptakan pernikahan yang diimpikan banyak pasangan.

Hal yang sering membuat Anda khawatir adalah semua detail ketika acara sakral pernikahan dihelat. Untuk mengatasi ini, nikmati waktu Anda sebagai pasangan yang masih bertunangan. Fokuslah pada kehidupan Anda, pekerjaan Anda, dan hal-hal menyenangkan seperti memilih gaun dan sepatu.

Merencanakan pernikahan merupakan perayaan tersendiri yang tidak bisa diburu-buru. Itulah manfaat mengapa keberadaan wedding planner sangat dibutuhkan.

Ambil paket wedding

Jangan terjebak dengan sesuatu hal yang akan mengikat hari pernikahan Anda. Untuk menghindari kesemrawutan pada saat hari H, mulai dari masalah perut hingga gaun yang rusak, maka ambilah paket wedding.

Sisihkan waktu untuk mengusir stres

Stres adalah salah satu faktor terbesar dari yang sering dikeluhkan banyak calon pengantin saat akan menikah. Jika dibiarkan, stres justru akan menghancurkan semua kesenangan yang mestinya tercipta indah. Jadi, segera luangkan waktu untuk mengusir stres Anda dan mengubah impian menjadi kenyataan.

Jangan lupakan hal-hal kecil

Tidak peduli berapa jam Anda akan merencakan momen penting tersebut. Hal terbaik adalah jangan pernah lupakan detail kecil yang bisa mengganggu kesempurnaan pernikahan Anda.

Daripada fokus dengan hal yang negatif, pikirkanlah keindahan yang akan tercipta dalam perjalanan baru Anda. Ingat, pernikahan hanyalah simbol dari sesuatu hal yang jauh lebih besar.

Sumber :
http://lifestyle.okezone.com/read/2011/08/02/196/487323/tip-sukses-helat-pesta-pernikahan

Tips Menciptakan Pesta Pernikahan Unik

Menggelar sebuah pernikahan, terkadang membuat pusing calon mempelai karena dikhawatirkan upacara pernikahan tersebut akan terkesan monoton dan (bisa jadi) membosankan. Agar pernikahan Anda diingat dan dikenang selalu oleh tamu, sedikit usaha keras diperlukan untuk menciptakan sebuah pernikahan yang unik namun tetap sesuai dengan preferensi Anda dan pasangan. Ini dia tips yang dapat membantu Anda:

1. Jika Anda dan si dia memiliki latar belakang budaya yang berbeda maka tak ada salahnya menggabungkan beberapa tradisi budaya yang unik dalam upacara dan resepsi pernikahan. Mulai dari pakaian, makanan, dekorasi hingga prosesi adat pernikahan jika digabungkan akan memberikan warna tersendiri dalam pernikahan Anda. Selain mempertahankan budaya leluhur, hal ini merupakan jati diri Anda berdua.

2. Jika Anda menyukai musim dingin, tema-tema salju bisa menjadi pilihan. Atau Anda ingin pernikahan bernuansa musim gugur, bisa menggunakan daun-daun kering atau daun imitasi berwarna cokelat muda sebagai dekorasi.

3. Anda pencinta seni? Anda bisa mencoba mengelar pernikahan di sebuah tempat bersejarah seperti museum atau di galeri. Pesta pernikahan Anda akan memberikan nuansa yang berbeda karena selain para tamu yang datang menyaksikan pernikahan, mereka juga bisa melakukan wisata di museum atau galeri tempat resepsi berlangsung.

4. Anda pencinta travelling? Menikah di kapal pesiar atau di tempat yang akan Anda kunjungi bisa menjadi pilihan. Sekarang ini, sudah banyak pilihan bagi para calon mempelai yang ingin mengadakan upacara pernikahan di daerah atau negara lain. Misalnya pernikahan di Mekah, pernikahan di Betlehem Yerusalem, atau di negara lain. 

5. Khusus untuk Anda penggemar restoran atau kafe tertentu, tempat favorit tersebut bisa menjadi pilihan Anda untuk menggelar resepsi pernikahan. 

6. Anda senang berkebun? Hiasi tempat pernikahan Anda dengan sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga dan pohon segar  ke dalam dekorasi. Sebagai suvenir, mungkin Anda bisa memberikan para tamu tanaman hias atau pot bunga mungil dan lucu.

7. Untuk Anda yang suka nuansa outdoor, bisa menggelar upacara pernikahan di luar ruangan seperti di kebun, tepi kolam renang atau pantai.

Sumber :
http://www.wolipop.com/read/2011/03/12/123336/1590255/854/tips-menciptakan-pesta-pernikahan-unik

Kamis, 11 Agustus 2011

4 Tips Menyesuaikan Diri untuk Pengantin Baru

Kehidupan baru bersama tentunya membutuhkan banyak penyesuaian. Memang tak semua tak selalu seindah impian, tapi Anda pasti bisa melaluinya jika memperhatikan beberapa tips berikut ini.

Hari pernikahan sudah dilalui, kini Anda dan pasangan tinggal menjalani hari-hari sebagai pengantin baru. Kehidupan yang tadinya banyak berpusat pada diri sendiri kini juga mulai harus memperhatikan keingianan dan perasaan pasangan.

Masa-masa adaptasi ini seringkali tak mudah bagi banyak pasangan. Jangan mudah menyerah, ingat pada komitmen pernikahan yang sudah Anda sepakati sejak awal bersama pasangan. Masalah yang sukses Anda lewati bersama tentunya bisa membuat pernikahan Anda lebih kuat dan kompak. Simak beberapa tips ini untuk membantu Anda menghadapinya:

1. Diskusikan batasan
Menikah berarti Anda telah memiliki keluarga kecil sendiri. Mengatur berbagai hal seputar rumah tangga merupakan hak penuh suami dan Anda. Masukkan dari orang tua tentu masih diperlukan, namun bukan berarti pendapat dari mereka serta keluarga besar adalah yang utama. Biasakan untuk mendiskusikan keputusan akhir dengan suami. Jangan sampai intervensi keluarga malah membuat keluarga berantakan. Hal ini juga bisa 'mendewasakan' Anda, suami serta hubungan pernikahan.

2. Jangan membandingkan
Saat telah memutuskan menikah dengan suami, secara tidak langsung Anda telah mengatakan bahwa ia adalah pria terbaik untuk Anda. Oleh karena itu stop membandingkan ia dengan pria lain. Sahabat pria Anda bisa saja jauh lebih tampan atau suami sahabat Anda memiliki kekayaan yang berlimpah, namun ingat suami Anda tetap yang terbaik. Seterpuruk apapun keadaan suami, Anda harus tetap mendukungnya. Ingat, ia adalah rekan, sahabat, serta seseorang yang akan menemani Anda menjalani hidup.

3. 'Kita' bukan 'Saya'
Kini Anda mulai harus mulai mengubah sudut pandang. Segala sesuatu harus dipikirkan berdasarkan kepentingan bersama. Tak ada lagi sudut pandang 'Saya', yang ada hanya 'Kita'. Biasakan untuk memperhatikan bagaimana perasaannya atau pendapatnya saat memutuskan untuk melakukan sesuatu.

4. Jangan Terlalu 'Nyaman'
Merasa nyaman di rumah sendiri tentu boleh-boleh saja. Namun jangan terlalu cuek hingga tidak memperhatikan penampilan. Memakai daster lusuh, memakai pakaian dalam yang tidak menarik, atau bersendawa terlalu keras merupakan hal-hal yang tidak boleh terlalu sering Anda lakukan di depan suami. Tetap perhatikan penampilan agar suami makin sayang dan hubungan Anda selalu hangat. Memang suami Anda belum tentu protes ketika Anda mengenakan daster lusuh, tapi lama kelamaan bisa saja hal tersebut melunturkan perasaannya pada Anda.

sumber :
http://www.wolipop.com/read/2011/08/10/172303/1700989/854/4-tips-menyesuaikan-diri-untuk-pengantin-baru

Selasa, 09 Agustus 2011

Hal-hal yang Merusak Rumah Tangga

Rumah tangga Anda selalu dilanda masalah? Jangan buru-buru emosi, mungkin ada beberapa hal yang harus diperbaiki.

Tindakan kita dan pasangan sehari-hari bisa membuat pernikahan menjadi berantakan. Apa saja sih yang bisa merusak rumah tangga dan harus dihindari?

1. Merahasiakan keuangan
Keuangan menjadi alasan perceraian yang paling tinggi. Merahasiakan keuangan dalam pernikahan bukanlah hal yang baik. Jika kebohongan Anda terkuak, maka kepercayaan pasangan akan berkurang. Itu kemudian menjadi awal kehancuran pernikahan.

2. Mengesampingkan kehidupan seks
Seks memang bukan segalanya di dalam pernikahan. Namun seks bisa menjadi media kedekatan setiap pasangan. Seks bisa menjadi lahan komunikasi yang potensial bagi suami-istri. Saat seks dikesampingkan, saat itu pulalah jalur komunikasi itu akan tertutup.

3. Mengkritik dan menyalahkan
Sikap selalu menyalahkan, mengkritik tanpa alasan yang jelas, serta melimpahkan kesalahan ke pasangan juga bisa menjadi duri dalam sebuah pernikahan. Saling menyalahkan tak akan pernah menyelesaikan masalah. Yang terjadi malah, pasangan menganggap Anda tak bisa menerima diri apa adanya. Prasangka itu yang kemudian membuat rumah tangga Anda runtuh.

4. Lebih percaya orang lain ketimbang pasangan
Setiap ada masalah, Anda memilih melibatkan sahabat, kakak, orang atau orang dekat yang lain untuk mencari jalan keluarnya. Pasangan justru menjadi orang terakhir yang tahu tentang masalah Anda. Ingat, kepercayaan adalah hal utama dalam sebuah hubungan. Jika Anda tak bisa mempercayai pasangan, maka otomatis fondasi hubungan yang dijalankan menjadi lemah dan mudah runtuh.

5. Melupakan hal sepele namun penting

Mengucapkan “Aku sayang padamu”, “Kamu pasangan terbaik” atau kalimat romantis yang lain mungkin terdengar sepele. Namun tahukah Anda, efek dari kalimat tersebut sungguh besar. Anda dan pasangan bisa saling mengingatkan betapa kalian sangat mencintai satu sama lain. Jadi jangan pernah malas mengungkapkan rasa cinta Anda.

sumber :
http://id.berita.yahoo.com/hal-hal-yang-merusak-rumah-tangga.html

Memilih Pasangan Mewujudkan Keluarga Bahagia

By: M. Agus Syafii

Di dalam membangun keluarga sakinah, salah satu upaya yang paling penting adalah memilih pasangan yang tepat. Lantas bagaimana caranya memilih pasangan untuk menuju keluarga sakinah? Di dalam memilih pasangan, ada peranan rasa dan ada peranan ilmu. Perasaan cocok sering lebih 'benar' dibanding pertimbangan ilmiah Jika seorang wanita dalam pertemuan pertama dengan seorang lelaki langsung merasa bahwa lelaki itu terasa sreg untuk menjadi suami, meski ia belum mengetahui secara detail siapa identitas si lelaki itu, biasanya faktor perasaan sreg itu akan menjadi faktor dominan dalam mempertimbangkan. Sudah barang tentu ada orang yang tertipu oleh hallo efec, yakni langsung tertarik oleh penampilan, padahal sebenarnya penampilan palsu.

Sementara itu argumen rasional berdasar data lengkap tentang berbagai segi dari karakteristik lelaki atau perempuan, mungkin dapat memuaskan logika, tetapi mungkin  terasa kering, karena pernikahan bukan semata masalah logika, tetapi justeru lebih merupakan masalah perasaan. Ada pasangan suami isteri yang dari segi infrastruktur logis (misalnya keduanya ganteng dan cantik, usia sebaya, rumah tempat tinggalnya bagus, penghasilan mencukupi, kelengkapan hidup lengkap)  mestinya bahagia, tetapi pasangan itu justru melewati hari-harinya dengan suasana kering dan membosankan, karena hubunganya lebih bersifat formal dibanding rasa. Perasaan sreg dan cocok akan dapat mendistorsi berbagai kekurangan, sehingga meski mereka hidup dalam kesahajaan, tetapi mereka kaya dengan perasaan, sehingga mereka dapat merasa ramai dalam keberduaan, merasa meriah dalam kesunyian malam, merasa ringan dalam memikul beban, merasa sebentar dalam mengarungi perjalanan panjang. Mereka sudah melewati usia 40 tahun perkawinan, tetapi serasa masih pengantin baru.

Agama adalah tuntunan hidup kita, oleh karena itu tuntunannya juga sejalan dengan fikiran (logika) dan perasaan secara umum. kita diciptakan Allah dengan dilengkapi  fitrah kecenderungan (syahwat) yang bersifat universal seperti yang disebut dalam al Quran. 'Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita2, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga) Q/3:14)

Adalah manusiawi jika kita tertarik kepada lawan jenis, bangga memiliki anak-anak yang banyak dan sukses, senang memiliki benda-benda berharga, kendaraan bagus , kebun luas dan binatang ternak.  Kita secara manusiawi menyukai kenikmatan, kebanggaan dan kenyamanan. Sepanjang syahwatnya ditunaikan secara benar dan syah (halal) maka ia bisa menjadi sesuatu yang dipandang ibadah, atau sekurangnya mubah, tidak haram. Jika lelaki menginginkan memiliki isteri yang cantik dan kaya, atau seorang wanita menginginkan memiliki suami yang ganteng dan kaya, maka syahwat seperti itu adalah syahwat yang wajar dan sah karena hal itu merupakan fitrah yang dilekatkan Allah kepada kita.

Akan tetapi kita juga memiliki  hawa disamping syahwat. Hawa atau yang dalam bahasa Indonesia disebut hawa nafsu adalah dorongan (syahwat) kepada sesuatu yang bersifat rendah, segera, dan tidak menghiraukan nilai-nilai moral, atau apa yang dalam teori Freud disebut id, yakni aspek hewani dari manusia, dari struktur  id, ego dan superego (hewani, akali dan moral). Jika orang dalam memilih lebih depangaruhi oleh hawa, maka kecenderunganya adalah pada kenikmatan segera atau bahkan kenikmatan sesaat, bukan pada kebahagiaan abadi. Jika orang dalam memilih lebih dipengaruhi oleh tuntunan nurani dan agama, maka pertimbangannnya lebih pada memilih kebahagiaan abadi, meski untuk itu sudah terbayang  harus melampaui terlebih dahulu fase-fase kesabaran dalam menghadapi kesulitan dan kepahitan hidup. Agama, seperti yang dianjurkan oleh Nabi memberikan tuntunan dalam memilih pasangan. Ada empat pertimbangan yang secara sosial  selalu diperhatikan pada calon pasangan yang akan dipilih, yaitu harta, keturunan , kecantikan, keturunan dan agama. Artinya, Pasangan itu dinikahi karena empat pertimbangan, kekayaannya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah pasangan karena agamanya niscaya kalian beruntung. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

sumber :
http://www.facebook.com/notes/mukjizat-sholat-dan-doa/memilih-pasangan-mewujudkan-keluarga-bahagia/10150285266056692

Kenali Bahasa Cinta Kamu dan Pasangan

Di dalam kehidupan ada berbagai macam bahasa yang digunakan  untuk berkomunikasi. Namun, untuk dua orang dapat berkomunikasi, keduanya harus mengerti bahasa yang dipergunakan dalam pembicaraan. Cinta pun demikian. Secara garis besar, Dr. Gary Chapman, seorang marriage counselor membagi bahasa cinta ke dalam 5 bahasa. Apa saja kelima bahasa cinta tersebut?

1. Receiving GiftsBahasa cinta ini bukanlah materialisme. Seseorang yang memiliki bahasa cinta ini melihat cinta dibalik pemikiran dan usaha pemberi hadiah. Kamu akan merasa dimengerti, diperhatikan, dan dihargai lebih dari segala pengorbanan yang diusahakan oleh si pemberi untuk memberikan hadiah tersebut kepada kamu.
2. Quality Time
Bagi kamu yang berbicara bahasa cinta ini, tidak ada yang lebih membuat kamu merasa dicintai selain “full, undivided attention” dari pasangan. Gangguan seperti pasangan tidak mendengarkan saat kamu bercerita, sibuk menerima telepon atau chatting di Blackberry saat bersama kamu akan membuat kamu merasa di nomor dua-kan. Merasa tidak dicintai.
3. Words of Affirmation Actions
Don’t always speak louder than words. Well, setidaknya tidak bagi kamu yang bahasa cintanya adalah perkataan. Untuk kamu, kata pujian dan ucapan “I love you” akan membuat jiwa kamu seperti naik ke awan-awan. Sebaliknya, kritik atau kata-kata yang pedas akan membuat kamu merasa tersakiti.
4. Acts of Service
Apakah mencuci baju merupakan bahasa cinta? Absolutely! Apa saja yang dilakukan oleh pasangan untuk meringankan beban kamu adalah sebuah ungkapan cinta bagi kamu yang bahasa cintanya adalah “acts of service”. Uluran tangan pasangan adalah hal yang menyentuh hati kamu. Akibatnya, apabila pasangan kamu menolak atau tidak melakukan janjinya untuk membantu kamu, kamu akan merasa perasaan kamu tidak dihargai.
5. Affection
Bahasa kasih ini bukanlah melulu tentang sex. Seseorang dengan bahasa kasih ini merasa disayang saat pasangannya memeluk, memegang tangan, atau mengelus rambutnya dengan tangan. Kamu yang memiliki bahasa cinta yang satu ini akan merasakan keintiman, perasaan disayangi dan dilindungi saat mendapatkan sentuhan. Karena itu, physical presence menjadi penting. Kecuekan dari pasangan atau kekerasan akan sangat menyakiti hati kamu.
Bahasa cinta Mia adalah gift. Saat ia menerima hadiah meskipun itu hanya hadiah kecil, ia merasa dicintai. Sayangnya, John, tidak mengerti bahasa cinta Mia. Bahasa cinta John adalah affection. Ia menunjukkan rasa cintanya pada Mia dengan menggandeng tangan Mia saat berjalan-jalan, dan memberi pelukan erat saat Mia menghadapi masalah. Karena mereka tidak mengerti tentang perbedaan bahasa cinta ini, Mia merasa tidak dicintai sedangkan John kebingungan karena tidak mengerti bagaimana harus bersikap supaya Mia percaya akan cintanya.
Begitu juga Rasti, yang memiliki bahasa cinta quality time tetapi suaminya berbicara cinta dengan words of affirmation. Saat Rasti membutuhkan kehadiran suaminya, sang suami tidak bisa menemani karena sibuk bekerja. Bagi sang suami, ia menunjukkan cinta dengan bilang "I love you", “I miss you” atau dengan memberi tahu Rasti betapa bahagia dirinya mempunyai istri seperti Rasti. Tetapi karena perbedaan bahasa cinta, Rasti merasa bahwa suaminya hanya pintar berbicara manis. Jadi, siapa yang salah? Tidak ada yang salah karena sebenarnya yang laki-laki dan yang perempuan keduanya saling mencintai. Mereka menunjukkan cinta dengan bahasa cinta masing-masing. Sayangnya, perbedaan bahasa cinta menciptakan kesalahpahaman dan jarak dalam hubungan mereka.
Untuk itu, Dr. Gary Chapman menyarankan agar setiap pasangan mencari tahu apa bahasa cinta mereka, dan bahasa cinta pasangannya.  Kamu bisa click di untuk mengetahui bahasa cinta kamu. Ajak pasangan untuk mengisi test yang sama.
Setelah kalian mengetahui bahasa cinta masing-masing, beradaptasilah. Cobalah melakukan hal yang sesuai dengan bahasa cinta pasangan kamu. Ajaklah juga pasangan kamu untuk berbicara cinta pada kamu dengan bahasa cinta kamu. Dengan begitu, kamu dan pasangan sama-sama merasa dicintai. Setuju?

sumber :
http://id.berita.yahoo.com/kenali-bahasa-cinta-kamu-dan-pasangan-015041834.html

Senin, 08 Agustus 2011

10 Lokasi Bulan Madu Paling Romantis

Bulan madu sepertinya sudah menjadi agenda wajib usai melangsungkan resepsi pernikahan. Setelah cukup pusing dengan berbagai ritual yang rumit dan merepotkan, rasanya perlu bagi Anda dan pasangan untuk menikmati tempat yang tenang dan indah untuk merayakan cinta.

10 Tempat di bawah ini mungkin bisa menjadi panduan Anda bersama pasangan yang ingin merasakan romantisme di awal pernikahan, keluar dari Indonesia.

1. Santorini, YunaniKeindahan Laut Aegea menjadikannya sebagai salah satu destinasi bulan madu terbaik di Eropa. Biarkan romansa asmara bermekaran dengan menghabiskan waktu menikmati keindahan pantai yang menakjubkan. Saat matahari terbenam, rasakan kesempurnaan gambaran alam. Sembari menikmati keindahan alam Santorini, Anda dan pasangan harus mencoba makanan etnik Yunani dan menjelajahi cita rasa khas masakan Yunani.

2. Taman Nasional Kruger, Afrika SelatanBersama pasangan, Anda akan menikmati suasana belantara liar Afrika di Taman Nasional Kruger. Inilah rumah bagi kerbau, badak hitam, gajah, macan tutul dan raja hutan, singa. Esensi sejati dari alam liar bisa Anda alami di sini.  Untuk melengkapi pengalaman belantara, Anda bisa menginap di pondok-pondok sekitar taman.

3. Aspen, Colorado, Amerika SerikatJika Anda dan pasangan penyuka petualangan aneh, Anda harus mengunjungi Aspen di Colorado. Aspen yang tertelak di lereng Pegunungan Rocky merupakan resort ski terbaik di dunia. Di sana, tersedia restoran yang menawarkan makan malam romantis. Setelah lelah bermain ski seharian, Anda dapat bersantai sambil menikmati makan malam romantis bersama sang kekasih.

4. Queenstown, Selandia BaruQueenstown adalah tempat bulan madu yang hangat baik saat musim dingin maupun saat musim panas. Saat musim dingin, Queenstown menawarkan bidang ski. Sedangkan saat musim panas, tersedia water rafting dan hiking. Hanya itukah? Pemandangan indahnya pegunungan, kebun anggur, dan fasilitas spa yang menyenangkan juga siap memikat hati.

5. Roma, ItaliaRoma adalah destinasi favorit bagi pasangan kekasih, termasuk yang ingin menikmati bulan madu. Kisah-kisah cinta lewat patung-patung berseni tinggi, nikmatnya aroma anggur, dan cita rasa kuliner Italia yang luar biasa tersaji. Keindahan Roma bisa menghipnotis Anda dan kekasih.

6. Koh Samui, ThailandKoh Samui menawarkan keanekaragaman alam yang kaya. Pantai dengan pasir putih halus, serta hutan hijau yang menyegarkan mata, bisa Anda nikmati. Tempat ini menjadi lokasi favorit bagi pasangan yang ingin menghabiskan indahnya bulan madu nan eksotik di sebuah pulau. Anda bisa lupa diri ketika berada di bawah laut dengan fasilitas snorkeling di Koh Samui.

7. Bangkok, ThailandBangkok dikenal dengan julukan City of Angles. Jadi, bagi Anda dan pasangan yang saling mencintai secara mendalam, Bangkok menjadi pilihan yang bagus sebagai destinasi bulan madu. Anda akan takjub dengan gemulai tarian tradisional Thailand dan megahnya candi Emerald of Budha (Wat Phra Keow).

8. Paris, PrancisParis adalah tempat menetap yang utama bagi pasangan kekasih. Ketika di Paris, Anda wajib mengabadikan manisnya momen bulan madu di depan Menara Eiffel. Anda pun dapat duduk santai berdua di salah satu kafe pinggir jalan dan menyaksikan saat-saat terbenamnya matahari. Momen indah semakin terasa saat Anda menikmati secangkir kopi hangat dan mencoba baguette Prancis yang populer.

9. MauritiusMauritius adalah kenikmatan untuk pengantin baru di India. Dikelilingi Samudera Hindia, pulau ini menawarkan sensasi pemandangan laut biru yang menenangkan indra. Di sini, Anda akan melihat peleburan budaya yang berbeda. Mauritius yang santai dan tenang bisa dijadikan rujukan bagi Anda dan pasangan yang hendak melarikan diri dari hiruk pikuk keramaian kota ke pangkuan alam yang menakjubkan.

10. Jenewa, SwissSaat mendengar kata Swiss, Anda akan mendapatkan gambaran alam dengan bentangan yang sempurna. Itulah yang ditawarkan Jenewa sebagai kado bagi pasangan kekasih yang baru menikah. Kecantikan danau Lemon dan hamparan salju yang menutupi puncak gunung-gunung di Jenewa, membuat Anda serasa ingin menghentikan waktu untuk lebih lama menikmatinya berdua.

sumber:
http://kosmo.vivanews.com/news/read/211473-10-lokasi-bulan-madu-paling-romantis

Jangan Menikah Karena 8 Alasan Ini

Pernikahan merupakan peristiwa sakral yang menyatukan dua orang dalam satu ikatan. Ada janji setia sehidup semati yang harus dijaga. 

Agar pernikahan mewujud menjadi rumah tangga harmonis dan langgeng, Anda harus punya cinta dan keyakinan terhadap pasangan. Jangan menikah hanya karena delapan alasan berikut ini, seperti dikutip dari Health24:

1. Menikah hanya karena hartaDi awal pernikahan, mungkin Anda begitu menikmati kehidupan rumah tangga. Namun, kehidupan rumah tangga tanpa landasan cinta kuat tentu jauh dari harmonis dan langgeng. Apalagi jika di tengah perjalanan rumah tangga, pasangan kehilangan harta. Atau, Anda bertemu dengan pria yang jauh lebih kaya dan memikat.

2. Ingin meninggalkan rumah orangtuaIni biasanya menimpa mereka yang hidup di tengah keluarga penuh konflik. Menikah seringkali menjadi jalan pintas agar bisa keluar dari suasana rumah yang mungkin seperti 'neraka'. Namun, meninggalkan rumah bersama suami bukan jawaban mutlak. Pernikahan yang prematur justru bisa membuat Anda terjebak dalam konflik baru yang lebih rumit.

3. Karena orangtua menyukainyaIni bukan alasan tepat bagi Anda dan pasangan segera melangsungkan pernikahan. Ingat, yang akan hidup dengannya adalah Anda sendiri, bukan orangtua Anda. Jangan biarkan Anda terjebak dengan sosok yang sebenarnya belum Anda yakini terbaik sebagai pasangan hidup.

4. Ingin merasakan hubungan lebih intimKetika kekuatan agar bisa berhubungan lebih intim menjadi alasan kuat menikah, ini berbahaya. Tujuan utama pernikahan bukan lagi membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan langgeng, tapi hanya 'malam pertama'. Saat penasaran itu terjawab, bukan tak mungkin bosan melanda, rasa sayang menguap, dan ujung dari ini semua adalah kehancuran rumah tangga.

5. Ingin punya anak Ingin punya anak memang menjadi pendorong kuat bagi banyak orang untuk menikah. Namun, apakah Anda ingin membawa anak dalam kondisi yang tidak ideal? Landasan cinta adalah harga mati. Jangan sampai anak Anda kelak menjadi korban ketidakharmonisan rumah tangga. Atau, malah Anda bisa menjadi orang tua tunggal kelak.

6. Menikah dengan peselingkuhAda beberapa kasus orang menikah secara diam-diam dengan selingkuhannya. Awalnya, mungkin akan berjalan dengan baik. Namun, untuk jangka panjang, pernikahan ini bisa menjadi malapetaka.

Ingat, pernikahan ini terjadi di atas penderitaan orang lain. Ini artinya masing-masing berani mengambil risiko mencari kebahagiaan tanpa peduli nasib pasangan utama masing-masing. Bukan tak mungkin pasangan kembali selingkuh, dan Anda menjadi korban berikutnya.

7. Tekanan sosialIni seringkali menimpa mereka yang sudah memasuki usia siap menikah, namun masih melajang. Mereka umumnya merasa terpojok dengan pertanyaan yang dilontarkan teman dan keluarga besar seperti, "Kapan menikah?" Jangan sampai tekanan ini membuat Anda menikahi orang yang salah.

8. Membuktikan bukan homoseksualItu bukan ide yang baik. Jangan menjadikan pernikahan sebagai tameng bagi Anda untuk membuktikan sesuatu kepada dunia. Jika memang Anda seorang homoseksual, menikah tidak akan mengubahnya. Selain membuat pasangan menderita, rumah tangga juga tidak akan bahagia.

sumber 
http://kosmo.vivanews.com/news/read/213679-delapan-alasan-jangan-menikah

Menikah Muda Perlu Perencanaan Matang

Pilihan menikah muda boleh jadi berat bagi sebagian perempuan. Apalagi bagi perempuan masa kini yang aktif, memiliki karier dan juga masih mengejar berbagai mimpinya, seperti melanjutkan pendidikan. Meski menikah muda (bukan menikah dini) menjadi pilihan bagi sebagian perempuan untuk menyegerakan kebaikan, sejumlah persiapan matang wajib dilakukan. 

Kepada Kompas Female, dua perempuan muda dari komunitas muslimah Hijabers Community berbagi pengalaman menikah muda. Simak kisah dan perjalanan keduanya.

Perempuan berhak bersuara

Desainer busana muslim, Dian Wahyu Utami (20) atau akrab disapa Dian Pelangi menikah Januari 2011 lalu dengan Tito Prasetyo (31). Dian, yang juga adalah pendiri Hijabers Community mengakui keputusan menikah muda dipilihnya dengan penuh pertimbangan. Tito bahkan harus menunggu dua tahun untuk akhirnya meminang Dian sebagai istrinya.

Dian juga menerapkan syarat untuk pria yang berkeyakinan hati menikahinya ini. "Saya utarakan dari awal, bahwa saya masih muda, saya masih ingin berkarier sebagai desainer, dan saya belum berencana punya anak dalam waktu dekat. Semua syarat itu dipenuhinya, dan karena saya juga tidak mau berpacaran, saya memutuskan menikah muda dengan proses taaruf (tahapan perkenalan) yang intens," jelas perempuan kelahiran Palembang,14 Januari 1991 ini.

Keputusan menikah muda bagi Dian dimudahkan dengan sikap meyakinkan dari pasangan, dukungan dari orangtua, dan juga proses panjang dalam berserah, berpikir, juga proses pengenalan. Saat menjalani proses pengenalan, yang terpenting adalah mengenal kepribadian pasangan yang dibicarakan secara terbuka.

"Suami saya menunjukkan sikap yang membuat saya yakin bahwa ia adalah suami yang baik. Pertimbangan seperti dia sudah bekerja, punya rumah, punya modal untuk berumahtangga juga semakin menguatkan. Kepribadian juga menjadi pertimbangan penting. Kami saling mendalami karakter pada masa taaruf (perkenalan). Proses pengenalan ini bukan hanya pribadi masing-masing, namun juga keluarga, teman-temannya. Pembicaraan serius mengenai berbagai hal juga dilakukan pada tahap perkenalan. Sehingga saat memutuskan menikah, saya sudah merasa yakin," jelasnya.

Menurut Dian, perempuan perlu bicara terus terang kepada calon pasangan mengenai berbagai hal. Di antaranya mengenai pekerjaan, keluarga, keuangan, kepribadian, rencana ke depan, mimpi yang masih ingin diwujudkan, pendidikan terutama keinginan untuk melanjutkan sekolah, bahkan mengenai rencana punya anak.

"Perempuan harus mengutarakan pendapatnya saat masa perkenalan ini. Jika memang cocok bisa dilanjutkan. Namun jika ternyata tak merasa cocok, cara paling mudah untuk menolaknya adalah dengan mengembalikan ke orangta. Minta pasangan untuk bicara ke orangtua. Sementara di kesempatan lain, kita sudah mengungkapkan ke orangtua bahwa kita tidak merasa cocok dengan laki-laki tersebut," jelas Dian.

Perempuan muda yang memutuskan menikah sebaiknya juga memilih pria berpikiran terbuka. Karena dengan begitu, pasangan bisa memahami kebutuhan perempuan muda yang masih berproses sesuai usianya. "Laki-laki open minded lebih mampu mendengarkan kebutuhan pasangannya, apalagi pasangan yang berusia jauh lebih muda," lanjut Dian menambahkan, agar hubungan tetap harmonis, pasangan juga perlu saling menerima kekurangan masing-masing.

Dukungan keluarga
Ghaida Tsurayya, perempuan kelahiran 5 September 1988 ini juga menikah di usia 20, dengan pria berusia 24 tahun. Ghaida juga menyuarakan keinginannya dan bernegosiasi kepada calon pasangan sebelum menikah. Maklum, saat itu Ghaida masih kuliah tingkat dua. Sementara sang suami, sudah bekerja dengan lingkungan pergaulan yang jauh berbeda dengannya.

"Saya meminta suami untuk bisa berbaur dengan lingkungan saya, anak-anak mahasiswa yang masih ingin bergaul, dan bersenang-senang," kata Ghaida seusai mengisi acara talkshow bersama Hijabers Community di Masjid At Tin Jakarta beberapa waktu lalu.

Sang suami, Harpinadi Ihram, menambahkan, untuk memenuhi janjinya terhadap pasangan, ia menyesuaikan lingkungan sang istri. "Pulang kerja, saya berbaur dengan teman-teman istri, ganti pakaian dari pakaian kerja ke busana yang lebih santai, dan ikut berbaur," katanya yang mengaku menikmati masa-masa adaptasi di awal pernikahan.

Meski masih kuliah, Ghaida dan Ihram berserah soal anak. "Kami hanya berharap semoga diberikan anak di waktu yang tepat. Akhirnya, usia pernikahan 1,5 tahun, kami dikaruniai anak. Saat hamil saya sedang mengerjakan skripsi. Awalnya bingung bagaimana menghadapinya, namun ternyata ada saja yang membantu. Justru kehamilan memudahkan proses skripsi dan sidang akhir," kata putri pertama KH Abdullah Gymnastiar ini.

Keputusan pemilik Ghauda Gallery di Bandung ini untuk menikah muda dikuatkan oleh dukungan keluarga. Selain juga pengalaman dari anggota keluarga lainnya yang juga memilih menikah muda. "Keluarga sangat membantu dalam proses menikah muda. Selain juga saya belajar dari pengalaman keluarga yang menikah muda," tutur Ghaida yang mengaku lebih banyak berserah memohon petunjuk ketika memutuskan untuk menikah muda.
sumber :
http://female.kompas.com/read/2011/08/08/18355586/Menikah.Muda.Perlu.Perencanaan.Matang

Isagenix