Senin, 29 April 2013
Minggu, 28 April 2013
Menikah dengan Dana Terbatas? Bisa Kok, Ini Tipsnya!
Menggelar pernikahan sesuai impian tentu menjadi keinginan banyak
pasangan. Tapi bagaimana kalau ternyata pernikahan impian tersebut tak
bisa terwujud karena keterbatasan dana?
Masalah dana atau biaya memang sering menjadi hal yang membuat calon pengantin pusing. Perhitungan untuk mengadakan pernikahan itu terkadang bisa di luar batas biaya yang dimiliki. Bagi Anda yang ingin menikah tapi memiliki budget terbatas, berikut enam cara yang bisa dilakukan untuk menghemat, seperti dikutip dari She Knows:
1. Hitung ulang jumlah undangan
Membuat daftar undangan dapat menghemat beberapa hal, yaitu jumlah cetakan undangan, jumlah porsi makanan, serta jumlah souvenir. Pastikan orang-orang yang diundang benar-benar memang mengenal Anda dengan baik. Dalam menghintung undangan ini harus realistis. Jangan membuang-buang biaya dengan mengundang orang-orang yang tak memiliki hubungan yang dekat dengan Anda maupun pasangan.
2. Prosesi pernikahan
Jika memang budget yang Anda dan pasangan sangat ketat, maka tak perlu membuat prosesi pernikahan yang panjang, misalnya memakai adat dan sebagainya. Lebih baik padatkan jadwal pernikahan menjadi satu hari, misalnya bagi Anda yang muslim, gabungkan prosesi akad nikah dan resepsi menjadi satu. Begitu pula bagi yang nasrani, acara pemberkatan serta pesta resepsi juga bisa dijadikan satu hari. Selain menghemat biaya dalam hal prosesinya, budget untuk dokumentasi pun menjadi berkurang. Anda, pasangan serta keluarga besar tak perlu mengeluarkan tenaga yang terlalu besar untuk menjalankan prosesi pernikahan yang panjang.
Masalah dana atau biaya memang sering menjadi hal yang membuat calon pengantin pusing. Perhitungan untuk mengadakan pernikahan itu terkadang bisa di luar batas biaya yang dimiliki. Bagi Anda yang ingin menikah tapi memiliki budget terbatas, berikut enam cara yang bisa dilakukan untuk menghemat, seperti dikutip dari She Knows:
1. Hitung ulang jumlah undangan
Membuat daftar undangan dapat menghemat beberapa hal, yaitu jumlah cetakan undangan, jumlah porsi makanan, serta jumlah souvenir. Pastikan orang-orang yang diundang benar-benar memang mengenal Anda dengan baik. Dalam menghintung undangan ini harus realistis. Jangan membuang-buang biaya dengan mengundang orang-orang yang tak memiliki hubungan yang dekat dengan Anda maupun pasangan.
2. Prosesi pernikahan
Jika memang budget yang Anda dan pasangan sangat ketat, maka tak perlu membuat prosesi pernikahan yang panjang, misalnya memakai adat dan sebagainya. Lebih baik padatkan jadwal pernikahan menjadi satu hari, misalnya bagi Anda yang muslim, gabungkan prosesi akad nikah dan resepsi menjadi satu. Begitu pula bagi yang nasrani, acara pemberkatan serta pesta resepsi juga bisa dijadikan satu hari. Selain menghemat biaya dalam hal prosesinya, budget untuk dokumentasi pun menjadi berkurang. Anda, pasangan serta keluarga besar tak perlu mengeluarkan tenaga yang terlalu besar untuk menjalankan prosesi pernikahan yang panjang.
Senin, 22 April 2013
Hai Calon Pengantin, Jangan Lupa Cek Kesehatan Meski Sibuk Siapkan Pesta
Pernikahan adalah sebuah langkah untuk menuju fase kehidupan yang baru,
tidak hanya bagi laki-laki, tetapi juga bagi perempuan. Sangat penting
bagi perempuan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.
"Seorang gadis yang akan menikah harus mengetahui secara pasti kondisi kesehatan tubuhnya. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga kondisi kesehatan dan penyakit yang diderita," ujar Dr. Aditi Parmar, seperti dikutip dari Times of India, Senin (22/4/2013).
"Masih banyak gadis yang tidak paham siklus menstruasinya, padahal penting bagi perempuan memahaminya. Hal ini bertujuan untuk menghindari siklus tersebut muncul saat bulan madu. Siklus ini juga penting untuk membantu perencanaan kontrasepsi," ujar Dr. Indira Hinduja, seorang dokter kandungan dan ginekologis.
Mayoritas perempuan tidak mau melakukan pemeriksaan sebelum menikah karena takut merasa sakit atau bahkan sudah terlalu sibuk mengurus persiapan pernikahan.
Dokter-dokter ini meyakinkan bahwa manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan sebelum menikah tidak hanya sekadar mengetahui siklus dan kontrasepsi, tetapi juga memberikan diagnosis kepada yang bersangkutan. Bahkan informasi mengenai kualitas dan kuantitas menstruasi pun dapat memberi kesimpulan tentang kondisi kesehatan tubuh perempuan, apakah kemungkinan ada gejala penyakit tertentu yang mungkin sebelumnya tidak disadari.
"Seorang gadis yang akan menikah harus mengetahui secara pasti kondisi kesehatan tubuhnya. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga kondisi kesehatan dan penyakit yang diderita," ujar Dr. Aditi Parmar, seperti dikutip dari Times of India, Senin (22/4/2013).
"Masih banyak gadis yang tidak paham siklus menstruasinya, padahal penting bagi perempuan memahaminya. Hal ini bertujuan untuk menghindari siklus tersebut muncul saat bulan madu. Siklus ini juga penting untuk membantu perencanaan kontrasepsi," ujar Dr. Indira Hinduja, seorang dokter kandungan dan ginekologis.
Mayoritas perempuan tidak mau melakukan pemeriksaan sebelum menikah karena takut merasa sakit atau bahkan sudah terlalu sibuk mengurus persiapan pernikahan.
Dokter-dokter ini meyakinkan bahwa manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan sebelum menikah tidak hanya sekadar mengetahui siklus dan kontrasepsi, tetapi juga memberikan diagnosis kepada yang bersangkutan. Bahkan informasi mengenai kualitas dan kuantitas menstruasi pun dapat memberi kesimpulan tentang kondisi kesehatan tubuh perempuan, apakah kemungkinan ada gejala penyakit tertentu yang mungkin sebelumnya tidak disadari.
Perawatan Kulit Wajah Menjelang Pernikahan
Persiapan pernikahan jangan sampai membuat lupa merawat diri. Agar
cantik bersinar saat hari bahagia, perhatikan beberapa langkah perawatan
wajah ini.
Perawatan dasar
Banyak wanita melupakan perawatan umum dan rutin seperti membersihkan wajah pada pagi hari, menggunakan tabir surya, pelembap, dan membersihkan wajah sebelum tidur. Padahal, itu semua merupakan kunci kulit yang sehat.
Selain itu, sebaiknya gunakan scrub wajah paling tidak seminggu sekali untuk membuang kulit mati yang tersisa. Lanjutkan kebiasaan baik seperti minum air 8-10 gelas sehari, tidur yang cukup, berhenti merokok dan banyak mengonsumsi sayur serta buah.
Perawatan tambahan
Perawatan tambahan idealnya dimulai sekitar 5 bulan sebelum menikah. Waktu yang cukup panjang tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan jangka panjang pada kulit. Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat perawatan wajah. Pertama, memperbaiki masalah kulit seperti jerawat, noda pada kulit, atau kulit kusam. Kedua, meningkatkan penampilan kulit seperti memperbaiki tesktur kulit dan membuat kulit lebih cerah. Biasanya ada beberapa perawatan yang akan disarankan dokter kulit Anda selain penggunaan beberapa krim wajah secara teratur.
a. Peeling
Peeling atau pengelupasan kulit wajah sering ditawarkan sebagai salah satu perawatan menjelang nikah untuk membuat kulit terlihat lebih berkilau. Peeling dengan bahan kimia yang kerap ditawarkan di dokter kulit atau pusat kecantikan cenderung menimbulkan kulit kemerahan, karena itu paling lambat perawatan ini dilakukan setidaknya 2 minggu sebelum hari pernikahan.
Perawatan dasar
Banyak wanita melupakan perawatan umum dan rutin seperti membersihkan wajah pada pagi hari, menggunakan tabir surya, pelembap, dan membersihkan wajah sebelum tidur. Padahal, itu semua merupakan kunci kulit yang sehat.
Selain itu, sebaiknya gunakan scrub wajah paling tidak seminggu sekali untuk membuang kulit mati yang tersisa. Lanjutkan kebiasaan baik seperti minum air 8-10 gelas sehari, tidur yang cukup, berhenti merokok dan banyak mengonsumsi sayur serta buah.
Perawatan tambahan
Perawatan tambahan idealnya dimulai sekitar 5 bulan sebelum menikah. Waktu yang cukup panjang tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan jangka panjang pada kulit. Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat perawatan wajah. Pertama, memperbaiki masalah kulit seperti jerawat, noda pada kulit, atau kulit kusam. Kedua, meningkatkan penampilan kulit seperti memperbaiki tesktur kulit dan membuat kulit lebih cerah. Biasanya ada beberapa perawatan yang akan disarankan dokter kulit Anda selain penggunaan beberapa krim wajah secara teratur.
a. Peeling
Peeling atau pengelupasan kulit wajah sering ditawarkan sebagai salah satu perawatan menjelang nikah untuk membuat kulit terlihat lebih berkilau. Peeling dengan bahan kimia yang kerap ditawarkan di dokter kulit atau pusat kecantikan cenderung menimbulkan kulit kemerahan, karena itu paling lambat perawatan ini dilakukan setidaknya 2 minggu sebelum hari pernikahan.
Sembilan Alasan Terburuk untuk Menikah
Ketika dua orang jatuh cinta, pernikahan jelas menjadi jawabannya. Namun
jangan bodohi diri kita sendiri, karena banyak juga orang menikah bukan
karena cinta. Jika Anda siap menikah namun sadar bahwa Anda masih
bingung terhadap perasaan cinta, pertimbangkan lagi keputusan untuk
menikah.
Anda layak mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Jika ada sedikit keraguan di kepala Anda, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda belum siap menikah. Berikut sembilan alasan mengapa Anda harus menunda pernikahan saat ini juga!
1. Untuk menyenangkan orangtua
Memang, orangtua akan merasa bahagia saat mengetahui bahwa ada seseorang yang akan menjaga Anda. Tapi mereka sebenarnya hanya menginginkan cucu.
2. Untuk membuktikan memiliki orientasi seks yang normal
Entah Anda mencoba untuk membuktikan orientasi seksual kepada diri sendiri atau orang lain, pernikahan bukanlah jawabannya.
3. Membantu teman yang kesulitan
Apakah harus kami ingatkan bahwa menikah untuk tujuan mengelabui proses imigrasi adalah tindakan kriminal? Pengorbanan yang sia-sia.
Anda layak mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Jika ada sedikit keraguan di kepala Anda, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda belum siap menikah. Berikut sembilan alasan mengapa Anda harus menunda pernikahan saat ini juga!
1. Untuk menyenangkan orangtua
Memang, orangtua akan merasa bahagia saat mengetahui bahwa ada seseorang yang akan menjaga Anda. Tapi mereka sebenarnya hanya menginginkan cucu.
2. Untuk membuktikan memiliki orientasi seks yang normal
Entah Anda mencoba untuk membuktikan orientasi seksual kepada diri sendiri atau orang lain, pernikahan bukanlah jawabannya.
3. Membantu teman yang kesulitan
Apakah harus kami ingatkan bahwa menikah untuk tujuan mengelabui proses imigrasi adalah tindakan kriminal? Pengorbanan yang sia-sia.
Senin, 15 April 2013
Pernikahan Menurut Islam dari Mengenal Calon Sampai Proses Akad Nikah
Proses
mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung”
sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang
penuh adab. Bukan “Coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.
Islam
telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses
sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih.
Berikut ini kami bawakan perinciannya:
1. Mengenal calon pasangan hidup
Sebelum
seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia
harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya,
begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat
menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang
dijalani orang-orang yang tidak paham agama, sehingga mereka
menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon
pasangan hidup, kata mereka. Pacaran dan pertunangan haram hukumnya
tanpa kita sangsikan.
Adapun
mengenali calon pasangan hidup di sini maksudnya adalah mengetahui
siapa namanya, asalnya, keturunannya, keluarganya, akhlaknya, agamanya
dan informasi lain yang memang dibutuhkan. Ini bisa ditempuh dengan mencari
informasi dari pihak ketiga, baik dari kerabat si lelaki atau si wanita
ataupun dari orang lain yang mengenali si lelaki/si wanita.
Yang
perlu menjadi perhatian, hendaknya hal-hal yang bisa menjatuhkan kepada
fitnah (godaan setan) dihindari kedua belah pihak seperti
bermudah-mudahan melakukan hubungan telepon, sms, surat-menyurat, dengan
alasan ingin ta’aruf (kenal-mengenal) dengan calon suami/istri.
Jangankan baru ta’aruf, yang sudah resmi meminang pun harus menjaga
dirinya dari fitnah. Karenanya, ketika Syaikh Shalih bin Fauzan bin
Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah ditanya tentang pembicaraan melalui
telepon antara seorang pria dengan seorang wanita yang telah
dipinangnya, beliau menjawab, “Tidak
apa-apa seorang laki-laki berbicara lewat telepon dengan wanita yang
telah dipinangnya, bila memang pinangannya telah diterima dan
pembicaraan yang dilakukan dalam rangka mencari pemahaman sebatas
kebutuhan yang ada, tanpa adanya fitnah.
Kamis, 11 April 2013
Tips Mengontrol Pengeluaran untuk Pesta pernikahan
Setiap wanita pasti menginginkan pesta pernikahan yang berjalan
sempurna. Tak jarang pula sampai melupakan bujet yang dimiliki untuk
membuat hari spesial Anda begitu meriah. Sebelum Anda membuang lebih
banyak uang untuk dekorasi atau tamu undangan yang sangat banyak,
sebaiknya pelajari tips mengelola bujet untuk pesta pernikahan dari All
Women Stalk berikut ini.
1. Daftar Tamu Undangan
Sebelum mengurusi persoalan gedung, dekorasi dan lainnya, daftar tamu undangan menjadi hal utama yang harus Anda perhatikan. Hanya mengundang beberapa kerabat dan teman terdekat akan membuat pesta pernikahan lebih terkesan intim. Tidak hanya itu, memperkecil jumlah tamu juga membantu Anda memangkas pengeluaran untuk makanan, souvenir, serta bajet tambahan seperti transportasi atau akomodasi kamar hotel yang Anda sediakan bagi kerabat.
2. Pilih Jenis Makanan & Minuman
Selain untuk sewa gedung, pengeluaran terbesar juga datang dari makanan dan minuman. Ketika Anda dihadapkan dengan pilihan makanan yang begitu banyak, tak jarang Anda melupakan bajet yang telah dibuat. Untuk itu, pilihlah beberapa jenis makanan dari tiap pos. Misalnya saja untuk makanan penutup, Anda bisa pilih es krim dan satu jenis cake. Atau ambil paket makanan yang berisi berbagai jenis makanan dan minuman yang bisa disesuaikan bajet Anda.
1. Daftar Tamu Undangan
Sebelum mengurusi persoalan gedung, dekorasi dan lainnya, daftar tamu undangan menjadi hal utama yang harus Anda perhatikan. Hanya mengundang beberapa kerabat dan teman terdekat akan membuat pesta pernikahan lebih terkesan intim. Tidak hanya itu, memperkecil jumlah tamu juga membantu Anda memangkas pengeluaran untuk makanan, souvenir, serta bajet tambahan seperti transportasi atau akomodasi kamar hotel yang Anda sediakan bagi kerabat.
2. Pilih Jenis Makanan & Minuman
Selain untuk sewa gedung, pengeluaran terbesar juga datang dari makanan dan minuman. Ketika Anda dihadapkan dengan pilihan makanan yang begitu banyak, tak jarang Anda melupakan bajet yang telah dibuat. Untuk itu, pilihlah beberapa jenis makanan dari tiap pos. Misalnya saja untuk makanan penutup, Anda bisa pilih es krim dan satu jenis cake. Atau ambil paket makanan yang berisi berbagai jenis makanan dan minuman yang bisa disesuaikan bajet Anda.
4 Cara Yakini Diri Anda Sudah Siap Menikah
Anda dan pasangan telah menjalin hubungan cukup lama. Desakan dari
kerabat dekat, bahkan pasangan pun sudah mulai mempertanyakan keseriusan
Anda untuk menikah. Namun apakah Anda siap untuk menikah? Jika masih
ragu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya
berkomitmen. Berikut rangkumannya dari eHow.
1. Pikirkan Kembali Harapan Anda tentang Pernikahan
Jika Anda terlalu memikirkan pesta pernikahanya ketimbang tahun-tahun yang akan dilalui bersama pasangan setelah menikah, mungkin Anda tidak siap berkomitmen. Namun jika Anda telah berpikir mengenai perencanaan hidup di kemudian hari, berarti Anda sudah siap untuk menikah.
2. Cek Keuangan
Cek kembali kondisi keuangan Anda dan pasangan. Pernikahan tak selalu berarti hal yang romantis, dibutuhkan usaha bersama untuk mendapatkan keuangan yang stabil. Walaupun secara emosional Anda siap untuk menikah, tetapi jika tidak memiliki cukup uang dan tabungan, artinya Anda belum siap menikah.
1. Pikirkan Kembali Harapan Anda tentang Pernikahan
Jika Anda terlalu memikirkan pesta pernikahanya ketimbang tahun-tahun yang akan dilalui bersama pasangan setelah menikah, mungkin Anda tidak siap berkomitmen. Namun jika Anda telah berpikir mengenai perencanaan hidup di kemudian hari, berarti Anda sudah siap untuk menikah.
2. Cek Keuangan
Cek kembali kondisi keuangan Anda dan pasangan. Pernikahan tak selalu berarti hal yang romantis, dibutuhkan usaha bersama untuk mendapatkan keuangan yang stabil. Walaupun secara emosional Anda siap untuk menikah, tetapi jika tidak memiliki cukup uang dan tabungan, artinya Anda belum siap menikah.
6 Langkah Miliki Pernikahan Harmonis
Wanita dikenal sering mendominasi para suami, tetapi dengan omelan
terus-menerus kepada suami akan membuat dampak negatif pada kelanjutan
hubungan perkawinan. Renungkan kembali semua peristiwa, argumen dan
diskusi yang memicu pertengkaran. Jika Anda ingin hidup harmonis tanpa
pertengkaran dengan suami, berikut enam cara untuk meminimalkan
pertengkaran seperti yang dikutip dari Mag For Women.
1. Belajar Mendengarkan
Jika ingin mengurangi perkelahian dengan suami Anda, cobalah belajar mendengarkan apa yang sebenarnya suami ingin sampaikan. Anda harus memberikan kesempatan padanya untuk berbicara agar tahu apa saja yang suami inginkan, dan dengarkanlah apa yang suami Anda coba bicarakan. Buatlah komunikasi dua arah yang efektif.
2. Mengurus Kebutuhan & Keinginannya
Sebagai seorang istri, Anda tidak boleh selalu berharap bahwa suami harus memenuhi semua kebutuhan Anda. Tetapi juga harus peduli terhadap keinginan suami dan mengurus kebutuhan yang diperlukannya. Untuk mengurangi tingkat pertengkaran, tunjukkan kepedulian Anda padanya.
3. Miliki Kepercayaan yang Kuat
Jika Anda sering meragukan pasangan, maka ia bisa menjadi frustrasi dan memicu pertengkaran. Sebagai seorang istri, sebaiknya kita memiliki kepercayaan yang kuat terhadap suami dengan cara tidak melawan dan ragu terhadapnya. Dengan begitu, ia pun akan percaya dan mendukung Anda.
1. Belajar Mendengarkan
Jika ingin mengurangi perkelahian dengan suami Anda, cobalah belajar mendengarkan apa yang sebenarnya suami ingin sampaikan. Anda harus memberikan kesempatan padanya untuk berbicara agar tahu apa saja yang suami inginkan, dan dengarkanlah apa yang suami Anda coba bicarakan. Buatlah komunikasi dua arah yang efektif.
2. Mengurus Kebutuhan & Keinginannya
Sebagai seorang istri, Anda tidak boleh selalu berharap bahwa suami harus memenuhi semua kebutuhan Anda. Tetapi juga harus peduli terhadap keinginan suami dan mengurus kebutuhan yang diperlukannya. Untuk mengurangi tingkat pertengkaran, tunjukkan kepedulian Anda padanya.
3. Miliki Kepercayaan yang Kuat
Jika Anda sering meragukan pasangan, maka ia bisa menjadi frustrasi dan memicu pertengkaran. Sebagai seorang istri, sebaiknya kita memiliki kepercayaan yang kuat terhadap suami dengan cara tidak melawan dan ragu terhadapnya. Dengan begitu, ia pun akan percaya dan mendukung Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)