Senin, 08 Agustus 2011

10 Lokasi Bulan Madu Paling Romantis

Bulan madu sepertinya sudah menjadi agenda wajib usai melangsungkan resepsi pernikahan. Setelah cukup pusing dengan berbagai ritual yang rumit dan merepotkan, rasanya perlu bagi Anda dan pasangan untuk menikmati tempat yang tenang dan indah untuk merayakan cinta.

10 Tempat di bawah ini mungkin bisa menjadi panduan Anda bersama pasangan yang ingin merasakan romantisme di awal pernikahan, keluar dari Indonesia.

1. Santorini, YunaniKeindahan Laut Aegea menjadikannya sebagai salah satu destinasi bulan madu terbaik di Eropa. Biarkan romansa asmara bermekaran dengan menghabiskan waktu menikmati keindahan pantai yang menakjubkan. Saat matahari terbenam, rasakan kesempurnaan gambaran alam. Sembari menikmati keindahan alam Santorini, Anda dan pasangan harus mencoba makanan etnik Yunani dan menjelajahi cita rasa khas masakan Yunani.

2. Taman Nasional Kruger, Afrika SelatanBersama pasangan, Anda akan menikmati suasana belantara liar Afrika di Taman Nasional Kruger. Inilah rumah bagi kerbau, badak hitam, gajah, macan tutul dan raja hutan, singa. Esensi sejati dari alam liar bisa Anda alami di sini.  Untuk melengkapi pengalaman belantara, Anda bisa menginap di pondok-pondok sekitar taman.

3. Aspen, Colorado, Amerika SerikatJika Anda dan pasangan penyuka petualangan aneh, Anda harus mengunjungi Aspen di Colorado. Aspen yang tertelak di lereng Pegunungan Rocky merupakan resort ski terbaik di dunia. Di sana, tersedia restoran yang menawarkan makan malam romantis. Setelah lelah bermain ski seharian, Anda dapat bersantai sambil menikmati makan malam romantis bersama sang kekasih.

4. Queenstown, Selandia BaruQueenstown adalah tempat bulan madu yang hangat baik saat musim dingin maupun saat musim panas. Saat musim dingin, Queenstown menawarkan bidang ski. Sedangkan saat musim panas, tersedia water rafting dan hiking. Hanya itukah? Pemandangan indahnya pegunungan, kebun anggur, dan fasilitas spa yang menyenangkan juga siap memikat hati.

5. Roma, ItaliaRoma adalah destinasi favorit bagi pasangan kekasih, termasuk yang ingin menikmati bulan madu. Kisah-kisah cinta lewat patung-patung berseni tinggi, nikmatnya aroma anggur, dan cita rasa kuliner Italia yang luar biasa tersaji. Keindahan Roma bisa menghipnotis Anda dan kekasih.

6. Koh Samui, ThailandKoh Samui menawarkan keanekaragaman alam yang kaya. Pantai dengan pasir putih halus, serta hutan hijau yang menyegarkan mata, bisa Anda nikmati. Tempat ini menjadi lokasi favorit bagi pasangan yang ingin menghabiskan indahnya bulan madu nan eksotik di sebuah pulau. Anda bisa lupa diri ketika berada di bawah laut dengan fasilitas snorkeling di Koh Samui.

7. Bangkok, ThailandBangkok dikenal dengan julukan City of Angles. Jadi, bagi Anda dan pasangan yang saling mencintai secara mendalam, Bangkok menjadi pilihan yang bagus sebagai destinasi bulan madu. Anda akan takjub dengan gemulai tarian tradisional Thailand dan megahnya candi Emerald of Budha (Wat Phra Keow).

8. Paris, PrancisParis adalah tempat menetap yang utama bagi pasangan kekasih. Ketika di Paris, Anda wajib mengabadikan manisnya momen bulan madu di depan Menara Eiffel. Anda pun dapat duduk santai berdua di salah satu kafe pinggir jalan dan menyaksikan saat-saat terbenamnya matahari. Momen indah semakin terasa saat Anda menikmati secangkir kopi hangat dan mencoba baguette Prancis yang populer.

9. MauritiusMauritius adalah kenikmatan untuk pengantin baru di India. Dikelilingi Samudera Hindia, pulau ini menawarkan sensasi pemandangan laut biru yang menenangkan indra. Di sini, Anda akan melihat peleburan budaya yang berbeda. Mauritius yang santai dan tenang bisa dijadikan rujukan bagi Anda dan pasangan yang hendak melarikan diri dari hiruk pikuk keramaian kota ke pangkuan alam yang menakjubkan.

10. Jenewa, SwissSaat mendengar kata Swiss, Anda akan mendapatkan gambaran alam dengan bentangan yang sempurna. Itulah yang ditawarkan Jenewa sebagai kado bagi pasangan kekasih yang baru menikah. Kecantikan danau Lemon dan hamparan salju yang menutupi puncak gunung-gunung di Jenewa, membuat Anda serasa ingin menghentikan waktu untuk lebih lama menikmatinya berdua.

sumber:
http://kosmo.vivanews.com/news/read/211473-10-lokasi-bulan-madu-paling-romantis

Jangan Menikah Karena 8 Alasan Ini

Pernikahan merupakan peristiwa sakral yang menyatukan dua orang dalam satu ikatan. Ada janji setia sehidup semati yang harus dijaga. 

Agar pernikahan mewujud menjadi rumah tangga harmonis dan langgeng, Anda harus punya cinta dan keyakinan terhadap pasangan. Jangan menikah hanya karena delapan alasan berikut ini, seperti dikutip dari Health24:

1. Menikah hanya karena hartaDi awal pernikahan, mungkin Anda begitu menikmati kehidupan rumah tangga. Namun, kehidupan rumah tangga tanpa landasan cinta kuat tentu jauh dari harmonis dan langgeng. Apalagi jika di tengah perjalanan rumah tangga, pasangan kehilangan harta. Atau, Anda bertemu dengan pria yang jauh lebih kaya dan memikat.

2. Ingin meninggalkan rumah orangtuaIni biasanya menimpa mereka yang hidup di tengah keluarga penuh konflik. Menikah seringkali menjadi jalan pintas agar bisa keluar dari suasana rumah yang mungkin seperti 'neraka'. Namun, meninggalkan rumah bersama suami bukan jawaban mutlak. Pernikahan yang prematur justru bisa membuat Anda terjebak dalam konflik baru yang lebih rumit.

3. Karena orangtua menyukainyaIni bukan alasan tepat bagi Anda dan pasangan segera melangsungkan pernikahan. Ingat, yang akan hidup dengannya adalah Anda sendiri, bukan orangtua Anda. Jangan biarkan Anda terjebak dengan sosok yang sebenarnya belum Anda yakini terbaik sebagai pasangan hidup.

4. Ingin merasakan hubungan lebih intimKetika kekuatan agar bisa berhubungan lebih intim menjadi alasan kuat menikah, ini berbahaya. Tujuan utama pernikahan bukan lagi membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan langgeng, tapi hanya 'malam pertama'. Saat penasaran itu terjawab, bukan tak mungkin bosan melanda, rasa sayang menguap, dan ujung dari ini semua adalah kehancuran rumah tangga.

5. Ingin punya anak Ingin punya anak memang menjadi pendorong kuat bagi banyak orang untuk menikah. Namun, apakah Anda ingin membawa anak dalam kondisi yang tidak ideal? Landasan cinta adalah harga mati. Jangan sampai anak Anda kelak menjadi korban ketidakharmonisan rumah tangga. Atau, malah Anda bisa menjadi orang tua tunggal kelak.

6. Menikah dengan peselingkuhAda beberapa kasus orang menikah secara diam-diam dengan selingkuhannya. Awalnya, mungkin akan berjalan dengan baik. Namun, untuk jangka panjang, pernikahan ini bisa menjadi malapetaka.

Ingat, pernikahan ini terjadi di atas penderitaan orang lain. Ini artinya masing-masing berani mengambil risiko mencari kebahagiaan tanpa peduli nasib pasangan utama masing-masing. Bukan tak mungkin pasangan kembali selingkuh, dan Anda menjadi korban berikutnya.

7. Tekanan sosialIni seringkali menimpa mereka yang sudah memasuki usia siap menikah, namun masih melajang. Mereka umumnya merasa terpojok dengan pertanyaan yang dilontarkan teman dan keluarga besar seperti, "Kapan menikah?" Jangan sampai tekanan ini membuat Anda menikahi orang yang salah.

8. Membuktikan bukan homoseksualItu bukan ide yang baik. Jangan menjadikan pernikahan sebagai tameng bagi Anda untuk membuktikan sesuatu kepada dunia. Jika memang Anda seorang homoseksual, menikah tidak akan mengubahnya. Selain membuat pasangan menderita, rumah tangga juga tidak akan bahagia.

sumber 
http://kosmo.vivanews.com/news/read/213679-delapan-alasan-jangan-menikah

Menikah Muda Perlu Perencanaan Matang

Pilihan menikah muda boleh jadi berat bagi sebagian perempuan. Apalagi bagi perempuan masa kini yang aktif, memiliki karier dan juga masih mengejar berbagai mimpinya, seperti melanjutkan pendidikan. Meski menikah muda (bukan menikah dini) menjadi pilihan bagi sebagian perempuan untuk menyegerakan kebaikan, sejumlah persiapan matang wajib dilakukan. 

Kepada Kompas Female, dua perempuan muda dari komunitas muslimah Hijabers Community berbagi pengalaman menikah muda. Simak kisah dan perjalanan keduanya.

Perempuan berhak bersuara

Desainer busana muslim, Dian Wahyu Utami (20) atau akrab disapa Dian Pelangi menikah Januari 2011 lalu dengan Tito Prasetyo (31). Dian, yang juga adalah pendiri Hijabers Community mengakui keputusan menikah muda dipilihnya dengan penuh pertimbangan. Tito bahkan harus menunggu dua tahun untuk akhirnya meminang Dian sebagai istrinya.

Dian juga menerapkan syarat untuk pria yang berkeyakinan hati menikahinya ini. "Saya utarakan dari awal, bahwa saya masih muda, saya masih ingin berkarier sebagai desainer, dan saya belum berencana punya anak dalam waktu dekat. Semua syarat itu dipenuhinya, dan karena saya juga tidak mau berpacaran, saya memutuskan menikah muda dengan proses taaruf (tahapan perkenalan) yang intens," jelas perempuan kelahiran Palembang,14 Januari 1991 ini.

Keputusan menikah muda bagi Dian dimudahkan dengan sikap meyakinkan dari pasangan, dukungan dari orangtua, dan juga proses panjang dalam berserah, berpikir, juga proses pengenalan. Saat menjalani proses pengenalan, yang terpenting adalah mengenal kepribadian pasangan yang dibicarakan secara terbuka.

"Suami saya menunjukkan sikap yang membuat saya yakin bahwa ia adalah suami yang baik. Pertimbangan seperti dia sudah bekerja, punya rumah, punya modal untuk berumahtangga juga semakin menguatkan. Kepribadian juga menjadi pertimbangan penting. Kami saling mendalami karakter pada masa taaruf (perkenalan). Proses pengenalan ini bukan hanya pribadi masing-masing, namun juga keluarga, teman-temannya. Pembicaraan serius mengenai berbagai hal juga dilakukan pada tahap perkenalan. Sehingga saat memutuskan menikah, saya sudah merasa yakin," jelasnya.

Menurut Dian, perempuan perlu bicara terus terang kepada calon pasangan mengenai berbagai hal. Di antaranya mengenai pekerjaan, keluarga, keuangan, kepribadian, rencana ke depan, mimpi yang masih ingin diwujudkan, pendidikan terutama keinginan untuk melanjutkan sekolah, bahkan mengenai rencana punya anak.

"Perempuan harus mengutarakan pendapatnya saat masa perkenalan ini. Jika memang cocok bisa dilanjutkan. Namun jika ternyata tak merasa cocok, cara paling mudah untuk menolaknya adalah dengan mengembalikan ke orangta. Minta pasangan untuk bicara ke orangtua. Sementara di kesempatan lain, kita sudah mengungkapkan ke orangtua bahwa kita tidak merasa cocok dengan laki-laki tersebut," jelas Dian.

Perempuan muda yang memutuskan menikah sebaiknya juga memilih pria berpikiran terbuka. Karena dengan begitu, pasangan bisa memahami kebutuhan perempuan muda yang masih berproses sesuai usianya. "Laki-laki open minded lebih mampu mendengarkan kebutuhan pasangannya, apalagi pasangan yang berusia jauh lebih muda," lanjut Dian menambahkan, agar hubungan tetap harmonis, pasangan juga perlu saling menerima kekurangan masing-masing.

Dukungan keluarga
Ghaida Tsurayya, perempuan kelahiran 5 September 1988 ini juga menikah di usia 20, dengan pria berusia 24 tahun. Ghaida juga menyuarakan keinginannya dan bernegosiasi kepada calon pasangan sebelum menikah. Maklum, saat itu Ghaida masih kuliah tingkat dua. Sementara sang suami, sudah bekerja dengan lingkungan pergaulan yang jauh berbeda dengannya.

"Saya meminta suami untuk bisa berbaur dengan lingkungan saya, anak-anak mahasiswa yang masih ingin bergaul, dan bersenang-senang," kata Ghaida seusai mengisi acara talkshow bersama Hijabers Community di Masjid At Tin Jakarta beberapa waktu lalu.

Sang suami, Harpinadi Ihram, menambahkan, untuk memenuhi janjinya terhadap pasangan, ia menyesuaikan lingkungan sang istri. "Pulang kerja, saya berbaur dengan teman-teman istri, ganti pakaian dari pakaian kerja ke busana yang lebih santai, dan ikut berbaur," katanya yang mengaku menikmati masa-masa adaptasi di awal pernikahan.

Meski masih kuliah, Ghaida dan Ihram berserah soal anak. "Kami hanya berharap semoga diberikan anak di waktu yang tepat. Akhirnya, usia pernikahan 1,5 tahun, kami dikaruniai anak. Saat hamil saya sedang mengerjakan skripsi. Awalnya bingung bagaimana menghadapinya, namun ternyata ada saja yang membantu. Justru kehamilan memudahkan proses skripsi dan sidang akhir," kata putri pertama KH Abdullah Gymnastiar ini.

Keputusan pemilik Ghauda Gallery di Bandung ini untuk menikah muda dikuatkan oleh dukungan keluarga. Selain juga pengalaman dari anggota keluarga lainnya yang juga memilih menikah muda. "Keluarga sangat membantu dalam proses menikah muda. Selain juga saya belajar dari pengalaman keluarga yang menikah muda," tutur Ghaida yang mengaku lebih banyak berserah memohon petunjuk ketika memutuskan untuk menikah muda.
sumber :
http://female.kompas.com/read/2011/08/08/18355586/Menikah.Muda.Perlu.Perencanaan.Matang

Isagenix