Rabu, 21 Desember 2011

Tips Memilih Lagu untuk Pesta Pernikahan

Menentukan lagu untuk pernikahan bukanlah perkara mudah. Pemilihan lagu yang salah bisa membuat suasana pesta pernikahan Anda jadi tak sempurna.

Lagu yang dipilih pun harus mencerminkan kepribadian, perasaan dan tema pesta Anda. Seperti yang dikutip dari wedaholic, berikut ini beberapa cara yang perlu dipertimbangkan ketika akan memilih lagu pernikahan.

1. Jenis Hiburan
Sebelum memilih lagu, Anda sebaiknya memutuskan terlebih dulu jenis hiburan yang sesuai dengan keinginan. Apakah Anda ingin memakai jasa Disc Jokey (DJ), band, pianis solo atau sekedar dari pemutar kaset dan CD. Cari yang paling sesuai dengan anggaran dan keinginan Anda.

2. Tema
Hampir semua pesta pernikahan memiliki tema tersendiri, misalnya tema Asia, pantai, kebun, atau kerajaan. Jika Anda mempunyai tema pesta, maka pilihlah lagu yang sesuai dengan tema tersebut. Dengan adanya tema pesta, pemilihan lagu pun menjadi lebih mudah.

3. Lagu Khusus
Apabila Anda mempunyai lagu kenangan bersama pasangan dan keluarga, manfaatkanlah lagu-lagu tersebut. Selain mempermudah pemilihan, lagu kenangan dapat membangun suasana yang lebih intim pada pesta pernikahan Anda. Lagu romantis kenangan dengan pasangan, bisa dijadikan sebagai lagu pengiring pengantin menuju pelaminan, lalu-lagu kenangan dengan orangtua, bisa dijadikan lagu pengiring tari bersama ayah.

4. Hindari Lagu Patah Hati
Walau sedang populer, hindari memilih lagu yang bernuansa sedih. Misalnya seperti lagu-lagu tentang patah hati. Selain itu, hindari pula lagu yang bisa membangkitkan memori Anda bersama sang mantan.

Sumber :
http://www.wolipop.com/read/2011/12/20/180843/1795866/854/tips-memilih-lagu-untuk-pesta-pernikahan

Tanda-tanda Si Dia Siap Menikah

Jangan khawatir bila pasangan Anda tak juga menampakkan tanda-tanda untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius. Menurut Tina Tessina, Ph.D., psikoterapis dari California, semua pria pasti punya jam biologis, hanya waktunya saja yang berbeda dengan wanita. Bila seorang pria memang sudah siap menikah, ia tak membutuhkan waktu lama untuk berpacaran. Ia tahu bahwa Andalah yang dipilihnya untuk hidup bersamanya. Hanya saja, mungkin ia belum menemukan cara yang tepat untuk menyampaikan keinginannya pada Anda.

Meskipun tidak terlontar dalam bentuk kata-kata atau ajakan untuk menikah, Anda bisa melihat bahwa pasangan Anda sudah siap menikahi Anda bila:

1. Ia sering membahasakan diri dengan "kita", dan bukannya "aku". Artinya, ia sadar sepenuhnya bahwa Anda adalah bagian dari dirinya, dan apa yang dilakukannya adalah untuk kepentingan Anda berdua.

2. Meskipun Anda sudah mengenal orangtua dan saudara-saudaranya, ia mulai sering mengajak Anda menghabiskan acara bersama keluarganya. Tidak hanya untuk menghadiri resepsi perkawinan saudara, tetapi juga acara jalan-jalan lain.

3. Ia tak lagi sering menghabiskan waktu bersama teman-teman kantor atau komunitasnya. Jika teman-teman kantor mengajak hangout di akhir minggu, ia menolak karena ingin menemani Anda. Bila dulu ia menghadiri live music dari band favoritnya di kafe bersama rekan-rekannya, kini ia membebaskan diri dari komunitas tersebut dan mengajak Anda nonton bersamanya.

4. Ia menganggap bocah kecil begitu adorable, dan mengatakan bahwa Anda pasti akan memberinya anak-anak yang cantik. Ia tidak lagi terganggu dengan keributan anak-anak yang dulu dianggapnya annoying. "Kebanyakan pria ingin bisa mengajari anak-anak mereka main bola atau memancing bersama saat usianya masih muda, dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan sesama pria lainnya," ujar John Malloy, penulis Why Men Marry Some Women and Not Others.

5. Masalah finansial penting bagi kaum pria. Jika ia masih kesulitan membayar tagihan-tagihannya, tentu ia tak mau direpotkan dengan urusan menafkahi seorang istri. Bila ia sudah melewati masa-masa dimana gaji habis untuk membayar tagihannya sendiri, ia akan mulai memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan Anda.

6. Ia peduli pada apa yang terjadi pada keluarga besar Anda, bukan untuk menunjukkan bahwa ia calon menantu yang baik tetapi memang keluar dari dalam hatinya. Ia selalu berusaha hadir bila ada keluarga Anda yang tertimpa bencana, dan sigap memberikan bantuan saat dibutuhkan.

7. Ia mengetahui bahwa keluarga Anda tidak sempurna, namun tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang memalukan. Ia justru banyak mendiskusikan masalah dalam keluarga Anda, dan mengajak Anda mencari jalan keluarnya.

8. Ia tahu apa yang diinginkannya dari suatu perkawinan, bukan sekadar perayaannya tetapi juga kehidupan seperti apa yang akan Anda jalani bersama. Ia juga banyak bertanya mengenai apa yang Anda inginkan dalam sebuah perkawinan.

Sumber :

http://female.kompas.com/read/2009/02/20/13113298/Tanda-tanda.Si.Dia.Siap.Menikah

Singkap Alasan Si Dia Tak Kunjung Melamar

Setelah menjalin hubungan sekian lama dengan si dia, rasanya tak salah jika Anda berharap si dia akan mengajak Anda menikah. Satu-satunya masalah adalah terkadang pria membuat Anda terlalu lama menunggu sampai ia meminta Anda menikah dengannya. Ketika Anda sudah siap untuk memasuki jenjang selanjutnya, namun ia belum juga tergerak dan untuk mengajak Anda menikah, mungkin Anda bisa melihat alasan di balik itu semua.

1. Fobia
Mungkin tak ada yang perlu ia khawatirkan ketika meminta Anda menjadi kekasihnya. Namun menikah merupakan persoalan lain buatnya. Pernikahan yang hakekatnya seumur hidup seringkali membuatnya ketakutan, karena pernikahan merupakan puncak dari komitmen. Kekhawatiran tersebut bukan karena ia tak sungguh-sungguh mencintai Anda, melainkan akibat rasa takut yang sifatnya sementara. Masih ada kemungkinan ia akan berubah pikiran.

Meski demikian, seringkali perempuan menjadi terlalu lelah menunggu dan pada akhirnya berpikir bahwa Anda sudah tak menyukainya lagi. Namun, komitmen yang kuat akan membantu mengatasi hal ini. Ajak ia berbicara, dan tanyakan apa yang menjadi ketakutannya. Tunjukkan padanya bahwa Anda berkomitmen untuk berbagi cinta satu sama lain sehingga waktu pun bisa dilewati.

2. Hilang kebebasan
Banyak pria yang takut untuk menikah karena bayang-bayang kegagalan pernikahan yang seringkali mereka lihat di televisi, atau dari pengalaman orangtua dan teman-temannya. Kadang mereka merasa takut dikendalikan oleh istri mereka, sehingga mereka tidak akan bebas melakukan apapun. Wajar bila ia mengkhawatirkannya, karena tidak ada seorang pun yang mau berada dalam pernikahan dimana ada salah satu orang yang mengontrol orang lainnya. Untuk mengatasinya, katakan kepada si dia tentang impian pernikahan Anda dan juga keluarga yang ingin Anda bina bersamanya.

3. Takut bercerai
Banyak pasangan muda yang ternyata tidak sanggup memegang teguh komitmen mereka, sehingga akhirnya memutuskan untuk bercerai. Dan, pasangan menganggap bahwa perceraian bisa saja terjadi ketika Anda berdua menikah. Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan yang sehat. Bicaralah tentang masalah perceraian ini, dan katakan bahwa ia tak perlu khawatir akan hal ini. Jika Anda bisa membangun komunikasi yang baik, memiliki rasa saling percaya, saling pengertian, dan saling berkomitmen dengan kehidupan perkawinan Anda, untuk apa memikirkan tentang perceraian?

4. Belum siap
Kualitas dan mental diri sebelum masuk ke gerbang pernikahan memang sangat diperlukan. Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri bagi setiap orang pun berbeda-beda. Pria membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mempersiapkan kualitas diri dan mental untuk menikah dibanding dengan perempuan.

5. Ia memang tak mau menikahi Anda

Ketika ia lama tak meminta Anda menikah dengannya, maka kemungkinan ia merasa sudah nyaman dengan keadaannya saat ini, dan tidak ingin mengubahnya. Ia percaya bahwa menikah bisa mengubah kebiasaan-kebiasaannya, nilai-nilainya, boleh dibilang seluruh hidupnya, sehingga ia tak mau melakukannya. Satu pertanda yang bisa Anda lihat dari perbuatannya ketika ia kerap mengalihkan pertanyaan Anda tentang pernikahan. Ketika kejadian ini sudah seringkali terjadi, maka sebaiknya Anda memutuskan untuk tetap bersamanya atau tidak.

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2011/12/14/08310315/Singkap.Alasan.Si.Dia.Tak.Kunjung.Melamar.

Isagenix