Jumat, 19 Oktober 2012

Tip Agar Persiapan Pernikahan Tak Mengganggu Pekerjaan

Setiap orang pasti memimpikan pernikahan yang sakral, indah, dan mengesankan. Demi mencapai pernikahan impian, persiapan matang perlu dilakukan.
Menyiapkan pesta pernikahan pun bukan sesuatu yang bisa dilakukan instan, butuh waktu berbulan-bulan bahkan setahun sebelumnya. Meski Anda menggunakan jasa wedding planner dan wedding organizer, kerepotan jelang pernikahan pastilah sulit dihindari.
Paling tidak Anda harus memastikan semua hal yang berkaitan dengan pesta berjalan lancar dan sesuai rencana. Karenanya, butuh fokus dan tenaga ekstra untuk mengurus hal yang satu ini. Lantas, bagaimana dengan urusan pekerjaan?
Masalah terbesar yang dihadapi para pekerja yang sedang mempersiapkan pernikahan tak jauh dari kesulitan membagi waktu dan konsentrasi untuk menangani pekerjaan, dan persiapan pernikahan sekaligus. Tidak hanya bagi para pekerja wanita, para pria pun dituntut membagi konsentrasi serupa. Hari pernikahan makin dekat, persiapan yang harus dilakukan makin banyak.
Apakah gedung sudah siap, dekorasi sudah beres, katering sudah mantap, dan baju pengantin selesai dijahit? Ah, belum lagi hal-hal kecil lain yang butuh perhatian besar. Jelang hari pernikahan tensi tentu makin meningkat, emosi makin tinggi, karena tenaga dan pikiran Anda pasti tersita.
Sementara, jatah cuti kantor belum datang. Pekerjaan masih menumpuk, sederet agenda belum selesai, proyek masih tertunda, dan jadwal rapat masih padat. Mau tak mau Anda harus membagi pikiran, tenaga, dan waktu antara persiapan pernikahan dan pekerjaan di kantor. Kalau bisa membelah diri, pasti sudah Anda lakukan. Siapkah Anda menghadapi semuanya?
Kalau tak pandai-pandai mengatur strategi, salah satu akan menjadi korban. Bagaimana cara membagi konsentrasi antara pekerjaan di kantor dan urusan persiapan pernikahan? Langkah-langkah berikut bisa membantu Anda untuk tetap fokus pada pekerjaan meski sibuk menyiapkan pernikahan:
Siapkan Waktu yang Panjang
Persiapan yang matang akan membuat Anda bisa mewujudkan pesta pernikahan sesuaiimpian. Agar persiapan bisa dilakukan maksimal, butuh waktu yang panjang sebelumhari pernikahan. Jika Anda dan pasangan sudah siap menikah, saat menentukan haripernikahan sebaiknya pikirkan tenggang waktu yang cukup untuk melakukan persiapan. Waktu persiapan yang panjang juga akan membuat Anda tidak dikejarwaktu. Sambil menyiapkan kebutuhan pesta pernikahan, Anda bisa tetap beraktivitasdi kantor sebagaimana biasa.

4 Cara Persiapkan Pernikahan Tanpa Menjadi 'Bridezilla'

Bridezilla adalah sebutan bagi calon pengantin wanita yang merasa khawatir jika pernikahannya tidak berjalan sesuai dengan rencana sehingga kelakuannya berubah mengerikan.

Biasanya, bridezilla tergolong perfeksionis dan tidak mudah puas dalam mengurus pernikahan. Jika Anda tak ingin menjadi seorang 'bridezilla', simak empat langkah ini, seperti yang dikutip dari ezinearticle.

1. Hilangkan kata 'sempurna' dari pemikiran Anda selama proses persiapan pernikahan. Di dunia ini tidak ada yang sempurna dan tidak akan ada sesuatu yang sempurna, terutama pernikahan. Jika Anda menginginkan pernikahan yang tiada cela, maka Anda akan kecewa. Ketimbang menggunakan kata 'sempurna', lebih baik gunakan kata-kata seperti 'bahagia', 'menyenangkan' dan 'mengesankan'.

2. Saat mempersiapkan pernikahan biasanya memerlukan waktu sekitar enam bulan hingga setahun. Dalam kurun waktu itu, bukan berarti Anda hanya memikirkan dan membicarakan persiapan pesta. Anda dan pasangan tentu memliki kehidupan lain selain pesta tersebut. Agar tidak terobsesi, cobalah untuk membuat aturan 'hari tidak membicarakan pernikahan'. Untuk mengalihkan pikiran, pergilah ke museum, menikmati restoran baru, atau menonton DVD sambil memakan pizza bersama pasangan.

Step By Step Persiapan Resepsi Pernikahan

Resepsi pernikahan adalah momen sakral yang ditunggu-tunggu setiap calon mempelai, sebab itulah biasanya persiapan untuk acara tersebut dilakukan sedemikian matang, terperinci, dan dilaksanakan jauh-jauh hari.

Jika Anda adalah salah seorang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan, Anda harus mempersiapkan pernikahan Anda sedemikian rupa sedini mungkin.
Persiapan yang matang adalah awal suksesnya acara Anda begitu pula sebaliknya. Sebab itulah Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut. 

Penentuan tempat dan waktu acara
Setelah mencapai kesepakatan untuk menyelenggarakan pesta pernikahan, hal pertama dan paling utama yang harus Anda lakukan adalah menentukan tempat dan waktu acara. Setelah keputusan ini dibuat, Anda akan lebih mudah mempersiapkan hal lain seperti menyebar undangan sedini mungkin, memboking tempat acara, maupun mencari perlengkapan lainnya.
Banyak orang yang memilih hari libur/hari besar sebagai waktu pernikahan dengan alasan jika pernikahan dilaksanakan pada hari-hari normal, akan ada banyak undangan yang tidak bisa hadir tepat waktu karena tuntutan kerja.
Anda bisa mempertimbangkan pilihan ini jika Anda menginginkan sebagian besar undangan dapat hadir.

Namun begitu dalam hal tempat acara, pertimbangan utama yang mungkin harus Anda pertimbangkan adalah persoalan dana untuk sewa tempat acara. 

Penentuan tema pesta
Penentuan tema pesta pernikahan adalah keputusan kedua yang harus Anda buat mengingat segala perlengkapan maupun aksesoris dalam resepsi pernikahan akan disesuaikan dengan tema dasar tersebut.

Kamis, 18 Oktober 2012

Baru Menikah & Sulit Adaptasi? Ini Penyebabnya

Di awal pernikahan, adaptasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Namun sebagaimana yang diketahui, menyatukan dua sosok manusia berbeda budaya, visi, misi dan pikiran tentu tidak mudah.

Tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang membuat adaptasi berjalan kurang lancar. Anda pun perlu mengetahuinya sehingga bisa menghindari hal tersebut. Demikian hal-hal yang perlu Anda waspadai, seperti dikutip dari Helium.

1. Berprasangka buruk
Anda tak pernah berbicara dari hati ke hati dengan pasangan. Sebaliknya Anda malah berprasangka buruk padanya. Hal ini akan semakin buruk jika Anda dan pasangan memiliki budaya yang berbeda. Misalnya suami Anda terbiasa berbicara dengan suara keras, sedangkan Anda cenderung memiliki intonasi bicara yang lembut. Suara keras suami akan selalu Anda anggap sebagai kemarahan, padahal tak selalu begitu. Untuk itu bukalah hati Anda untuk berkomunikasi dengan pasangan. Yang Anda harus lakukan adalah melihat sisi positif dari suami, bukannya berprasangka buruk.

2. Campur tangan orang tua
Campur tangan orang tua tak selalu berakibat baik bagi pernikahan Anda. Apalagi jika orang tua justru membuat perseteruan Anda dan suami semakin 'panas'. Sebisa mungkin selesaikan masalah Anda dan suami berdua saja, tanpa campur tangan siapapun. Karena Anda berdua adalah orang yang paling mengenal jalannya pernikahan.

3. Kita' bukan 'Saya'
Kini Anda harus memulai untuk mengubah sudut pandang. Segala sesuatu harus dipikirkan berdasarkan kepentingan bersama. Tak ada lagi sudut pandang 'Saya', yang ada hanya 'Kita'. Sayangnya, banyak pasangan yang masih belum terbiasa sehingga cenderung sering mementingkan keinginan pribadi daripada kepentingan bersama.

10 Tips Menguatkan Ikatan Pernikahan

Kunci menjaga kebahagiaan pernikahan bukanlah asmara, tapi hal sederhana yang selalu Anda lakukan — atau jatuh cinta lagi dengan pasangan Anda. (Oleh Holly Corbett, REDBOOK)

1. Jangan pernah mengubah pasangan
Mungkin Anda berharap dia melipat kaus kakinya, atau ngobrol dengan teman Anda tanpa diminta. Namun, ketidakmampuannya merapikan rambut saat di toilet mungkin adalah kepribadian yang membuat Anda tertarik kepadanya untuk pertama kali.

”Salah satu hal menyenangkan yang bisa kita lihat dari pasangan bahagia adalah mereka saling mengerti perbedaan masing-masing, dan tidak mencoba mengubah kepribadian masing-masing,”  kata Darren Wilk, seorang Gottman Couples Therapist bersertifikat yang membuka praktik pribadi di Vancouver, Kanada.

“Daripada berusaha mengubah kepribadian pasangan, lebih baik fokus pada kelebihan masing-masing.”

Untuk lebih memahami kelebihan masing-masing, mungkin Anda dapat mengikuti kuis cepat tentang kepribadian pasangan Anda.

2. Ungkapkan sesuatu dengan baik

Apakah Anda ingin dia lebih sering mencuci pakaian atau lebih memperhatikan anak-anak? Pasangan Anda akan mengubah sikap mereka jika dia merasa nyaman. “Lakukan itu seperti Anda sedang memberi bantuan. Lakukan seperti ‘ini caranya yang bisa membuat aku bahagia,’ karena semua orang ingin membuat pasangan mereka bahagia,” kata Wilk.

“Ketika Anda mengungkapkan kebutuhan Anda, ungkapkan seperti Anda memang benar-benar menginginkan dan bukan sebaliknya.” Jangan mengatakan, “Saya benci ketika kamu harus melakukan semua hal dengan terjadwal,” cobalah mengatakan, “Aku akan senang jika menjalani hari secara spontan.”

3. Berikan apresiasi

Memberikan apresiasi kepada pasangan Anda itu penting, namun terkadang sejumlah pasangan sering lupa melakukannya. “Penelitian yang dilakukan pakar hubungan Gottman menunjukkan, dalam kehidupan sehari-hari, pasangan yang bahagia memiliki 20 momen positif, seperti saling memandang, memuji, atau memberikan sentuhan sayang,” kata Wilk.

Selasa, 16 Oktober 2012

Ini Alasan Pria Tidak Kunjung Melamar Kekasihnya

Kebanyakan wanita pasti ingin segera menikah. Apalagi jika bersama sang kekasih telah pacaran bertahun-tahun dan umur pun sudah pantas untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Akan tetapi si dia tidak kunjung melamar. Apakah ini yang Anda alami? Jika iya, Anda harus mengetahui hal-hal yang membuat pria belum juga melamar Anda, seperti dilansir Marie Claire Amerika.

1. Masih Mencari Wanita Lain
Sekali pria berkomitmen dengan wanita, maka dia akan kehilangan kesempatan untuk 'centil' kepada wanita lain. Kebanyakan pria masih ragu dengan wanita yang dipacarinya saat ini, apalagi jika kekasihnya tersebut bukan kriteria si pria.

2. Ada Wanita Lain
Bukan ingin membuat khawatir, namun sulitnya pria untuk berkomitmen bisa jadi karena ia memiliki wanita lain. Hal ini membuatnya bingun akan memilih Anda atau wanita tersebut.

3. Memiliki Prioritas Lain
Bagi pria hidup bukan soal cinta dan komitmen belaka. Masih ada kehidupan pekerjaan, hobi dan keluarga yang harus dia tata terlebih dahulu. Mungkin saat ini berkomitmen bukanlah prioritasnya. Sehingga Anda sebaiknya bersabar untuknya.

Pro & Kontra Pakai Vendor Perkawinan Milik Teman atau Saudara

Sebagian orang memilih untuk menggunakan vendor pernikahan punya teman atau saudara tertarik dengan penawaran 'harga spesial'. Namun yang lain justru menghindarinya, karena merasa sungkan untuk komplain saat hasil yang didapat tidak seperti yang diharapkan.

Bagaimana dengan Anda? Simak beberapa keuntungan serta kerugian yang didapat bila Anda menggunakan jasa pernikahan milik teman atau saudara, seperti yang dikutip dari She Knows.

Keuntungan:

1. Melibatkan Orang Terdekat
Hal ini tentu sangat menyenangkan, mengingat semua orang (teman atau keluarga) ingin ambil bagian dalam acara besar Anda. Selain karena merasa terlibat, mereka juga akan menunjukkan kemampuan yang dimiliki dan berusaha memberikan yang terbaik.

2. Bisa Dipercaya
Jika Anda mempekerjakan teman sendiri untuk mengurus acara terpenting dalam hidup Anda, tentu ia bisa menjadi vendor yang dapat dipercaya untuk menangani tugas tersebut. Ia juga lebih mengetahui pribadi Anda ketimbang orang lain.

3. Mendapat Diskon
Menghubungi teman yang memiliki toko souvenir pernikahan, bisa jadi memberi keuntungan secara materi. Ada kemungkinan Anda akan mendapat potongan harga atau bahkan gratis untuk beberapa item. Teman Anda pun akan menganggapnya sebagai hadiah kepada Anda.

4. Bisa Dihubungi Saat Darurat
Jika Anda bekerja sama dengan seorang teman, keuntungan lainnya adalah Anda dapat menghubunginya dengan sangat mudah. Ia tentu tidak akan 'kabur' dari tanggung jawabnya dan mau melakukan yang terbaik untuk teman terbaik.

Awas! Impian Berlebihan Ini Bisa Hancurkan Pernikahan

Siapa yang tak ingin memiliki hubungan bahagia selamanya layaknya cerita cinta di negeri dongeng. Cerita-cerita itu seringkali menjadi tolak ukur seseorang saat menjalani hubungan pernikahan.

Namun keinginan memiliki hubungan layaknya sebuah dongeng bisa membuat Anda tidak realistis. Anda mulai melihat bahwa bahwa pasangan serta kehidupan rumah tangga tak sesempurna yang dibayangkan. Anggapan seperti itu malah bisa membuat hubungan berada pada tekanan.

Figur pangeran dari negeri dongeng digambarkan dengan sosok pria tampan, baik, rendah hati, bergelimang harta dan setia. Namun di dunia nyata, belum tentu semua itu ada di dalam satu sosok pria.

Anda tak perlu memaksakan diri untuk terus mencari pria sesuai impian. Lebih baik carilah pria yang mencintai Anda serta bersediaberusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi Anda. Ingat, tak ada gading yang tak retak. Semua orang pasti memiliki titik lemah. Yang harus dilakukan adalah mencari kelebihan lain yang bisa membuat titik lemah itu tak lagi berarti.

Happily Ever After Story
'And they lived happily ever after...' kalimat itu selalu menjadi penutup dongeng-dongeng cinta. Sungguh membuai, namun apakah benar sebuah hubungan cinta bisa berjalan mulus selamanya? Jawabannya tidak!

Jangan pernah berpikir pasangan Anda mampu memberikan kebahagiaan abadi. Ada kalanya ia bisa mengecewakan Anda, dan begitu pula sebaliknya. Hubungan Anda pun akan mengalami berbagai cobaan.

Namun itu bukan menjadi alasan untuk mengakhiri hubungan begitu saja. Saat hubungan didera cobaan, itu waktu bagi Anda dan pasangan untuk mempererat perasaaan. Komunikasi dengan kepala dingin serta keinginan kuat untuk mempertahankan hubungan adalah kunci utama. Setelah Anda bisa melewatinya, kebahagiaan yang datang tak akan bisa dibandingkan dengan apapun.

Intinya, jangan menjadikan sebuah dongeng menjadi patokan untuk mengukur hubungan Anda. Kaki Anda mungkin tidak melayang saat ciuman pertama, atau suami Anda bukanlah ksatria berkuda putih. Namun Anda berdua kini telah memutuskan untuk menjalani sebuah hubungan pernikahan. Biarkanlah dongeng itu tetap di dalam buku cerita, dan cari sendiri arti hubungan sempurna untuk Anda.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/10/16/191227/2064358/854/awas-impian-berlebihan-ini-bisa-hancurkan-pernikahan?w992201835

Jumat, 12 Oktober 2012

8 Strategi Agar Disayang Mertua

Pernikahan tidak hanya menyatukan cinta Anda dan pasangan, tapi juga keluarga kedua belah pihak. Namun, tidak sedikit wanita yang mempunyai masalah dengan mertua mereka. Untuk itu, ada beberapa cara agar Anda dapat membina hubungan baik dengan orangtua pasangan.

Bagaimana bisa membangun hubungan yang harmonis dengan mertua? Simak delapan strategi agar Anda disayang mertua yang dikutip dari WebMD.

1. Banyak Ngobrol dengan Mertua
Ada pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang". Oleh karena itu, Anda perlu mengenal orangtua pasangan lebih dekat. Jangan malah menghindari sang mertua karena Anda tidak mau terlibat masalah dengannya. Luangkan waktu sesering mungkin untuk berbincang-bincang dengan 'ibu' baru Anda agar hubungan bisa semakin akrab.

2. Bertemu Mertua dengan Pikiran Tenang
Sebelum bertemu dengan mertua, ada baiknya kalau Anda tidak dalam keadaan marah atau jengkel. Jika memendam perasaan tersebut saat bertemu mertua, Anda menjadi lebih sensitif dan tersinggung yang bisa berdampak buruk terhadap hubungan ke depannya. Biarkan diri merasa ringan seakan tidak ada masalah sehingga bisa membangun suasana yang hangat bersama orangtua pasangan. Di samping itu, istirahat yang cukup agar tubuh rileks sehingga tidak terbawa emosi ketika mertua bersikap 'tidak enak' dengan Anda.

3. Bersikap Lembut dan Penuh Kasih dengan Mertua
Salah satu cara mengambil hati mertua adalah dengan menunjukkan sikap baik dan kasih Anda kepada orangtua suami. Anda bisa rencanakan pesta ulang tahunnya, memasak makanan favorit mertua, atau memberikan mereka hadiah yang sedang diinginkan. Dengan cara ini, mertua akan semakin menyayangi Anda.

5 Langkah Antisipasi Turunnya Hujan pada Hari Pernikahan

Setiap pernikahan pasti telah direncanakan terlebih dahulu. Namun, cuaca merupakan sesuatu yang tidak dapat Anda rencanakan, terutama bila musim hujan. Oleh sebab itu, Anda harus punya solusi untuk mengantisipasi hujan pada hari pernikahan.

Dilansir dari Getwed, simaklah lima cara berikut agar hari pernikahan Anda berjalan lancar walaupun cuaca memburuk.

1. Selalu Siapkan Rencana Cadangan
Jangan menyiapkan pernikahan tanpa adanya rencana cadangan, terutama jika menikah di musim hujan. Hal itu untuk memudahkan Anda bila rencana utama tidak berjalan mulus. Tidak sedikit pengantin pria mendambakan menikah di luar ruangan atau outdoor. Namun, sebaiknya pertimbangkan alternatif acara di dalam ruangan.

Anda pun harus memikirkan transportasi dari tempat akad ke ruang resepsi. Jangan terlalu jauh agar tidak merusak acara kalau tiba-tiba hujan turun. Boleh saja jika resepsi ingin dilaksanakan secara outdoor, tapi Anda juga harus mempunyai rencana menikah di dalam ruangan dengan dekorasi yang indah sebagai alternatif bila cuaca tidak mendukung.

2. Perhatikan Penampilan
Setiap wanita ingin menjadi yang paling cantik pada hari pernikahannya. Akan tetapi, kalau hujan turun seharian selama hari pernikahan bisa merusak 'kecantikan' Anda. Makanya, penampilan pengantin perlu diperhatikan.

Jika menikah pada musim hujan, tidak ada salahnya berdiskusi dengan penata rambut supaya mengajarkan ibu Anda atau pendamping pengantin agar dapat merapikan rambut Anda kalau tampak berantakan karena tertiup angin. Selan itu, tidak lupa menyiapkan sepatu cadangan kalau resepsi dilakukan di luar ruangan, dan yang paling penting, siapkan payung hingga acara berakhir.

Kamis, 11 Oktober 2012

8 Hal yang Perlu Diketahui Pengantin Baru

Menyatukan dua kepala dalam satu perahu bukan hal yang mudah, meski saat pacaran Anda dan si dia merasa satu jiwa, satu napas, atau saling klop satu sama lain. Perlu Anda ketahui, hidup bersama perlu banyak penyesuaian dan hal itu terjadi hampir kepada semua pasangan pengantin baru.

1. "Sudah isi belum?"
Pertanyaan ini akan muncul lebih cepat dari yang Anda kira. Padahal, pesta pernikahan saja baru seminggu yang lalu, dan akan semakin sering timbul seiring dengan bertambahnya usia pernikahan. Sangat mungkin hal ini akan menimbulkan stres tersendiri. Tetapi, perlu Anda ingat, ada hal-hal yang memang di luar kendali manusia. Mungkin saja orang yang bertanya tak punya ide topik pembicaraan saat bertemu dengan Anda. Nah, bagaimana jika Anda yang menentukan topik dan mengarahkan percakapan?

2. Lebih sering bertengkar
Gabungan dari dua kehidupan dapat membuat kericuhan sendiri, bahkan bagi pasangan yang sabar sekalipun. Hal sepele, seperti ia selalu saja sembarangan meninggalkan pakaian kotor di lantai, handuk basah di tempat tidur, atau kebiasaan Anda berganti-ganti pakaian sebelum keluar rumah membuatnya gila. Semua itu akan memicu adu mulut, pertengkaran kecil, hingga saling melontarkan ejekan kasar yang selama pacaran tak pernah keluar. Ini bukan sesuatu yang buruk, sebab setelah pertengkaran dan berbaikan terus-menerus, justru mampu menguatkan ikatan kalian. Konflik bisa memecah belah, tapi juga menguatkan hubungan. Meski Anda tak mungkin menghindari konflik dengan suami, tapi tetap bisa mengendalikan hasilnya.  

3. Keluarganya ikut campur

Harus disadari bahwa hasil dari pernikahan adalah penambahan anggota keluarga baru yang juga penting. Orang tua suami akan berada dalam hidup Anda untuk jangka panjang (selamanya). Ibu mertua sangat mungkin membuat Anda stres oleh semua nasihat yang tidak Anda minta. Mulai dari dekorasi rumah hingga menu makan malam. Anda akan sangat mungkin dengan mudah menganggap beliau turut campur atau ikut mengatur kehidupan rumah tangga Anda. Kuncinya adalah dengan tetaplah menganggap semua itu sebagai nasihat orang tua kepada anaknya. Terima saja semua masukan darinya, dengarkan lebih dahulu, toh semua keputusan ada di tangan Anda.

Alasan Tak Perlu Undang Mantan Kekasih ke Pesta Pernikahan Anda

Ketika ingin menikah, persoalan yang biasa terjadi adalah saat menentukan tamu undangan, siapa yang diundang dan siapa yang tidak? Dan yang paling sering menjadi pertanyaan terbesar adalah 'haruskah si mantan diundang?'

Anda boleh saja mengundang mantan untuk menjaga tali silaturahmi. Tapi bukan pula kewajiban jika Anda merasa tak nyaman jika sang mantan hadir di tengah-tengah pesta. Ini dia lima alasan Anda sebaiknya mencoret mantan dari daftar tamu, yang dikutip dari Times of India.

1. Mantan Sulit untuk Menjadi Teman
Walau Anda berusaha keras hanya menganggap mantan sebagai teman baik, tapi hal itu akan sulit dilakukan. Ketika masih bersama, Anda mungkin pernah membicarakan pernikahan dengannya namun pada kenyataanya Anda berada di pelaminan bersama pria lain. Lagipula, si mantan pun pasti akan menjadi canggung menghadiri pesta pernikahan dengan semua keluarga dan teman Anda yang pernah dikenalnya.

Selain itu, perasaan tidak enak dan sedih juga akan datang walau Anda sudah lama tak bersama. Dr. Gitanjali Kumar, seorang psikolog dan terapis keluarga memberi pendapatnya, "Secara logika mantan bisa jadi teman dan tak apa melihatnya bersanding dengan orang lain. Namun itu hanya logika dan bukan praktiknya. Memaafkan dan melupakan berbeda-beda bagi tiap orang, dan hal itu tidak bisa dipaksakan walaupun sudah lama terjadi."

2. Pikirkan Perasaannya
Ketika Anda mengundang mantan, bayangkan bagaimana rasanya ia untuk hadir di aula pernikahan, di mana orang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya menjadi milik pria lain.

"Kebanyakan mantan memilih tidak datang walau telah diundang. Mereka berpikir, datang ke pernikahan justru membuatnya terlihat seperti orang bodoh. Ia takut menunjukkan sisi rentannya, dan takut merasa sangat kehilangan," jelas Dr Gitanjali.

3. Menutupi Perasaan Sebenarnya
Ketika Anda mengundang atau diundang mantan ke acara pernikahan, perang emosi akan ikut bermain di sini. Satu sisi ingin menunjukkan Anda sudah biasa saja dan bahagia tanpanya, di sisi lain melihatnya akan membuat Anda kembali mengenang masa lalu. Pernikahan seharusnya menjadi momen menggembirakan, dan jangan rusak kesenangan Anda dengan melihat sosok mantan. Dengan begitu tak perlu menyembunyikan perasaan masing-masing.

5 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Beli Perhiasan untuk Pernikahan

Membeli perhiasan sepertinya menjadi ritual wajib bagi para pengantin, baik sekedar cincin kawin atau satu set perhiasan untuk seserahan. Namun banyaknya model, bentuk, dan jenis perhiasan seringkali membuat bingung memilih.

James Allen, ahli perhiasan dari perusahaan perhiasan Shira memaparkan beberapa tips yang perlu diketahui saat memilih perhiasan untuk keperluan pernikahan. Berikut tipsnya seperti yang dikutip dari All Women Stalk.

1. Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Logam Berharga

Emas : Merupakan pilihan paling populer dan klasik untuk cincin pertunangan dan nikah. Emas memiliki tingkat karat yang bervariasi (semakin tinggi tingkat karat maka semakin besar persentase emas) dan bisa diubah menjadi berbagai warna. Emas memang tidak semahal emas putih, namun warnanya lebih tahan lama.

Emas Putih : Warnanya lebih cepat pudar dan butuh perawatan. Warna emas putih cenderung tampak lebih modern dan cocok dipakai oleh berbagai warna kulit, oleh karena itu harga emas putih jauh lebih mahal.

Palladium : Masih 'satu keluarga' dengan emas putih. Lebih padat dan tahan goresan jika dibandingkan emas, namun tidak lebih tahan lama daripada emas putih. Palladium tidak menimbulkan alergi pada kulit, berwarna lebih putih daripada emas dan emas putih, serta lebih murah daripada emas putih.

Titanuim : Tidak mahal dan tahan lama, namun tidak bisa diubah ukurannya dan pembuatannya tidak memerlukan keahlian khusus. Belakangan ini banyak pemilihan cincin kawin berbahan titanium begitu populer.

2. Mengetahui Tempat yang Tepat untuk Berbelanja

Perhiasan pengantin dapat dibeli di toko secara langsung maupun secara online. Membeli perhiasan pengantin secara online memang adalah hal yang baru, namun Anda tidak perlu khawatir karena biasanya belanja online menawarkan harga yang lebih miring. Selain itu, banyak toko online yang memberikan pilihan jika Anda ingin mendesain sendiri cincin pernikahan Anda sesuai budget dan pilihan Anda.

Sebelum memutuskan tempat Anda membeli perhiasan pengantin, pastikan bahwa toko tersebut memiliki peraturan pengembalian dan garansi yang jelas serta sertifikasi perhiasan. Jika Anda memutuskan untuk membeli perhiasan secara online, carilah penjual yang menawarkan jasa mendesain cincin sendiri, bebas biaya pengiriman, dan mencantumkan nomor kontak yang lengkap.

5 Cara Menurunkan Berat Badan Sebelum Pesta Pernikahan

Demi terlihat sempurna di hari pernikahan, kebanyakan wanita memilih untuk melakukan dite ketat agar berat badannya turun. Sayangnya diet yang berlebihan justru bisa membahayakan dan akhirnya membuat rencana pesta pernikahan jadi berantakan.

Ketimbang melakukan diet ekstrem, lebih baik mengatur pola makan dan perbanyak aktifitas fisik yang Anda sukai. Seperti yang dikutip dari The Knot, berikut lima cara menurunkan berat badan sebelum pesta pernikahan.

1. Minum Air
Ganti soda diet Anda dengan air mineral. Selain sehat, air membantu tubuh membuang racun dan secara konstan menjaga Anda dari 'godaan' untuk mengemil. Para pakar kesehatan menyarankan untuk meminum air sebanyak delapan gelas per hari.

2. Kurangi Porsi Makan
Mengonsumsi makanan dengan porsi besar adalah salah satu penyebab meningkatnya kalori dan berat badan. Oleh itu, kurangi porsi makan dan tambah jika Anda masih merasa lapar. Para ahli diet mengatakan bahwa lebih baik makan empat sampai lima kali porsi kecil makanan ketimbang dua sampai tiga kali porsi makanan besar.

3. Perbanyak Sayuran dan Buah
Dengan sering mengonsumsi buah, kemungkinan berat badan naik akan semakin kecil. Pilih sayuran yang menjadi favorit Anda untuk camilan di siang atau sore hari. Jangan lupa menaruh buah di dalam tas, seandainya Anda masih merasa lapar.

Selasa, 09 Oktober 2012

Didesak Teman Agar Segera Menikah? Ini Cara Menghadapinya

Beberapa teman di sekeliling Anda ada yang sudah menikah, bahkan punya momongan. Tak jarang, mereka pun memaksa Anda untuk segera naik ke pelaminan padahal rencana itu belum menjadi prioritas. Untuk menghadapi teman seperti ini, ada baiknya Anda menyimak enam hal berikut yang dilansir dari Your Tango.

1. Ketahui Apa yang Dinginkan
Sebelumnya, Anda perlu mengetahui apa yang diinginkan. Apakah memang sudah terpikir untuk menikah tapi ada kendala yang belum bisa diatasi? Atau sama sekali belum siap membangun sebuah keluarga? Hanya Anda yang tahu mana yang terbaik untuk diri sendiri.

2. Jelaskan Rencana Kedepannya dengan Teman
Jelaskan mengenai rencana Anda kedepannya pada mereka yang mendesak. Anda harus mengomunikasikannya secara baik-baik agar teman mengerti tujuan Anda. Beritahukan mereka bahwa Anda tidak ingin semua dilakukan dengan tergesa-gesa. Berikan alasan yang jelas serta menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dengan bahasa yang halus dan mudah dimengerti agar mereka tidak menanyakan hal itu berulang-ulang.

3. Bersikap Tegas
Tegaslah dengan keputusan yang telah dibuat. Katakan kepada teman yang belum mengerti bahwa ini adalah urusan Anda, bukan kepentingannya. Lakukanlah apa yang ingin Anda lakukan demi kebaikan diri sendiri dan bukan karena desakan orang lain.

4. Pergi Bersama Teman yang Mendukung
Bila tidak ingin terbebani dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendesak untuk menikah, pergilah bersama teman yang lebih mendukung Anda. Jika dia adalah teman terbaik, dia akan menghormati keputusan Anda dan tidak mungkin terus menerus memaksa Anda melakukan apa yang belum menjadi prioritas.

5. Ini Bukan Kompetisi
Menikah bukanlah sebuah kompetisi. Menikah dengan orang yang tidak tepat akan mempengaruhi kesehatan fisik, mental, kebahagiaan, serta masa depan Anda. Lebih baik mengambil banyak waktu untuk menentukan pilihan yang terbaik. Jika teman-teman sekitar tidak mendukung, ada baiknya Anda mencari teman lain yang bisa menghormati keputusan Anda.

6. Ini adalah Hidup Anda
Ingat, ini adalah hidup Anda bukan orang lain. Pernikahan tidak hanya berlaku untuk sementara waktu, tapi seumur hidup. Teman-teman boleh saja memiliki tujuan yang baik dengan memaksa Anda menikah, namun hanya Anda yang tahu cara membahagiakan diri sendiri.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/10/10/072946/2058855/854/didesak-teman-agar-segera-menikah-ini-cara-menghadapinya?w991100most

4 Hal yang Wajib Dibicarakan Sebelum Memutuskan Menikah

Menikah sama saja dengan menggabungkan dua pribadi yang berbeda, dan hal itu tidaklah mudah. Sebelum memutuskan menikah, tak ada salahnya jika Anda dan pasangan menyamakan visi dan misi terlebih dulu agar pernikahan berlangsung awet.

Lamar Tyler pakar perkawinan dan pemilik situs BlackandMarriedWithKids, menyarankan agar pasangan untuk membicarakan beberapa topik 'mendasar namun penting' sebelum memutuskan untuk menikah. Seperti yang dikutip dari Telegraph, berikut empat hal tersebut.

1. Anak-anak
Apakah Anda berencana untuk langsung memiliki anak setelah menikah? Berapa banyak anak yang diinginkan? Walau terdengar sederhana, Lamar Tyler seringkali menemui konflik rumah tangga yang dipicu oleh ketidaksepakatan pasangan mengenai masalah anak. Ada pasangan yang tidak ingin menikmati masa 'pernikahannya' terlebih dulu, dan ada pula yang sama sekali tak ingin memiliki momongan.

Ingat, jangan pernah berpikir bahwa keputusan pasangan bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu pernikahan. Ketimbang menebak-nebak, lebih baik bicarakan apa yang menjadi keinginan Anda dan dengarkan juga keinginan pasangan. Topik ini cukup sensitif, oleh karena itu ada baiknya jika Anda membicarakannya pada saat makan malam atau akhir pekan, dimana pasangan atau diri Anda sedang dalam keadaan santai.

Jika pasangan memberikan alasan yang tak sesuai dengan keinginan Anda, jangan langsung memarahinya. Tujuan percakapan ini adalah 'visi dan misi yang sama' bukannya, 'memenangkan argumen'.

2. Keuangan
Anda perlu mengetahui secara detail mengenai latar belakang keuangan masing-masing dan kebiasaan pengeluaran. Terkadang ada sebagian pasangan yang merasa takut dan tabu ketika membicarakan topik ini. Tetapi mau tak mau, masalah keuangan wajib hukumnya untuk segera didiskusikan, terutama jika Anda dan pasangan serius untuk hidup bersama. Setelah melakukan pembicaraan awal, Anda bisa melanjutkan diskusi mengenai siapa yang akan membayar tagihan, membuat akun keuangan bersama dan ekspektasi pengeluaran tiap bulannya.

3. Agama
Topik yang satu ini memang sangat personal. Namun yang perlu ditegaskan adalah bagaimana Anda dan pasangan mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari karena setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Keyakinan yang berbeda antara Anda dan pasangan juga bisa menimbulkan beberapa pertanyaan salah satunya, agama siapa yang akan Anda ajarkan kepada anak?

4. Tujuan Hidup
Apakah Anda dan pasangan memiliki tujuan hidup yang sama? Cobalah untuk duduk bersama dan tuliskan 'goal' berdua dalam kurun waktu satu tahun, tiga tahun dan lima tahun kedepan. setelah selesai, bandingkan dan diskusikan. Daftar tujuan hidup ini akan menjelaskan visi dan misi masa depan keluarga Anda berdua.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/06/01/190514/1930825/854/4-hal-yang-wajib-dibicarakan-sebelum-memutuskan-menikah

6 Langkah Menepis Keraguan Sebelum Menikah

Ketika hari besar itu semakin dekat, tiba-tiba muncul keraguan dalam diri Anda. Itu wajar saja, karena akan ada perubahan besar yang akan terjadi.

Namun, apabila keraguan itu tidak kunjung hilang dari pikiran Anda, sebaiknya lakukanlah langkah-langkah berikut ini untuk meyakinkan diri melangkah ke pelaminan, dilansir dari situs Getwed.

Curhat ke Orang Terdekat
Ceritakan keraguan Anda kepada teman atau kerabat dekat sebelum mengambil tindakan yang mungkin Anda selali nantinya Jika hal itu tidak cukup, komunikasikahlah kepada pasangan. Utarakan hal tersebut jauh hari sebelum pernikahan, dan Anda harus mempersiapkan diri untuk menerima reaksi dari si dia.

Jujurlah Terhadap Diri Sendiri
"Apakah ini yang saya inginkan?" Mungkin selama ini Anda terbuai indahnya lamaran atau persiapan pernikahan yang sangat menyita waktu, sehingga memunculkan keraguan didetik-detik menjelang pernikahan. Jujurlah terhadap diri sendiri dan pasangan. Bicarakan dengannya apa yang Anda rasakan. Pernikahan bukan hanya untuk menyenangkan orangtua atau pasangan, tetapi Anda perlu memastikan diri untuk komitmen besar ini.

Datang ke Psikolog Pernikahan
Mintalah saran ketika Anda merasa ragu. Datang ke konselor atau psikolog pernikahan merupakan tempat yang tepat, karena mereka pihak yang netral dan dapat memberikan saran dan bimbingan secara profesional. Saran yang diterima akan membantu Anda dalam mengambil keputusan yang tepat. Jangan mengambil keputusan dalam keraguan karena akan berdampak buruk untuk kehidupan Anda selanjutnya.

Temukan Alasan Menikah
Berada dalam hubungan yang sudah cukup lama dapat mengaburkan alasan kenapa Anda bersedia menikah dengan pasangan. Jangan menikah dengan alasan bahwa pernikahan adalah keharusan karena sudah berpacaran lama. Pernikahan harus didasari cinta dan komitmen, ini akan mengilangkan keraguan dalam diri Anda.

Istirahat Sejenak
Persiapan pernikahan yang menguras tenaga dan waktu dapat membuat Anda merasa jauh dari pasangan, yang kemudian memunculkan kembimbangan untuk menikah. Kosongkahlah jadwal Anda dari persiapan pernikahan dalam seminggu dan pergilah dengan pasangan ketempat pertama kali bertemu, atau hanya sekadar mengunjungi tempat spa yang sudah lama tidak Anda lakukan.

Ambil Keputusan yang Terbaik
Jika ternyata yang Anda rasakan lebih dari sekadar keraguan, maka ambillah keputusan yang terbaik. Lebih cepat lebih baik. Jika Anda serius ingin membatalkan pernikahan maka persiapkanlah segalanya, seperti pembatalan acara, katering, band dan yang paling berat adalah memberitahukan kepada para tamu undangan.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/06/25/080610/1949671/854/6-langkah-menepis-keraguan-sebelum-menikah

Cobaan-cobaan yang Biasa Datang Saat Ingin Menikah

Saat Anda dan pasangan merencanakan pernikahan, tak jarang berbagai cobaan pun muncul silih berganti. Ada yang bilang cobaan tersebut adalah ujian, namun ada pula yang mengatakannya sebagai 'peringatan' atas keputusan Anda menikah. Berikut beberapa cobaan yang biasa datang ketika sedang merencanakan pernikahan.

1. Finansial Tidak Stabil
Masalah finansial tidak hanya memberikan dampak buruk bagi mereka yang sudah menikah. Bagi yang belum menikah pun, masalah finansial bisa menjadi pemicu keretakan hubungan. Oleh karena itu, pikirkan serta bicarakan dengan matang mengenai masalah finansial ini. Mulai dari siapa yang akan mengeluarkan biaya untuk pesta pernikahan, hingga siapa yang bertanggung jawab atas pengeluaran tiap bulan setelah menikah.

2. Datang Orang Ketiga
Saat pesta pernikahan tinggal menghitung hari, hubungan Anda dan pasangan 'diganggu' oleh datangnya orang ketiga. Beberapa orang menyebut kedatangan orang ketiga ini sebagai cobaan yang sebaiknya dihindari, namun sebagian lainnya beranggapan sebagai 'hal yang seru dilakukan sebelum terlanjur menikah'. Apapun keputusan Anda, pikirkanlah dengan baik dengan mempertimbangkan pasangan. Jangan sampai keputusan Anda dibuat hanya didasari oleh rasa penasaran yang bisa berakibat buruk.

3. Tinggal dengan Mertua
Banyak hal yang perlu didiskusikan sebelum akhirnya Anda dan pasangan menikah. Mulai dari pengaturan finansial, anak hingga pemilihan tempat tinggal. Bagi Anda dan pasangan belum memiliki rumah sendiri, cobalah mendiskusikan di mana nantinya akan tinggal. Keputusan tinggal bersama mertua seringkali menjadi penyebab perselisihan yang dapat berujung keretakan hubungan. Jangan dulu terpuruk dengan anggapan bahwa tinggal bersama mertua sama sekali tak menyenangkan, dan yang terpenting, bicarakan masalah ini dengan pasangan.

4. Goyahnya Kepercayaan Diri
Ketika pernikahan sudah di depan mata, sebagian orang mulai mengalami 'over thinking' yang pada akhirnya menggoyahkan kepercayaan dirinya. "Apakah saya mampu menafkahi istri saya?, Apakah saya bisa menjadi istri yang baik? Saya tidak bisa memasak, kenapa ia memilih saya?", adalah beberapa pertanyaan yang biasanya berkecamuk dalam pikiran orang yang 'over thinking'. Jika Anda mengalaminya, cobalah tenangkan diri dan minta pasangan menuliskan hal-hal yang membuat ia jatuh cinta pada Anda. Apabila pikiran negatif datang lagi, Anda pun bisa langsung membaca daftar tersebut.

5. Ragu Pada Pasangan
Keraguan terhadap pasangan merupakan cobaan yang paling sering datang, terutama bagi mereka yang akan menggelar pesta pernikahan. "Is he the one?," merupakan salah satu pertanyaan yang sering ada dalam pikiran. Ceritakan keraguan Anda kepada pasangan, orang tua atau kerabat terdekat. Jika perlu, menunda pernikahan bisa menjadi solusi yang masuk akal. Bagaimanapun kebahagiaan Anda adalah segalanya.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2012/10/02/214149/2053044/854/cobaan-cobaan-yang-biasa-datang-saat-ingin-menikah

Delapan Cara Mengetahui Apakah Pria Mencintaimu

Bukan rahasia bahwa pria perlu waktu sangat lama untuk mengatakan cinta, tapi karena dia tidak mengatakannya bukan berarti dia tidak memikirkan Anda sepanjang waktu. Kami punya pria sejati yang akan membocorkan rahasia tanda-tanda pria yang mencintaimu.

1. Melihatnya menatap Anda
Pria selalu menatap apa yang mereka inginkan — itu adalah alasan Anda selalu memergoki pria sedang mengintip belahan dada. Jadi: dengan semua wanita cantik di luar sana, tapi dia sedang menatap Anda, cintanya pasti besar. Ada rahasia dalam tatapannya (Anda harus melihatnya sedang beraksi). "Melihat pacarku saat pesta memberiku momen saat aku bisa mencubit diriku sendiri dan merenung bagaimana aku bisa mendapat wanita yang luar biasa dalam hidupku — sebuah prespektif yang tidak bisa kudapatkan saat dia berdiri di depanku." ujar Patrick (30 tahun).

2. Dia menatap mata Anda
Tatapan yang seolah berkata “Aku cinta padamu” adalah tatapan yang konstan. Pria sangat berhati-hati dalam menunjukan perasaanya. Jika mereka melihat Anda terus-menerus tanpa berkedip,  mereka sedang menunjukkan perasaannya pada Anda. "Aku tidak pernah terlibat kontak mata seperti itu dengan orang lain, tapi ketika bertatapan dengan pacarku, tercermin betapa nyaman dan terpesonanya diriku olehnya." ujar Chip (29 tahun).

3. Dia membeli makanan yang Anda suka
Menemukan dapurnya penuh dengan biscotti, seltzer lemon, dan makanan kegemaran wanita (yang hanya seperti cemilan bagi pria) menunjukkan Anda memenuhi pikirannya di tempat yang tak terduga — seperti ketika pergi belanja seorang diri. "Suatu hari aku melihat kereta belanjaku dan aku melihat wortel dan soda diet untuk pacarku," ujar Patrick. "Hal tersebut membuatku terkejut dan menjadi kebiasaan untuk mempertimbangkan apa yang membuat pacarku senang, saat itu aku sadar kalau aku jatuh cinta."

4. Dia menyimpan barang Anda di rumahnya
Dia memublikasikan hubungan Anda. Pria suka mempertahankan citra lajang selama mungkin. Jadi jika dia meninggalkan tanda ada wanita dalam hidupnya — itu artinya dia mencintai Anda.

5. Dia membicarakan masa depan.

Mengatakan rencananya untuk pindah mungkin seperti peringatan. Tapi itu juga caranya untuk memberi tahu bahwa dia ingin bersama Anda di masa depan. "Setiap kali aku berkata pada pacarku, aku melihat 'diriku' di masa depan, aku sedang menebak apakah dia melihat dirinya dan diriku  disana," ujar John (26 tahun).

Bagaimana Anda bisa tahu kalau dia sedang membual ketika mengatakan cintanya? Semua ada di caranya bicara, jika dia berkata dia ingin pindah ke Tahiti, jadi anak pantai, menggoda gadis lokal tanpa ikatan? Tentu Anda bisa menebak. Jika dia berkata ingin pindah ke San Fransisco, dan bertanya apakah Anda pernah membayangkan tinggal di sana, berarti dia menginginkan hubungan jangka panjang.

6. Dia menggunakan sweater yang Anda berikan
Memercayakan Anda untuk urusan pakaian bukanlah sesuatu hal yang siap dilakukan pria. Bukannya pria pilih-pilih dengan penampilannya, hanya saja itulah harga diri pria. Salahkan ego pria yang besar, tapi memberi izin untuk merusak identitas mereka, walau untuk tujuan yang baik, dianggap sebagai tanda kelemahan.

7. Dia berdiri di sebelah Anda di tempat umum
Pikirkanlah hal ini: Pria terprogram untuk menggoda wanita. Jadi jika pria tidak yakin dengan Anda, dia akan berjalan beberapa langkah di depan atau di belakang Anda — dua posisi aman untuk menyembunyikan mata yang melihat ke mana-mana. Berjalan bersebelahan adalah cara menunjukkan komitmen dengan menjaga mata, dan membatasi kemampuannya menggoda wanita seksi. "Berjalan bersebelahan menempatkan pacarku di dalam jangkauan bibirku, membuatnya mudah untuk berbisik, bersandar, atau ciuman ringan", ujar Ryan (27 tahun), “adalah caraku menunjukkan pada wanita lain kalau aku tidak lajang."

8. Dia membiarkan Anda menjawab teleponnya.
Pria tidak pernah tahu perusak citra yang mengintai di balik telepon — mulai dari mantan pacar yang mengajak bertemu sampai ibu yang serba ingin tahu. Jika kami membiarkan Anda menjawab telepon, artinya tidak ada yang ingin kami sembunyikan dari Anda. "Pria tidak terlalu suka berbagi. Jadi ketika pria  membiarkan Anda menjawab teleponnya — kemungkinan informasi pribadinya akan bocor dan bisa Anda gunakan untuk memerasnya sepanjang hidupnya — artinya dia ingin bersama Anda dalam waktu yang sangat lama, " ujar Rich (29 tahun)


Sumber :
 http://id.she.yahoo.com/delapan-cara-mengetahui-apakah-pria-mencintaimu.html

Isagenix