Sabtu, 09 November 2013

Biaya untuk Menikah Kurang, Bolehkah Berhutang?

Hampir semua pasangan ingin menggelar resepsi pernikahan secara maksimal karena merasa menikah itu seumur hidup sekali. Banyak dari mereka yang akhirnya berlebihan budget sehingga harus berhutang demi pesta pernikahan. Tidak sedikit hutang dari resepsi itu sendiri yang mungkin memakan waktu hingga bertahun-tahun untuk melunasinya. Sebenarnya, bolehkah berhutang untuk menikah? Ini kata perencana keuangan ternama Indonesia, Lisa Soemarto.

"Kalau saya nggak menyarankan, karena yang namanya menikah bukan pesta pernikahan saja, nanti mungkin mau honeymoon, mungkin nanti mau menyiapkan rumah entah direnovasi atau beli barang baru, merencanakan punya anak, biaya melahirkan, pendidikan, jadi masih banyak biaya-biaya lain," tutur Lisa saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu juga mengatakan, bila saat menikah sudah berhutang tentu setelahnya akan sibuk melunasinya. Hal ini bisa mempengaruhi keuangan Anda dan pasangan saat ingin menyiapkan kebutuhan lain seperti pendidikan anak, liburan, atau pensiun.

Oleh karena itu, sebaiknya buat dana pernikahan sejak dini dibandingkan harus meminjam uang ketika menikah sehingga harus menyicil setelahnya. Meskipun Anda dan pasangan merencanakan pernikahan mendadak dan tidak sempat mengumpulkan dana, Lisa menyarankan agar tidak perlu memaksakan diri. Hindari berhutang dan gelar acara sesuai budget saat ini.

Biaya Pernikahan Kewajiban Orangtua, Ahh Itu Dulu

Banyak pasangan yang merasa memiliki cukup uang untuk membiayai pernikahan mereka sendiri. Meskipun demikian, orangtua tentu ingin terlibat dalam membiayai pernikahan anaknya. Sebenarnya tanggungan siapakah biaya pernikahan ini?

"Orangtua pasti ingin (membiayainya). Kalau muslim, ada suatu kewajiban menikahkan anak dan menyiapkan dana menikah," tutur Perencana Keuangan Lisa Soemarto saat berbincang dengan Wolipop di di Pacific Place, kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

Akan tetapi, Anda perlu melihat bagaimana keuangan orangtua saat ini. Misalnya saja orangtua sudah pensiun dan dana yang mereka miliki tidak cukup bila seluruhnya dipakai untuk biaya pernikahan. Belum ditambah adik masih butuh biaya kuliah, sementara Anda serta pasangan sudah memiliki pekerjaan dengan penghasilan besar.

Jika kondisi keluarga tidak memungkinkan, hindari memaksakan mereka agar tetap mewujudkan impian pernikahan Anda. "Nggak fair juga kan kalau terlalu mengharapkan orangtua. Jadi kalau memang anak sudah memiliki kemampuan uang sendiri, sebaiknya menyiapkan dana sendiri," tambah Senior Partner dan Advisor di Akbar's Financial Check-up itu.

Mau Kumpulkan Biaya untuk Nikah, Jangan Menabung. Ini Alasannya!

Pernikahan bukan soal cinta atau prinsip semata, tapi juga biaya-biaya. Sebagian pasangan yang sudah siap menikah menyiapkan dana pesta pernikahannya dengan menabung sejak jauh hari, namun Financial Planner Indonesia, Lisa Soemarto, sama sekali tidak menyarankan menabung untuk biaya menikah. Menurutnya, menabung tidak bisa menghasilkan apa pun jika dilakukan dalam waktu jangka panjang. Mengapa demikian?

Lisa menjelaskan, saat Anda mulai mengumpulkan dana pernikahan sejak tahun ini tapi berencana naik ke pelaminan tiga tahun mendatang tentu harganya akan jauh berbeda. Misalnya saja target menggelar pesta pernikahan Rp 50 juta. Biaya pernikahan Rp 50 juta sekarang dengan tiga tahun mendatang tentu akan berbeda karena adanya inflasi.

"Yang jelas masuknya bukan tabungan dalam perencanaan keuangan karena kalau cuma satu tahun nggak akan cukup. Kita harus memperhitungkan gedung dan makanan sudah naik berapa kali lipat karena ada inflasi, jadi kita sudah capek-capek ngumpulin uang, tiga tahun kemudian nggak sampai karena harganya sudah Rp 150 juta mungkin. Akhirnya kita cuma punya uang Rp 50 juta itu kalau tabungan karena tabungan tidak menghasilkan apa-apa," jelas Lisa saat diwawancarai Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

Salah satu pemilik kafe Steakology ini pun memberikan solusi, sebaiknya mengalokasikan dana menikah ke investasi daripada menabung. Produk investasinya juga tergantung jangka waktu akan digunakannya dana tersebut. Jika Anda sudah berencana menikah kurang dari tiga tahun lagi, pilih emas sebagai investasi. Emas memiliki risiko yang lebih rendah daripada produk investasi lainnya.

Isagenix