Rabu, 11 Januari 2012

Detik-Detik Menjelang Pernikahan

Hani (24 th) akhir-akhir ini sering resah sendiri, apa yang dilakukannya sering menjadi serba salah, bahkan untuk hal-hal yang rutin dikerjakannya pun tak luput dari kesalahan. Hani juga jadi lebih sensitif, ada hal kecil saja yang tak berkenan di hatinya sudah dapat membuat ia sedih dan menangis. Tentu saja keadaan ini tidak membuat ia merasa nyaman terhadap dirinya sendiri. Usut punya usut, ternyata Hani sebentar lagi akan menikah, tepatnya sepekan lagi.

Hani akan memasuki dunia baru, ia akan mengarungi bahtera rumah tangga. Persiapan sudah dilakukan, tempat sudah di booking jauh-jauh hari, undangan telah disebar, segala sesuatu yang berkaitan dengan teknis pernikahan sudah disiapkan dengan matang. Pendeknya, segala sesuatunya sudah beres, sisanya tinggal persiapan diri yang bersangkutan saja untuk menghadapi pernikahannya.

Sebetulnya Hani merasa telah mempersiapkan dirinya menghadapi pernikahan ini, tapi tak urung ia masih juga khawatir, apakah ia siap berbagi hidup bersama orang yang baru dikenalnya? Apakah ia sanggup menjalankan amanah sebagai seorang istri lalu menjadi seorang ibu?

Hani teringat bahwa suatu hari ia pernah membaca sebuah buku yang di dalamnya diceritakan kisah tentang seorang wanita yang bertanya kepada Rasulullah SAW :

“Ya Rasulullah SAW, aku adalah seorang gadis yang ingin menikah, maka beritahukanlah kepadaku, apakah hak-hak suami terhadap istrinya agar aku dapat melaksanakannya? InsyaAllah”.

Rasulullah SAW yang mulia menjawab : “Diantara hak suami atas istrinya adalah : Jika saja kaki suamimu terluka kemudian luka itu bernanah dan mengeluarkan bau busuk, kemudian engkau membasuhnya dengan wajahmu, maka engkau belum dianggap memenuhi semua hak suamimu. Dan kalau saja Allah membolehkanku untuk memerintahkan manusia sujud kepada manusia lain, sungguh aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya”.

Hani ingat, ketika itu ia sampai bergidik membacanya.

Ia juga teringat akan pembahasan tentang istri sholihah dalam kajian yang sering diikutinya, sehingga membuatnya terus menerus berfikir, apakah ia mampu menjadi istri sholihah? Hani memang punya tekad kuat untuk menjadi istri sholihat. Ia ingin pernikahannya menjadi ladang amal sholih baginya, dan untuk itu ia akan mengerahkan seluruh kemampuannya.

Sebenarnya Hani tak perlu sampai khawatir begitu, sebab rasanya kita semua, baik yang belum menikah atau bahkan yang sudah menikah bertahun-tahun masih harus terus belajar dan berproses menjadi istri yang sholihah, dan proses itu tidak akan pernah berhenti selama kita masih menjadi seorang istri. Memang sangat jauh lebih baik proses untuk menjadi istri yang sholeha dimulai jauh-jauh hari sebelum Allah SWT memberikan jodoh kepada kita.

Lalu ketika hari pernikahan sudah diambang pintu, apa yang seharusnya dilakukan?

Pertama
Lebih intensif mendekatkan diri kepada Allah SWT, dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Menikah adalah keputusan penting dalam kehidupan manusia. Siapapun tentunya tidak ingin salah dalam mengambil keputusan, apalagi keputusan itu menyangkut hal penting dalam hidupnya yaitu: “Pernikahan”. Nah detik-detik menjelang “hari H” itu intensiflah bermunajat kepada Allah SWT, memohon kepada-Nya agar keputusan yang telah kita ambil itu benar-benar mendapat taufiq (persetujuan) serta ridho-Nya dan pernikahan ini menjadi keputusan terbaik dalam hidup kita. Juga memohon bimbingan kekuatan, kemudahan dalam menjalani hidup berumah tangga, sehingga menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah hingga akhir zaman.

Kedua
Berusaha untuk ikhlas dan senantiasa menjaga keikhlasan dalam kondisi apapun.

Ikhlas dalam konteks akan membangun rumah tangga adalah berusaha ikhlas menerima calon pasangan kita apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ingat, kita akan menikahi manusia, bukan malaikat. Betapapun tinggi tingkat ketaatan seseorang dalam beragama, bukan berarti dapat mengubahnya menjadi malaikat yang tak pernah berbuat salah. Siap menikah berarti siap untuk terus menjaga keikhlasan dalam menjalani semua kewajiban, konsekwensi, dinamika dan gelombang dalam berumah tangga. Sehingga dalam menghadapi kondisi seberat apapun nantinya, sikap kita adalah melakukan perenungan kembali tentang niat awal kita menikah. Apa sih niat saya menikahi dia? Kenapa sih saya mau menikahi dia? Dengan demikian kita senantiasa diingatkan bahwa ada yang harus selalu dijaga dalam pernikahan ini. Ia adalah keikhlasan itu sendiri. Dalam kerangka ini, insyaAllah pernikahan akan menjadi ibadah di sisi-Nya.

Ketiga
Menjaga kebersihan hati dan menghiasinya dengan adab-adab syar’i.

Ingat, sebelum prosesi aqad nikah dilangsungkan, status kita terhadap calon pasangan adalah non-mahram, yang berarti adab berinteraksi dengan calon pasangan adalah sebagai mana adab berinteraksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Hal itu sangat penting disadari untuk menjaga kebersihan hati agar tidak tergoda untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh syar’i. Berkomunikasi dan berinteraksi tentu saja boleh, tidak mungkin orang yang akan menikah tidak berkomunikasi dan berinteraksi dengan calon pasangannya. Tapi berusahalah sedapat mungkin berkomunikasi dan berinteraksi sesuai dengan adab yang diperbolehkan syariat. Misalnya, musyawarah tentang persiapan menikah dilakukan di rumah, bersama oang tua kita, atau dapat dilakukan di rumah orang yang kita percaya, tentu saja dengan didampingi oleh tuan rumahnya.

Hindari berkhalwat berdua dengan calon pasangan, ingat “tidaklah seorang laki-laki dan perempuan berkhalwat melainkan ketiganya adalah syaitan”. (Al-Hadits). Hindari juga sms, telephon, email mesra dan lain-lain yang sejenis, yang kesemuanya dapat membuat hati kita menjadi kotor, berangan-angan dan jatuh dalam dosa.

Jika kita menginginkan pernikahan yang akan kita jalani mendapatkan taufiq, inayah, berkah dan ridho Allah SWT, kita harus mengusahakan agar segala persiapan sedapat mungkin “bersih” sejak awal prosesnya.

Mudah-mudahan tiga hal ini dapat membantu kita lebih pandai menata dan menjaga hati, sehingga detik-detik menjelang pernikahan tidak perlu lagi menjadi detik-detik yang membuat resah dan gelisah, tetapi sebaliknya menjadi detik-detik yang penuh keindahan dan kemanisan munajat kepada Allah SWT, yang membuka dan menjadikan semua jalan menjadi mudah dan terang. Amin.

Kemudian dapatlah setelah itu kita dengan keyakinan kepada Allah SWT, berkata kepada calon suami kita : “wahai calon suamiku, marilah kita naiki bahtera ini, mari kita kembangkan layarnya bersama-sama, kita hadapi gelombangnya tanpa rasa gentar. Semoga Allah SWT bersama kita. (#http://eramuslim.com)

Sumber :

http://ayonikah.net/detik-detik-menjelang-pernikahan.html

Tips Membuat Suami tetap Anget ( HOT )

Apa yang terjadi jika tidak ada lagi kehangatan antara suami istri? Keduanya mendapati hubungan mereka seakan diselimuti es, dan cinta yang bersemi diawal pernikahan berubah menjadi sesuatu yang dingin. Ungkapan “Rumahku adalah surgaku” menguap entah kemana, dan suasana rumah menjadi rutinitas yang menjemukan dan membosankan.

Keadan semacam ini bisa menimpa siapa saja. Pernikahan layaknya kehidupan memiliki dinamika dan romantika. Kadang suami istri mendapati rumah tangganya berjalan mulus, kerikil yang ada dapat dilewati bersama, dan keduanya meras bahagia dalam kebersamaan mereka. Disaat yang lain kadang muncul perselisihan, yang biasanya disertai dengan kemarahan, kekesalan atau bahkan menimbulkan “perang dingin” diantara keduanya. Disaat yang lain lagi terjadi dimana salah satu dari keduanya atau keduanya dilanda kebosanan dan kejenuhan dalam menjalani rutinitas kehidupan berumah tangga. Kesemua ini adalah manusiawi dan wajar, sepanjang tidak membuat hati keduanya saling jauh.

untuk mengusahakan pernikahan yang harmonis dan bahagia itu, bisakah perempuan membuat suaminya tetap hangat terhadap dirinya kendati pernikahan itu telah berjalan puluhan atau belasan tahun? Tentu bisa, dengan sedikit usaha dan kesabaran, istri bisa membuat suaminya tetap hangat dan romantis terhadapnya sebagaimana di tahun pertama pernikahan. Tidak percaya?

Cobalah 15 saran berikut ini !
1. Katakan : “Aku mencintaimu”. Siapa bilang laki-laki tidak membutuhkan kata-kata cinta dari istrinya? Katakanlah terus menerus, karena kata-kata itu akan meresap ke dalam jiwanya, menghujam sanubari dan menumbuhkan keyakinan pada dirinya bahwa anda memang sungguh-sungguh mencintainya.

2. Ciumlah suami anda dengan ciuman cinta kasih setiap hari, ini akan menyenangkan dan akan membuatnya merindukan anda.

3. Genggam tanganya dengan lembut disaat-saat tertentu, hal kecil ini mampu menumbuhkan rasa cintanya pada anda.

4. Dengarkanlah dengan mengarahkan seluruh tubuh anda kepadanya ketika ia sedang berbicara. Pandanglah ia dengan lembut dan penuh kasih, untuk menunjukan bahwa anda sunguh-sungguh mendengarkannya.

5. Buatlah kejutan dengan memberikannya hadiah kecil yang bersifat pribadi, misalnya sapu tangan dan kaos kaki.

6. Ekspresikan cinta anda dengan kata-kata dan tubuh anda.

7. Khususkan waktu setiap hari walau hanya sepuluh menit untuk berdua saja dengannya.

8. Tampakanlah semampu anda keindahan penampilan anda ketika suami pulang kerja. Jadikanlah diri anda sebagai sesuatu yang layak dipandang, diperhatikan, dipeluk setelah sepuluh jam ia berada di luar.

9. Buatlah kejutan lembut disaat yang tidak terduga. Karena banyak istri melupakan bahwa pelukan dan ciuman lembut yang tiba-tiba (bukan rutinitas ketika akan berangkat bekerja) dapat menimbulkan perasaan khusus dan kasih sayang suami.

10. Berusahalah memenuhi rumah anda dengan senyum manis yang menyejukan seisi rumah. Silakan anda kesal atau marah, tapi jangan biarkan kemarahan dan kekesalan anda berlarut-larut, sehingga membuat suami anda merasa tidak nyaman berada di rumahnya sendiri.

11. Pahami dan kenali sifat serta karakter suami anda. Berusahalah mencari hal-hal yang membuatnya senang dan bahagia, sebaiknya jangan melakukan hal-hal yang membuat suami anda kesal.

12. Berikan pujian, jika memang suami anda berhak untuk mendapat pujian. Misalnya, “mas ganteng sekali hari ini,” atau ketika ia membantu anda membereskan rumah, “Aduh, suamiku memang lelaki yang paling rajin dan sholeh.”

13. Jangan ragu dan malu untuk menyatakan ketergantungan anda padanya, misalnya, “Alhamdulillah, aku punya suami seperti mas, jadi semua masalah bisa diatasi”.

14. Berusahalah untuk memaafkan jika ia berbuat kesalahan, ungkapkan kekesalan anda dengan wajar, selnjutnya tunjukan cinta dan pengertian anda.

15. Jangan sekali-kali anda lupa untuk mengucapkan terimakasih atas hal-hal kecil yang telah dilakukannya. Ingatlah Rasul kita yang mulia pernah bersabda, “Allah tidak akan memandang kepada perempuan yang tidak berterimakasih pada suaminya padahal ia butuh kepadanya” (HR Hakim)

#Majalah Safina no. 6 Tahun 1, Agustus 2003

http://ayonikah.net/tips-membuat-suami-tetap-anget-hot.html

Karenanya Kau dipilih

Begitu banyakkah wanita yang belum menemukan jodohnya? Sungguh suatu fenomena yang memprihatinkan. Bukankah pernikahan merupakan kebutuhan mendasar? Semua orang menginginkan dan merindukan. Lepas dari jumlah perempuan yang semakin membengkak, tentu tak luput dari faktor kriteria pilihan.Tidak bisa dipungkiri lelaki biasanya memasang setumpuk kriteria calon istrinya, begitupun dengan wanita punya segudang syarat untuk calon suaminya. Tidak jarang saking ketat dan tingginya kriteria mengakibatkan jodoh sebatas angan-angan.

Kembang, sebut saja begitu, usia sudah merayap pada angka 40-an tahun. Berkali-kali proses pernikahannya gagal. Cantik memang tidak dimilikinya, tinggi juga kurang, kekayaan pun tidak bisa diharapkan, parahnya lagi dia juga bukan tipe wanita yang rajin mengkaji ilmu agama dan akhlak. Hari-harinya dilalui dengan penuh tanda tanya, kapankah suami akan diperolehnya?

SIAPA MENOLAK SALIHAH?

Berkaca dari kasus ini sudah semestinya kalau kaum muslimah menggali potensi untuk meningkatkan kualitas diri. Cantik dan tidak memang sudah dari sananya, demikian juga dengan kecerdasan, tingkat sosial, dan semacamnya. Ada yang bisa dikembangkan sehingga menjadi muslimah berkualitas. Perhatian kepada ilmu agama disertai tentunya dengan penempaan diri sehingga menghasilkan akhlak yang mulia. Tiada pilihan kecuali menjadi wanita yang salihah.

Cantik, yang biasanya dijadikan patokan utama oleh kebanyakan orang, tanpa disertai sifat kesalihatan bisa berbahaya. Pintar juga akan merepotkan bila tidak dikawal oleh akhlak yang baik, bisa menjadi wanita yang panjang lidah, tidak sopan dan beradab, atau selalu menjadi pembangkang. Begitu juga yang berharta, tanpa bimbingan agama, kekayaannya sering tidak membawa manfaat, bahkan sebaliknya menjadi bencana. Status sosial yang tidak dibarengi kualitas agama yang baik hanya akan memunculkan sifat keangkuhan.

Berbeda dengan wanita salihat; tanpa kecantikan, kekayaan, kepintaran dan status sosial akan tetap mendatangkan kebaikan. Lebih-lebih bila disertai oleh satu atau lebih sifat yang empat itu, tentu akan menjadi primadona. Siapa yang tidak ingin menikah dengan wanita kaya, cantik, pintar dan terpandang, salihat lagi !?

INILAH WANITA PILIHAN

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi tuntunan dalam memilih wanita yang akan dijadikan sebagai istri. Bukan sekedar memilih yang pintar, tapi pria mesti pintar memilih dan wanita pun harus berlaku pintar agar menjadi sosok pilihan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan beberapa sifat seorang wanita salihah, pendek tapi cukup untuk menjadi pedoman bagi muslimah.

“Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.” (riwayat Ahmad)

Inilah yang akan menjadikan seorang wanita sebagai pilihan, simpanan nan berharga:

1. Taat

Seorang gadis yang terbiasa taat pada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika sudah menikah nanti. Selama perintah suaminya adalah ma’ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.

2. Enak Dipandang

Tidak harus cantik. Dengan mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suami yang memandangnya. Dia akan mampu membuat suaminya merasa nyaman, tenang dan puas. Rasa lelah yang dirasakan suami setelah bekerja seharian sirna oleh sambutan sang istri. Dengan begitu suami tidak akan berbuat yang tidak-tidak ketika di luar rumah. Hal ini akan mudah dilakukan oleh wanita yang terbiasa bersikap manis dan murah senyum kepada orang tuanya.

3. Cinta dan Pasrah

Seorang pria tentu berharap mendapat seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya. Kalau suami, saat di rumah, tidak mendapatkan istri yang bersikap manis, penuh kasih, bersih, senantiasa tersenyum memikat, perkataan indah, penuh cinta nan suci, akhlak islami serta sentuhan tangan yang penuh kasih sayang, maka di mana lagi dia bisa mendapatkannya?

4. Suka Membantu

Wanita salihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta’ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami.

Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha, istri pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus ibu kita semua, merupakan teladan wanita pilihan. Beliau sumbangkan harta dan perhatiannya untuk perjuangan Rasulullah, menyantuni kerabat dan selalu menyambung silaturahmi. Akankah Anda mewarisi sifat dan perilakunya? Kalau ya, karenanyalah engkau dipilih!

Sumber : Majalah NIKAH Vol.3. No.12, Maret 2005

http://ayonikah.net/karenanya-kau-dipilih.html

Selasa, 03 Januari 2012

Ketika Telah Tiba Saat Menikah

MENIKAH adalah keputusan yang besar dalam hidup kita. Ini adalah pilihan yang tidak main-main. Memilih seorang pasangan yang dengannya kita akan membangun sebuah keluarga, menurunkan keturunan dan hidup bersama dalam segenap suasana bukanlah persoalan yang hanya untuk satu dua tahun saja, melainkan untuk sepanjang tahun. Untuk jangka waktu yang selama-lamanya. Bahkan bukan hanya di dunia, tapi juga untuk hidup di akhirat. Demikianlah, kita perlu mempertimbangkan dengan seksama dan matang perihal ini.

Sejatinya, keputusan apapun dalam hidup kita merupakan peristiwa besar. Dari keputusan itu, kelak rangkaian peristiwa akan terus bergulir. Ada peribahasa lawas, langkah keseribu dimulai dengan langkah pertama. Kita perlu hati-hati dan cermat ketika memutuskan, apapun. Orang Cina kuno punya pepatah, rusak seinci rugi seribu batu. Maka, pengambilan keputusan merupakan pertemuan dengan sebuah revolusi.

Ketika kita benar-benar telah memilih pasangan, maka saat itu juga kita telah memutuskan untuk hidup bersama dengan seorang yang asing, meninggalkan orang tua dan keluarga kita yang selama ini telah membersamai dengan segenap kehangatannya. Pilihan untuk hidup bersama pasangan ini sungguh-sungguh mustahil kecuali jika kita benar-benar merasa yakin bahwa kebahagiaan bersama ibu bapak dapat juga kita raih dengan hidup bersama pasangan. Pilihan untuk hidup bersama ini sungguh-sungguh mustahil kecuali jika kita yakin bahwa pasangan akan menjadi pembela dan pelindung sebagaimana saudara laki-laki dan saudara perempuan melindungi kita. Semua ini butuh keyakinan kuat dari hati.

Karenanya, saya bisa memahami kenapa perjanjian pernikahan disebut oleh Al-Quran sebagai mitsaqan ghalizha, perjanjian yang amat kuat. Ini adalah perjanjian yang sakral. Sebuah perjanjian agung antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dengan saksi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Semoga Allah tabaraka wa ta’ala senantiasa meluruskan dan menetapkan niat kita bahwa menikah merupakan bagian perjuangan untuk meniti jalan sunnah Nabi-Nya dan ibadah kepada-Nya. Tentu saja, kita ingin mengawali perjuangan ini dengan segenggam keyakinan bahwa pilihan kita untuk menikah dengan pasangan merupakan pilihan yang diridhai Allah dan Rasul-Nya.

Ketika seorang lelaki hendak memilih pasangannya, ada empat perkara yang dapat ia jumpai pada seorang perempuan: kecantikan, keturunan, kekayaan, dan agama. Agama ini datang untuk mengajarkan bahwa kemuliaan tertinggi adalah pada agama.

Ada sebuah kabar, kebanyakan lelaki lebih suka pada perempuan dengan paras yang begitu ayu. Itu sah-sah saja. Tetapi kita mesti sadar bahwa keayuan paras saja bukanlah sebab yang kelak akan mendatangkan barakah dalam pernikahan. Demikian halnya dengan keturunan dan kekayaan. Ada yang lebih sempurna dari itu semua, yakni akhlak mulia dalam diri perempuan. Ada agama dalam hidupnya.

Dalam banyak riwayat, Nabi senantiasa meminta para sahabat untuk melihat dulu Muslimah yang hendak dipinangnya. Tujuannya, agar para sahabat itu menemukan “sesuatu” yang membuatnya tertarik dan bisa melanggengkan pernikahannya. Dalam pemahaman inilah kita perlu meletakkan keayuan paras, keturunan dan kekayaan. Sungguh, Nabi kita yang agung telah berwasiat bahwa fitnah terbesar bagi lelaki adalah kaum wanita. Semoga kita tidak jatuh pada perempuan macam begitu.

Maka, paras ayu, keningratan, dan anak orang kaya bukan menjadi sebab utama. Seandainya kita tidak menemukan akhlak mulia dalam dirinya, sebaiknya pilihan tidak dijatuhkan.

Ada kiasan menarik dari Al-Quran tentang pasangan Suami-Istri. Masing-masing merupakan pakaian bagi yang lain. Sebagaimana layaknya pakaian, ada banyak macam pakaian yang sudah genap syarat-syaratnya buat menutup aurat sesuai tuntunan agama, tetapi untuk menjatuhkan pilihan pada sebuah pakaian, kita perlu menimbang dengan rasa dan hati kita.

Sebaliknya, ada banyak juga pakaian yang menarik hati, tapi kalau dengan memakainya aurat menjadi tak tertutupi, apalah guna punya pakaian yang menarik hati.

Demikian pulalah memilih pasangan. Kalau hanya menimbang wajah yang ayu, pernikahan hanya akan menerbitkan kehinaan. Sebagaimana kecantikan yang akan cepat sirna, pernikahan yang demikian akan cepat layu. Tapi, kalau hanya memilih yang baik beragama saja, takut juga bila mata dan hati menjadi kurang terjaga. Demikianlah saya memahami anjuran Nabi untuk melihat dulu muslimah yang hendak dipinang. Bukankah sudah termaktub dalam Kitab suci, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30] : 21)

Kalau saya tak salah ingat, Bunda Khadijah ra juga merupakan perempuan suci yang menawan yang banyak dilirik para pembesar Quraisy. Bunda Aisyah ra merupakan gadis muda yang jelita. Bunda Zainab binti Jahsy ra juga memiliki wajah yang rupawan. Demikian juga Bunda Maria al Qibthiyah ra yang berkulit putih bersih yang kecantikannya sempat membuat Aisyah ra cemburu. Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui hikmah dibalik paras wajah para Ummul Mukminin kita.

Maka, tentu saja, pakaian yang baik adalah yang memenuhi aturan agama dan sesuai dengan selera hati. Sesuai anjuran Nabi, memiliki agama yang bagus dan ada “sesuatu” yang insya Allah akan melanggengkan pernikahan. Saya rasa, pasangan yang demikian sudah cukup sempurna bagi kita. Semoga “sesuatu” itu membawa keberkahan yang berujung sampainya istri shalihah kepada kita. Kata Nabi, inilah sebaik-baik perhiasan dunia dan harta yang paling berharga.

Tatkala kita sudah yakin, semoga keyakinan yang kita genggam seturut dengan jalan Nabi dan mendapat taburan ridha Allah Yang Mahasuci.

Maka, tak ada lagi yang menghalangi kita untuk bersegera meminangnya dengan segenap puja-puji bagi Allah Yang Mahatinggi.

Pada saat kita menimbang untuk memilihnya, kita sadar ini bukanlah untuk hidup diri kita semata, melainkan juga untuk kedua ibu bapak, keluarga dan anak-anak kita kelak.

Kata Nabi, Istri shalihah adalah perhiasan paling indah. Saban hari, Istri shalihah akan menjadi puisi yang senantiasa menghiasi. Puisi itu tak terumuskan oleh bahasa dan tak terucapkan oleh kata apa saja. Yang jelas, puisi itu begitu indah. Serasa dibuai diayun-ayun. Dan bagi anak-anak kelak, Istri yang demikian akan menjadi madrasah utama bagi mereka. Kelembutannya akan menjernihkan hati anak-anak. Dan bukankah jika segumpal darah (hati) itu baik maka baiklah seluruh dirinya?

Saya sepenuhnya sadar bahwa mencari Istri yang shalihah itu seperti berburu mutiara di dasar laut. Nun di sana, di dalam cangkang itu istri shalihah senang berada dan menjaga diri. Dan untuk menemukannya, kita harus menyelam di kedalaman, tapi kita akan tahu seberharga apa dia ketika kita sudah mendapatkannya.

***

Sebuah pernikahan didahului oleh pilihan bebas yang penuh kesadaran dan tanggung jawab. Masa awal-awal pernikahan merupakan masa dimulainya perjuangan untuk memupuk rasa simpati dan menyuburkannya menjadi cinta.

Al-Quran menyebut cinta antara Suami-Istri dengan kata afdha. Maknanya, seperti keterbukaan angkasa raya. Dalam cinta yang demikian, tak ada lagi sikap yang penuh pura-pura. Suatu kali, mungkin kita akan mendatangi istri dengan setumpuk masalah dan kita tak sedikitpun ragu untuk mengeluhkan beban dan bahkan mungkin menangis di pangkuannya. Meski, ketika kita di luar rumah, kita tetap tegar dengan air muka yang selalu ceria. Suatu ketika, Nabi agung Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Bunda Khadijah radhiallahu ‘anha dalam keadaan gelisah dan ragu seusai mendapat wahyu pertama. Dengan kelembutannya, Bunda Khadijah ra menenangkan dan menguatkan hati Nabi.

Saya tercengang dengan kalimat Umar ibn Khattab ra. Katanya, seorang laki-laki akan menjadi anak-anak ketika ia hanya berdua bersama Istrinya.

Sebaliknya, Nabi juga memiliki sikap yang sangat hangat kepada setiap Istrinya. Saat itu Nabi bersama beberapa sahabat. Seorang utusan datang membawa nampan makanan. Ketika mengetahui nampan itu berasal dari Ummu Salamah ra, Aisyah ra langsung menampakkan kecemburuannya yang luar biasa. Nampan itu ia lempar sehingga pecah. Nabi tersenyum dan beliau hanya bilang sekedarnya saja pada para sahabatnya, “Ibu kalian sedang cemburu”. Ada teladan luar biasa dalam setiap jengkal hidup Nabi.

Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar ra perihal Istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar ra yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.” Ada teladan yang tak biasa dalam setiap jengkal hidup para sahabat.

Setiap pasangan tentu selalu mendambakan lahirnya cinta sejati. Demikian juga kita, saya yakin pasti juga merindukannya. Bagi saya, teladan cinta sejati adalah cinta yang dimiliki dan disuguhkan oleh Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam pada Bunda Khadijah radhiallahu ‘anha. Bukan putri Cinderella dan pangerannya. Bukan pula Romeo dan Juliet. Atau kisah-kisah asmara dalam buku dan sandiwara-sandiwara picisan.

Tentu saja, cinta pasangan Nabi dan Ibu kaum mukminin itu terlalu sempurna buat kita. Barangkali jaraknya sejauh bumi dan langit. Tapi, setidaknya kita punya cermin utama bagaimana kelak kita harus mengambil sikap, melahirkan cinta itu dan kemudian merawatnya dengan hangat. Jika Allah menghendaki Nabi sebagai uswah hasanah manusia, maka teladan itu pasti bisa diraih. Sesulit dan sesusah apapun pasti bisa digapai. Dari sini perjuangan untuk melanggengkan pernikahan dimulai. Dari sini perjuangan untuk tetap setia pada mitsaqan ghalizha menjadi nyata. Dari sini, semoga doa Nabi untuk mempelai bisa terwujud, ada ketenangan, cinta kasih dan rahmah. Ada sakinah, ada mawaddah, dan ada rahmah.

Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, memantaskan kita untuk dikejutkan dengan hadiah dari langit, pasangan yang shalih dan shalihah. Amin.

Sumber :

http://ayonikah.net/ketika-telah-tiba-saat-menikah.html

Senin, 02 Januari 2012

11 Cara Melamar Pasangan Terunik di 2011

Prosesi lamaran memang sangat mendebarkan, terutama bagi kaum pria. Namun, prosesi lamaran ini tak harus dilakukan dengan gaya klasik sambil berlutut dan menyodorkan cincin semata. Beberapa orang justru membuat prosesi lamaran ini menjadi unik dan tak terlupakan. Tambahkan beberapa kreasi imajinasi Anda agar berlutut dan melamar tak terkesan biasa.

Namun meski demikian di tahun 2011 ini, prosesi melamar ini tak hanya dilakukan oleh kaum pria saja, tapi juga kaum perempuan.

Berikut beberapa prosesi lamaran yang unik di Amerika sepanjang tahun 2011. Mungkin saja cocok dengan Anda yang berencana menikah 2012 nanti, dan berminat mengadopsi gaya lamaran unik ini:

1. Ksatria baju besi. Katherine dan Jack memang sangat suka mendaki gunung. Hal inilah yang kemudian menginspirasi Jack untuk melamar kekasihnya diatas gunung dan berdandan ala kesatria berbaju besi.

"Di atas gunung saya mulai mendengar alunan musik Renaissance kemudian saya bertanya pada Jack apa ia juga mendengarnya, tapi ia terus mengabaikan saya dan terus mendaki. Tiba-tiba, seorang teman kami berdandan dengan kostum naga keluar dari balik pohon dan mulai pura-pura menyerang. Jack pun merobek jaketnya dan ternyata ia sudah menggunakan baju besi. Ia berteriak pada saya ,'Jangan takut, aku akan melindungimu,'. Setelah mengalahkan naga ia mengambil tiara dari pohon dan berlutut sambil meminta saya untuk menjadi putri pasangan hidupnya dan menikah. Tentu saja aku bilang iya," kenang Katherine.

2. Pencurian mobil. Matt melamar Arianna dengan cara bekerjasama dengan polisi. "Matt adalah seorang perwira polisi, dan ketika ia dipanggil bertugas ia lupa membawa tasnya. dan saya pun menyusulnya, ketika kembali ke rumah mobil saya dilaporkan adalah mobil curian, akhirnya saya ditangkap dan dituduh minum-minuman keras. Tiba-tiba sebuah mobil polisi cadangan berhenti dan tiba-tiba aku melihat Matt berlutut dan berkata,'Sayang, hatikulah yang sudah kau curi. Maukah kau menikah dengan ku?' dan kujawab, ya," tukas Arianna.

3. Dokter gigi. Ryan berpura-pura mengeluh sakit gigi dan meminta Samantha untuk mengantarkan ke dokter gigi. Awalnya Samantha sempat ragu namun akhirnya ia tetap setuju dan mengantar Ryan ke dokter gigi. Namun kemudian asisten dokter tersebut mengajak Samantha masuk ke ruang periksa. "Mereka mengatakan bahwa ada yang salah dengan hasil sinar X gigi Ryan dan mereka minta aku melihatnya. Ternyata di bawah sinar X, di deretan gigi terlihat sebuah cincin berlian dan ia memintaku menikah dengannya," ungkap Samantha.

4. Hampa udara. Suatu saat Christian melamar Christina dengan beralasan mengajaknya pergi ke Vegas. Namun teryata mereka pergi melakukan penerbangan ke ruang hampa udara. Diakhir penerbangan, Christian memastikan semua benda sudah melayang-layang. "Kemudian dia melamar saya dan mengatakan bahwa cincin ini melayang di depan wajahku dan ini sangat ajaib," tukas Christina.

5. Lumba-lumba.
Eric meminta bantuan seekor lumba-lumba sebagai 'pengantar' cincin untuk kekasihnya Ashley ketika mereka berlibur di Bahama. "Lumba-lumba tersebut menggigit sebuah kotak berpita dan di dalamnya berisi cincin dan kemudian saya melamarnya," ungkap Eric.

6. Museum. Museum ternyata juga bisa jadi tempat lamaran yang unik seperti yang dilakukan oleh Amanda dan kekasihnya. "Tunanganku melamarku sambil berlutut di tengah-tengah halaman museum dimana kami berdua menjadi 'turis' sehari dan ia memintaku untuk menikah dengannya," tukas Amanda.

7. Dunia lego. Permainan lego yang unik dan membutuhkan kreativitas tinggi ternyata di manfaatkan Randy untuk mengesankan kekasihnya Angela. Randy membuat replika Scarlett's house dari film Gone with the Wind yang merupakan film favorit Angela. Rumah ini tidak memiliki pegangan pintu dan Randy menyuruh kekasihnya untuk membuka atap rumahnya dan melihat ke dalamnya. "Di dalamnya ternyata ada sebuah cincin indah, dan ia melamarku," tukas Angela.

8. Harta terpendam. Prosesi unik lamaran pasangan Wilton dan Aqua dilakukan di bawah laut sambil melakukan scuba diving. Di Australia, Aqua pertama kali melakukan scuba diving, namun setelah kedalaman beberapa meter, ternyata Wilton sudah meletakkan sebuah 'peti harta karun'. "Saya sangat terkejut dan antusias untuk membukanya, namun setelah dibuka ternyata sebuah cincin dan ia melamar saya," kenang Aqua.

9. Makanan istimewa.
Jika melamar dengan meletakkan cincin di dalam gelas minuman, sudah terlihat biasa coba saja gunakan makanan seperti yang dilakukan oleh Ken dan Nicole. Ketika merencakan kencan di akhir pekan, Ken membuat kejutan dengan menjemput Nicole dengan sebuah limosin dan mengantarnya untuk pergi ke salon dan mengantarnya kembali ke rumahnya.

"Ternyata Ken menunggu di rumah dan di dalam rumah saya ternyata ada chef Eric Wells yang memasak enam makanan untuk kami, kemudian ia berlutut dan melamar saya dengan cincin neneknya," tukas Nichole.

10.Perpustakaan.
Siapa bilang buku itu membosankan, buktinya Paul melakukan sesuatu yang unik untuk melamar kekasihnya melalui buku. Dia merangkai sebuah ruangan yang dipenuhi dengan buku-buku yang dijual. Di satu sisinya, ia membuat sebuah buku kehidupannya dengan sang kekasih, dan di akhir buku ia pun meletakkan fotonya dengan menggunakan baju yang sama dan berlutut untuk melamar.

"Setelah dia membaca semua halaman buku dan sampai pada sampul belakang, saya pun berlutut dan melamarnya," tukas Paul.

11. Terjun payung. Jika lebih tertantang untuk melakukan sesuatu yang lebih ekstrim, terjun payung bisa dilakukan untuk melamar lho. "Tunangan saya melompat terlebih dahulu dari pesawat dan saya menyusul di belakangnya. Kemudian ketika melihat ke daratan, saya melihat sebuah spanduk besar bertuliskan 'Brandi, maukah kau menikah dengan ku?'. "Sesampai di darat, ia pun langsung berlutut dan memberikan cincin neneknya kepadaku," ujar Brandi.

Tertarik mengadopsi gaya lamaran ini untuk si dia tahun depan? Atau Anda punya cara yang jauh lebih unik lainnya.

Sumber :
http://female.kompas.com/read/2011/12/24/08505532/11.Cara.Melamar.Pasangan.Terunik.di.2011

4 Pertanyaan untuk Mengukur Kebahagiaan Hubungan

Seberapa bahagia hubungan Anda dengan pasangan? Anda dapat mengukurnya melalui empat pertanyaan yang mengulik sejauh mana tingkat kemurahan hati Anda untuk berbagi bersama pasangan. Studi menunjukkan memiliki pasangan pemurah yang saling berbagi, membuat hubungan jauh lebih bahagia. Selain juga membuat Anda dan dia lebih sehat secara fisik dan psikis.

Inilah empat pertanyaan yang digunakan para peneliti dari University of Virginia (dalam studi The National Marriage Project), untuk mengukur kebiasaan berbagi pada pasangan yang berdampak pada menguatnya hubungan dan kebahagiaan:

1. Seberapa sering Anda menunjukkan afeksi atau mengungkapkan cinta kepada pasangan?
2. Seberapa sering Anda mengungkapkan betapa Anda menghargai dan memuja pasangan?
3. Seberapa sering Anda melakukan hal-hal kecil untuk pasangan, seperti membuatkannya teh di pagi hari atau membantunya melakukan pekerjaan rumah?
4. Seberapa sering Anda memaafkan kesalahan, kekeliruan, kecerobohan kecil yang dibuat pasangan?

Jawaban atas pertanyaan ini bisa berbeda pada setiap orang. Apapun jawaban Anda, kunci utamanya adalah afeksi, rasa saling menghargai, kemurahan hati, dan memaafkan memberikan kontribusi besar atas kebahagiaan hubungan.

Sayangnya, tak sedikit pasangan yang kesulitan mengaplikasikan kepribadian ini, dan cenderung memiliki harapan terlalu tinggi terhadap pasangannya. Atau di sisi lain, tak menyadari bahwa dirinya terlalu dominan menjadi pemberi, bahkan tak memberikan kesempatan bagi pasangannya untuk juga memberi.

Namun, Anda juga perlu mengkritisi pertanyaan tersebut. Bukan berarti, jika Anda tidak melakukan empat hal tadi seratus persen setiap harinya, lantas Anda di cap sebagai pasangan yang buruk. Menunjukkan afeksi dan saling memahami kebutuhan pasangan dengan berbagi memang perlu ditunjukkan setiap hari, jika ingin menjadi pasangan yang berbahagia. Namun jangan sampai hubungan juga menjadi rusak ketika Anda juga si dia terlalu tajam mengkritik diri.

Bukan berarti jika pasangan tak selalu bilang cinta atau memuja Anda, lantas ini petanda buruk bagi hubungan. Namun, sejauhmana Anda dan dia mau belajar untuk saling berbagi, lebih penting untuk meningkatkan kualitas hubungan termasuk kebahagiaan hubungan pasangan. Untuk belajar berbagi kepada pasangan, empat pertanyaan tadi dapat menjadi pemicu awalnya.

Sumber :
http://female.kompas.com/read/2011/12/27/12020764/4.Pertanyaan.untuk.Mengukur.Kebahagiaan.Hubungan

11 Cara Atasi Masalah Dalam Pernikahan Jarak Jauh

Belakangan ini semakin banyak pasangan suami-istri yang tinggal terpisah. Masalah pekerjaan atau pendidikan biasanya menjadi alasan utama mereka untuk jalani pernikahan jarak jauh.

Tentu saja menjalani pernikahan macam ini bukanlah hal yang mudah dan tidak sedikit pasangan yang akhirnya menyerah. Jika Anda dan suami merupakan salah satu pasangan yang melakukan pernikahan jarak jauh, ada baiknya jika mengikuti beberapa tips yang dikutip dari About ini, agar bisa mengatasi masalah serta hambatan yang diakibatkan oleh jarak.

1. Sama seperti pernikahan biasa, kunci utama untuk kehidupan pernikahan yang bahagia adalah komunikasi yang lancar dari kedua belah pihak. Usahakan agar komunikasi Anda dan pasangan selalu jujur dan terbuka setiap harinya.

2. Saling memiliki komitmen dan percaya seutuhnya bahwa pasangan Anda telah berkomitmen pada pernikahan adalah faktor yang tak kalah penting, terutama bagi pernikahan yang terpisahkan oleh jarak.

3. Pernikahan jarak jauh biasanya selalu dirudung masalah dan tak menutup kemungkinan untuk berakhir, jika Anda atau pasangan tidak saling memiliki kepercayaan yang tulus.

4. Meskipun terpisah, bukan berarti Anda tidak bisa memberi pasangan waktu romantis. Kirimi ia email, jurnal atau hadiah kecil yang membuat ia merasa spesial dan selalu memikirkan Anda.

5. Cobalah untuk saling berbagi cerita dan harapan mengenai perasaan Anda dan pasangan ketika sedang berjauhan. Lakukan hal yang sama ketika sedang bersama-sama. Bersikaplah jujur dengan kekhawatiran Anda, jika pasangan tak berada di sisi Anda.

6. Buatlah jurnal harian. Mungkin hal ini terdengar kekanak-kanakan, namun bagi sebagian pasangan hal ini justru bantu kehidupan pernikahan jarak jauh mereka lebih efektif. Kemampuan mencurahkan segala perasaan dengan menulis, terkadang bisa membuat seseorang jauh lebih jujur ketimbang berbicara langsung dengan pasangan.

7. Rencanakan kegiatan atau perjalanan bersama. Hidup terpisah tentu saja membuat pasangan merasa jenuh dan penuh tekanan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda dan suami merencankanan kegiatan bersama untuk meningkatkan keintiman.

8. Maksimalkan segala bentuk komunikasi muali dari situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Skype atau email untuk mengirim kabar, ucapan penyemangat, kartu elektronik, puisi atau lagu favorit.

9. Sesekali, berikan kejutan pada pasangan dengan cara mengiriminya hadiah atau dengan tiba-tiba Anda datang ke tempatnya tanpa pemberitahuan sebelumnya.

10. Jangan menganggap bahwa pernikahan jarak jauh tidak akan berhasil dan selalu dibumbui dengan perselingkuhan. Tidak semua pernikahan jenis ini berakhir dengan rasa sakit hati. Komitmen dan kepercayaan adalah yang utama.

11. Hidup terpisah membuat Anda sulit berkomunikasi secara verbal, ada baiknya jika Anda memberikan emoticon saat mengirim pesan agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan tone nada atau maksud pesan.

Sumber :
http://www.wolipop.com/read/2011/11/03/081138/1758942/854/11-cara-atasi-masalah-dalam-pernikahan-jarak-jauh

Isagenix