Selasa, 26 Maret 2013

4 Kesalahan Make-up yang Sering Diabaikan Pengantin

Setiap wanita pasti ingin terlihat sempurna di hari pernikahannya. Untuk itu, segala hal kecil seperti make-up jangan sampai Anda abaikan. Misalnya saja kesalahan make-up, seperti maskara yang luntur atau warna lipstik terlalu pucat. Simak kesalahan make-up lainnya dari She Knows yang biasa terjadi di hari pernikahan.

1. Tidak Tertutup Sempurna
Jangan ragu untuk berdandan lebih tebal di hari besar Anda, namun usahakan agar riasan tetap tampak natural dan warna bedak merata dengan leher. Untuk riasan wajah yang tampak flawless, Anda harus sesuaikan foundation dan bedak dengan jenis kulit. Jangan lupa tambahan concealer untuk menutupi cacat di kulit wajah, seperti bintik hitam atau kantung mata. Mata yang tampak lelah dan menghitam akan terlihat lebih segar dengan riasan ini. Setelahnya, semprotkan cairan khusus yang membuat make-up tahan lama dan tidak terlihat berminyak.

2. Pipi Kurang Merona
"Pakai lebih banyak blush on daripada yang Anda pikir sudah cukup, karena itu hal pertama yang membuat wajah tampak segar sebelum lipstik," ungkap Jenna Kyle, make-up artis dari New York yang menangani seleb seperti Jessica Simpson dan Audrine Patridge. Pipi yang merona akan membuat wajah tampak segar dan bagus ketika difoto. Untuk pipi yang merah secara natural, pilih blush on dengan warna yang sesuai dengan kulit agar tak terlihat kontras.

Cara Mudah Mempersiapkan Mental & Fisik Sebelum Menikah

Menikah membutuhkan persiapan bukan hanya untuk pestanya saja, mental dan fisik Anda pun perlu ditata. Kini selain ke psikolog atau konselor pernikahan, ada cara mudah dalam mempersiapkan mental maupun fisik Anda. Cukup dengan satu klik saja.

Cara mudah tersebut adalah dengan berselancar di sebuah situs bernama pranikah. Situs ini dibuat oleh sekelompok para ahli agar Anda dan kekasih mendapat pengetahuan mengenai sebuah pernikahan yang harmonis dan seimbang.

Situs yang telah soft launching pada 1 Februari 2013 lalu itu memuat segala persiapan sebelum menikah dan pengetahuan-pengetahuan dalam berkeluarga. Anda bisa mencari tahu bagaimana cara menjaga kesehatan sebelum menikah, makanan serta latihan seperti apa yang perlu dijalani, hingga persiapan dari sisi psikologis atau mental Anda dan pasangan.

Tidak hanya itu saja, situs tersebut juga membahas cara mengatur keuangan yang tepat berikut hak dan kewajiban istri ataupun suami di mata hukum. Jadi, Anda dan pasangan semakin matang dalam mempersiapkan pernikahan.

Saat ditemui wolipop beberapa waktu lalu, salah satu psikolog yang mendirikan situs tersebut, Anna Surti Ariani, M.Si., menjelaskan maksud pendirian situs pranikah ini. Anna mengatakan bahwa website tersebut merupakan gerakan sosial untuk menginspirasi pasangan sebelum menikah agar siap secara fisik maupun mental.

8 Tips Tentukan Lokasi Pesta Pernikahan

Saat mempersiapkan pernikahan, lokasi merupakan salah satu hal paling penting. Tentunya dalam menentukan hal ini dibutuhkan beberapa pertimbangan, mulai dari anggaran hingga dekorasi. Seperti yang dikutip dari eHow, berikut delapan hal yang sebaiknya Anda perhatikan untuk menemukan lokasi pernikahan yang ideal.

1. Pikirkan Tema Pernikahan
Pikirkan terlebih dulu tema dan konsep pernikahan yang Anda inginkan. Apakah bergaya internasional atau tradisional. Apabila Anda berniat menggelar pesta kebun carilah lokasi outdoor yang nyaman dan sesuai dengan keinginan. Namun apabila Anda menginginkan pesta yang lebih praktis, menyewa gedung resepsi bisa menjadi pilihan.

2. Tentukan Anggaran Pernikahan
Mengetahui berapa banyak uang yang seharusnya dikeluarkan untuk memesan tempat akan membuat Anda lebih realistis saat memilih lokasinya. Usahakan untuk selalu disiplin dengan budget yang sudah dirancang dari awal.

3. Perkirakan Banyaknya Tamu Undangan
Tempat pernikahan yang Anda pilih harus bisa mengakomodir kenyamanan para tamu. Oleh karena itu, pilihlah tempat pernikahan yang sesuai dengan kapasitas tamu.

Ini Caranya Menghapus Keraguan yang Datang Jelang Hari Pernikahan

Pernikahan adalah momen besar yang diharapkan terjadi hanya sekali seumur hidup. Namun mendekati momen itu, keraguan biasanya muncul. Anda pun mulai mempertanyakan apakah dia pria yang benar-benar tepat, atau perasaan takut kehilangan kebahagiaan menikmati 'me time' setelah menikah. Seperti yang dikutip dari Ezine Article, ada beberapa cara untuk lebih memantapkan hati menjelang hari besar. Apa saja?

1. Hilangkan Stres
Begitu banyak yang dilakukan untuk hari besar itu menyebabkan ketegangan, dan kecemasan yang berlebihan. Menjelang hari pernikahan, banyak pasangan yang mulai berpikir mengenai arti kata 'selamanya'. Mereka sadar hidup akan berubah drastis ketika janji diikrarkan dan mendadak tidak yakin apakah mereka siap untuk selalu hidup bersama selamanya. Untuk mengatasinya, berhenti sejenak dari seluruh persiapan dan ambil paket perawatan spa atau liburan dengan sahabat terdekat. Pijatan dan relaksasi akan membantu pikiran Anda lebih tenang dan bisa berpikir jernih lagi. Tanamkan dalam pikiran, jika Anda benar-benar tidak siap dengan keputusan besar tersebut, Anda tidak akan mungkin bisa mengatakan 'iya' saat pasangan melamar dulu.

Nikah di Usia 30-an, Menguntungkan Wanita Tapi Merugikan Pria

Tak sedikit wanita yang memilih menunda menikah sampai umur 30-an agar lebih mapan secara finansial. Namun, baru-baru ini sebuah studi yang dilakukan University of Virginia menguak fakta bahwa menikah di usia itu ternyata menguntungkan bagi wanita, tapi tidak untuk pria.

Seperti yang dikutip dari Daily Mail, penelitian mengungkapkan wanita berumur 30-an mendapat keuntungan 56 persen lebih besar dibanding mereka yang menikah di awal usia 20. Kebalikannya, pria yang telah berkeluarga di usia 20-an lebih mapan dan memiliki pendapatan lebih besar dibanding mereka yang menunggu sampai usia 30, tidak peduli apa pendidikannya.

Penelitian lainnya dari National Marriage Project berjudul 'Knot Yet' juga menyebutkan, menunda menikah sampai usia yang tidak muda lagi tengah menjadi tren di Amerika setahun belakangan ini. Tercatat, rata-rata usia menikah di Amerika adalah 27 untuk wanita dan 29 untuk pria. Selisih yang cukup besar dibanding tahun 90-an, yaitu wanita 23 tahun dan pria berumur 26 tahun.

Lalu, mengapa pria yang menikah di usia muda lebih untung dalam finansial? Ternyata, faktor anak memiliki peran yang begitu besar. Sebagai contoh, seorang wanita yang menikah di usia 20 tahun dan memiliki anak, karirnya akan lebih sulit berkembang. Namun bagi pria, hal itu jadi pemicu positif untuk pengembangan karirnya di usia muda. Karena pria yang sudah menikah cenderung lebih percaya diri dan produktivitas pun lebih tinggi dibanding pria lajang.

Meski demikian, menikah terlalu muda tak selalu berdampak positif. Menurut data statistik yang dikumpulkan sejak tahun 1980 di Amerika, menunda pernikahan sebenarnya mengurangi potensi untuk bercerai. Hal ini disebabkan karena pasangan yang menikah muda belum terlalu matang dalam cara berpikir sehingga lebih mudah mengambil keputusan cerai, dibanding mereka yang menikah di usia 30-an.

Sumber :
 http://wolipop.detik.com/read/2013/03/22/073348/2200706/854/nikah-di-usia-30-an-menguntungkan-wanita-tapi-merugikan-pria

Isagenix