Minggu, 14 September 2014

Ingin Resepsi Irit, Kini Banyak Pasangan Menikah di McDonald

Melangsungkan pernikahan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bujet terbesar dihabiskan untuk sewa gedung dan ketring yang umumnya menghabiskan hingga ratusan juta rupiah. Oleh sebab itu, banyak pasangan yang menunda pernikahan karena tidak memiliki biaya untuk membuat pesta.

Sebagai alternatif gedung dan ketring yang mahal, kini banyak pasangan yang menikah di McDonald untuk menekan biaya pernikahan. Menikah di restoran cepat saji kini menjadi tren di Hong Kong.

Banyaknya permintaan untuk menikah di sana, membuat pihak McDonald Hong Kong membuat paket pernikahan. Sejenis dengan paket ulang tahun, paket resepsi di McDonald juga menyediakan makanan, hadiah untuk dibawa pulang oleh tamu dan apple pie sebagai kue pernikahan.

Keunikan lainnya, pasangan bisa saling bertukar cincin dengan menggunakan cincin kawin yang terbuat dari balon. Harga paket menikah di McDonald Hong Kong bermacam-macam, mulai dari US$ 373 sampai US$ 1,290 atau sekitar dari Rp 4,3 juta sampai Rp 15 jutaan.

Sayangnya, Anda tidak bisa mengundang tamu terlalu banyak. Menikah di McDonald Hong Kong dibatasi hanya 50 orang saja sesuai dengan kapasitas restorannya yang tidak terlalu besar.

McDonald Hong Kong telah memiliki paket pernikahan sejak 2011. Namun tahun ini, McDonald Hong Kong menambah paket pernikahan di 15 gerai lainnya. Meski di negara-negara lainnya, beberapa pasangan sudah pernah ada yang menikah di McDonald, namun paket resmi resepsi pernikahan baru ada di negera Hong Kong.

Tidak hanya tersedia paket pernikahan, McDonald Hong Kong juga menyediakan paket tunangan dan paket pesta lajang. Tertarik juga menikah di restoran cepat saji?

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/07/15/170510/2637970/854/ingin-resepsi-irit-kini-banyak-pasangan-menikah-di-mcdonald

Pentingnya Foto Pre-Wedding: Demi Gengsi Hingga Jadi Kenangan

Sebelum melangsungkan pernikahan, biasanya kedua pasangan akan melakukan pemotretan menjelang pernikahan atau biasa disebut dengan foto pre-wedding. Hal itu sepertinya sudah menjadi tradisi pasangan menikah di era modern. Bahkan sebagian orang menganggap proses ini menjadi hal wajib untuk dilakukan. Sebenarnya seberapa penting melakukan foto pre-wedding?

Fotografer muda yang juga menerima tawaran foto pre-wedding, Michael Cools, mengatakan pemotretan sebelum menikah itu penting dilakukan di zaman modern terutama bagi pasangan yang memiliki keluarga dengan strata sosial menengah ke atas. Foto nantinya akan dipamerkan saat hari pernikahan dan itu menjadi gengsi tersendiri untuk pasangan menikah.

"Kalau sekarang-sekarang ini lumayan penting ya karena kebanyakan klien aku pasti mau diabadikan sebelum wedding itu sendiri. Saat wedding-nya jadi orang bisa lihat. Menurut aku juga gengsi-gengsian ya karena terkadang lokasinya suka keluar negeri atau kota, bisa jadi memicu yang lain juga," tutur Michael saat berbincang dengan Wolipop akhir Maret lalu di kawasan Sudirman.

Berbeda dengan Michael, fotografer populer Diera Bachir mengatakan bahwa foto tersebut bisa menjadi kenangan bagi kedua mempelai. Mungkin ketika mereka sedang bertengkar bisa melihat kembali masa-masa indah sebelum menikah. Kenangan manis itu tentu juga akan abadi hingga keduanya semakin tua.

"Foto pre-wedd sendiri itu penting menurut aku. Kalau mereka melihat kembali 10 atau 20 tahun mendatang, mereka bisa lihat dan merasakan itu chemistry kita loh waktu beberapa tahun yang lalu. Jadi kenangannya tetap ada," tutur Diera saat diwawancara di studionya, Jl Alam Segar No 8, Pondok Indah, Senin (12/5/2014).

Pentingnya foto pre-wedding juga diungkapkan oleh Damon Rizki yang merupakan fotografer dari Lighthouse Wedding Photography. Damon sedikit menambahkan, foto pre-wedding kini menjadi proses persiapan menikah yang wajib dilakukan. Foto tersebut menjadi ungkapan kebahagiaan pasangan yang menikah. Oleh karena itu, foto pre-wedding biasanya dipamerkan tepat di depan kedua mempelai.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/05/16/084904/2583499/854/pentingnya-foto-pre-wedding-demi-gengsi-hingga-jadi-kenangan

Mau Foto Pre-Wedding? Ini 4 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan

Ketika mempersiapkan pernikahan calon pengantin kini tidak hanya disibukkan dengan urusan desain undangan, busana, mencari gedung hingga memilih catering. Ada satu lagi kegiatan yang beberapa tahun belakangan tidak mau dilewatkan calon pengantin yaitu foto pre-wedding.

Apakah Anda termasuk yang sedang mempersiapkan foto pre-wedding? Meskipun terkesan mudah, seperti tinggal berpose di kamera, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu dilakukan jika ingin memiliki foto pre-wedding yang tidak mengecewakan. Jangan asal melakukan foto pre-wedding karena hasil foto akan menjadi kenangan seumur hidup. Berikut ini empat hal yang sebaiknya dipersiapkan:

1. Memilih Fotografer
Sekarang ini ada banyak pilihan fotografer pre-wedding, baik itu perorangan atau yang bergabung dengan sebuah studio foto. Apapun pilihannya, dalam memilih jasa fotografer ini tidak bisa sembarangan. Kalaupun budget Anda terbatas, tetap harus mencari yang terbaik. Dalam memilih fotografer ini, fotografer dari Lighthouse Wedding Photography, Damon Rizki menyarankan cara paling simple yaitu dengan melihat hasil karya fotografer pilihan. "Cari fotografer dengan portfolio yang beragam untuk mempermudah memilih fotografer yang sesuai," ujar Damon saat diwawancara Wolipop, Selasa (13/5/2014).

2. Diskusikan Konsep Yang Diinginkan
Tahap selanjutnya yang harus dipersiapkan yakni mendiskusikan konsep foto pre-wedding yang dinginkan dengan fotografer pilihan. "Mendiskusikan konsep yang diinginkan adalah hal yang penting karena ada klien yang suka dengan gaya yang simple dan gaya yang mewah, jadi kita bisa tahu mereka maunya seperti apa," ujar Diera Bachir, fotografer langganan selebriti yang sering memotret untuk pre-wedding saat wawancara bersama Wolipop di studionya kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (13/05/2014).

3. Persiapan
Setelah konsep foto dimatangkan bersama fotografer, hal yang selanjutnya adalah melakukan persiapan mulai dari busana, lokasi foto dan make-up, hingga dekorasi. Menurut Diera Bachir persiapan yang matang seperti memilih dekorasi yang tepat, pakaian yang sesuai dengan konsep, lokasi pemotretan dan make-up yang akan digunakan, sebaiknya diprioritaskan agar hasil foto pre-wedding memuaskan.

Persiapan ini pastinya dilakukan bersama dengan fotografer. "Klien harus ikut terlibat dengan seluruh persiapannya agar mereka merasa foto ini milik mereka juga, jadi semua harus ikut andil," ujar Diera. Sedangkan Damon menambahkan melakukan penelitian dan mencari tahu lokasi yang ditawarkan oleh fotografer adalah hal yang perlu dilakukan.

4. Menjaga Kesehatan dan Pola Makan
Untuk pasangan yang akan melangsungkan foto pre-wedding, mempersiapkan kondisi fisik untuk berpose di depan kamera adalah hal yang penting. Bagi Anda yang memiliki masalah berat badan, jika memang merasa tidak percaya diri, mulailah menjaga pola makan dengan hidup sehat. Damon mengatakan, kesalahan yang banyak dilakukan calon pengantin adalah berharap penampilan mereka bisa dibuat lebih langsing oleh sang fotografer.

"Fotografer bukan sliming centre yg bisa buat Anda terlihat kurus, kalau Anda ingin terlihat kurus di foto yah coba diet sebelum foto pre wedding," ujarnya.

Diera Bachir juga menambahkan dengan melakukan diet dapat membuat calon pengantin menjadi lebih percaya diri saat akan melakukan foto pre-wedding. Selain itu memperbanyak minum air putih dan tidak tidur larut malam menjadi hal yang harus diperhatikan, agar penampilan terlihat segar saat foto.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/05/16/095013/2583565/854/mau-foto-pre-wedding-ini-4-hal-penting-yang-harus-dipersiapkan

Tips Memilih Busana Untuk Foto Pre-Wedding

Busana jadi hal yang cukup krusial ketika membicarakan persiapan foto pre-wedding. Apalagi melihat konsep tematik dari foto pre-wedding yang kini makin kreatif saja.

Sebelum Anda menyiapkan busana foto pre-wed, penting untuk pasangan dan fotografer untuk menentukan tema foto terlebih dulu. Konsep foto perlu disiapkan secara matang, dari mulai tema, lokasi hingga properti pendukung. Fotografer favorit selebriti, Diera Bachir berbagi sedikit tipsnya kepada Wolipop saat berbincang di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Tipsnya kalo foto pre-wedding kan banyaknya menggunakan pakaian yang cantik, kayak yang cewek itu ingin menggunakan pakaian yang lebih girly atau yang lebih flowy, tapi balik lagi ke konsep yang dinginkan seperti apa, mau yang romantis atau dreaming atau bisa lebih ke fun," jelasnya.

Misalnya saja foto pre-wedding impian Anda berlokasi di taman dengan tema piknik. Anda bisa memilih dress berbahan sifon yang feminin dan flowy agar tetap terkesan cantik namun juga kasual. Beda lagi jika Anda ingin berkonsep retro untuk lokasi di taman, aksesori seperti kacamata frame besar, syal dan busana vintage akan memperkuat konsep itu.

Gaun berbahan sifon, juga bisa jadi pilihan tepat ketika Anda menjatuhkan lokasi foto pre-wedding di pantai. Warna putih akan tampak cantik untuk pantai berlangit biru.

"Coba persiapakan pakaian yang tidak panas, yang adem dan lebih menggunakan bahan tipis biar bisa lebih bagus saat foto," tambah fotografer kelahiran 11 Juli 1985 ini, untuk tema lokasi di pantai.

Ditambahkan Diera, konsep foto lainnya yang banyak dipilih calon pengantin adalah romantis dan dreaming. Bagi Anda yang juga tertarik dengan tema ini, dress penuh detail dan terkesan formal akan tampak sempurna di kamera. Gunakan warna-warna lembut seperti pastel agar kesan romantis semakin kental terasa.

Tak mau repot menyiapkan busana untuk foto? Pilih saja konsep foto yang 'fun' dan kasual. Meski kasual dan santai, tapi Anda tetap harus menyamakan konsep busana dengan pasangan. Misalnya saja sama-sama menggunakan kemeja putih, namun bisa di styling berbeda sesuai dengan karakter masing-masing.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/05/16/114834/2583742/854/tips-memilih-busana-untuk-foto-pre-wedding

Calon Pengantin, Perhatikan Do's & Don'ts Foto Pre Wedding Ini

Kini foto pre wedding menjadi bagian yang tak kalah pentingnya dari persiapan pernikahan lainnya. Seiring semakin populernya foto tersebut, bermunculan juga jasa-jasa foto yang membantu pasangan membuat foto sebelum pernikahan.

Vendor-vendor foto pre wedding ataupun fotografer profesional ini bisa membantu Anda mempersiapkan konsep, lokasi pemotretan, pakaian dan make-up. Meski dibantu pihak ketiga, ada hal-hal yang tetap saja bisa membuat foto pre-wedding tidak berjalan sesuai keinginan dan hasilnya mengecewakan. Oleh karena itu agar tidak terjadi kesalahan, perhatikan apa saja yang boleh dan tidak boleh saat ingin melakukan foto pre-wedding:

Do's: Komunikasi dengan Fotografer
Pada saat melakukan proses pemotretan biasanya fotografer akan mengarahkan gaya berfoto pada Anda. Akan tetapi dalam hal ini bukan berarti Anda tidak boleh menyampaikan gaya yang diinginkan. Damon Rizki, fotografer dari Lighthouse Wedding Photography mengatakan bahwa klien sebaiknya menyampaikan keinginannya baik sebelum maupun saat pemotretan berlangsung. Hal ini bertujuan agar Anda dan calon suami dapat mengekpresikan perasaan masing-masing sehingga hasil foto terlihat lebih 'berbicara.'

Don'ts: Tidak Sabaran
Salah satu kunci untuk menghasilkan foto terbaik adalah kesabaran saat melakukan proses pemotretan foto pre-wedding. Karena kesabaran dapat mempengaruhi suasana hati untuk menciptakan momen terbaik. Bukan hanya Anda dan pasangan yang harus sabar dalam melakukan foto pre-wedding, fotografer pun harus memiliki rasa ini. "Memarahi mereka dalam artian ada beberapa orang yang tidak bisa berpose dan mereka itu kan bukan model yang bisa gaya, jadi kita harus percaya mereka dan mereka harus percaya kita sebagai fotografernya," ujar Diera Bachir, fotografer yang sering memotret pre-wedding saat wawancara bersama Wolipop di studionya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2014).

Do's: Percaya Diri
Beberapa orang sering malu atau kurang percaya diri saat melakukan foto pre wedding. Untuk orang-orang seperti ini, Diera biasanya ia akan membuat suasana lebih santai agar suasana pemotretan lebih menyenangkan. "Lagian ini kan foto untuk momen kalian berdua yang akan diliat banyak orang pada saat pernikahan nanti, jadi kenapa harus malu-malu dan kapan lagi ada yang fotoin momen kalian berdua," ujar fotografer kelahiran 11 Juli 1985 ini.

Sedangkan Damon menambahkan, cobalah untuk menjadi diri sendiri saat melakukan foto pre-wedding, agar foto yang dihasilkan dapat terlihat lebih natural. Menurutnya foto pre-wedding adalah foto milik Anda dan pasangan, bukan portfolio untuk fotografer yang memotret Anda.

Don'ts: Gaya Vulgar
Salah satu yang tidak boleh dilakukan berikutnya adalah bergaya vulgar. Karena menurut Damon hal ini justru akan menghasilkan foto yang terkesan jauh dari suasana romantis atau bahagia. Coba lebih menciptakan gaya yang terkesan natural dan romantis di antara Anda dan pasangan, seperti berpegangan tangan, mencium kening, mengobrol dan berpelukan

 Don'ts: Bertengkar Dengan Pasangan
Tanpa Anda sadari, bertengkar dengan pasangan adalah hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan foto pre wedding. Hal ini dapat merusak suasana hati yang dapat mempengaruhi hasil foto. Untuk itu agar hasil foto yang diperoleh maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan, cobalah untuk menjaga hubungan Anda dan pasangan.

Don'ts: Facial Sebelum Hari Pemotretan
Salah satu perawatan yang tidak boleh dilakukan menjelang foto pre-wedding adalah melakukan facial. Perawatan tersebut dapat membuat kondisi wajah menjadi lebih sensitif dan merah sehingga hasil foto yang diinginkan kurang maksimal. Kondisi kulit wajah setelah facial ini juga akan membuat tim make-up kebingungan untuk mendandani Anda.

Don'ts: Mendadak Ganti Jadwal Foto
Mengubah jadwal dapat mempengaruhi jadwal fotografer dengan klien yang lainnya. Selain itu jika pemotretan dilakukan pada lokasi yang membutuhkan izin atau berbayar, tentu membutuhkan proses perizinan kembali dan mengeluarkan dana untuk kedua kalinya
Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/05/16/155311/2584117/854/calon-pengantin-perhatikan-dos--donts-foto-pre-wedding-ini

Tips Mencari dan Memilih Lokasi Foto Pre-Wedding

Mempersiapkan foto pre-wedding bisa sama rumitnya seperti ketika hendak menikah. Berbagai persiapan perlu dilakukan mulai dari menentukan konsep, memilih busana, mencari fotografer hingga lokasi pemotretan. Untuk hal yang disebutkan terakhir, kesulitannya bisa sama seperti mencari lokasi pernikahan. Keterbatasan budget atau ketersediaan tempat bisa menjadi penghalang calon pengantin mendapatkan lokasi foto pre-wedding impian.

Jika yang memiliki budget tidak terbatas, foto pre-wedding dengan lokasi di luar negeri kini banyak menjadi pilihan calon pengantin. Fotogarfer Diera Bachir mengatakan, negara-negara seperti Singapura, Jepang, Korea dan beberapa lokasi di Eropa menjadi lokasi favorit untuk foto pre-wedding.

Apapun pilihan calon pengantin, dalam memilih lokasi foto pre-wedding ini tidak bisa sembarangan. Berikut ini beberapa tipsnya:

1. Tentukan Tema
Fotografer yang kerap memotret untuk pre-wedding, Diera Bachir mengatakan, sebelum mencari lokasi biasanya dia dan kliennya akan membicarakan dulu mengenai tema foto. "Kalau temannya ingin yang romantis, kita akan mencari lokasi yang dapat menunjang kemauan tersebut," katanya. Jika memang klien ingin melakukan pemotretan di dalam studio, Diera pun biasanya akan mempersiapkan dekorasi yang menunjang foto.

2. Lokasi Unik
Setelah tema foto disepakati antara calon pengantin dan fotografer, pencarian lokasi pun dimulai. Dalam hal memilih lokasi foto, Diera Bachir lebih senang mencari tempat-tempat yang menarik. "Misalnya restoran-restoran dengan interior yang bagus atau taman yang pemandangannya bagus," kata Diera saat diwawancara Wolipop di studionya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2014).

Sedangkan fotografer Michael Cools mengatakan, jika memang tidak mendapat lokasi yang unik, pastikan fotografer pre-wedding tahu mengambil sudut foto yang menarik. "Saat ambil foto di tempat yang sudah sering, sebaiknya jangan ambil angle kelihatan tempat itu. Fotografernya harus pintar," kata pria muda yang juga sering memotret fashion itu.

3. Persiapan
Setelah mengetahui lokasi yang diinginkan, jika Anda tidak menggunakan jasa fotografer profesional, Anda harus mencari tahu lebih lanjut mengenai lokasi tersebut. Cari tahu beberapa hal seperti apakah lokasi memang layak untuk dijadikan tempat foto pre-wedding, berapa biayanya jika memang lokasi foto harus disewa, perlukah perizinan dengan pihak tertentu, jika memang ada perizinan berapa lama waktu yang diberikan, dan hal-hal kecil lainnya yang terkesan sepele namun perlu diketahui sebelum pemotretan dilakukan.

4. Jangan Mendadak
Kalau tema foto sudah disepakati, sebaiknya segera cari lokasi foto pre-wedding yang sesuai. Jangan dilakukan mendadak seperti seminggu sebelum hari-H pemotretan. Waktu yang lebih lama untuk mencari lokasi ini bisa membuat calon pengantin lebih leluasa menentukan pilihan tempat paling sesuai tema. Tak hanya itu, dengan melakukan persiapan beberapa minggu sebelum hari-H, calon pengantin bisa lebih dulu mencari tahu mengenai detail lokasi tersebut seperti yang sudah dijelaskan di poin tiga.

5. Rencana Cadangan
Jika calon pengantin memilih melakukan pemotretan dengan lokasi di luar ruangan atau outdoor, pastikan memiliki rencana cadangan. Persiapkan diri untuk menghadapi hal yang tidak diinginkan seperti mendadak turun hujan meskipun pada hari pemotretan sebenarnya sudah memasuki musim kemarau. Diskusikan dengan fotografer yang sudah ditunjuk mengenai rencana cadangan ini.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/05/16/134849/2583916/854/tips-mencari-dan-memilih-lokasi-foto-pre-wedding

8 Rekomendasi Tempat Pre-Wedding di Jakarta dan Kisaran Harganya

Foto pre-wedding kini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan pernikahan. Bahkan beberapa pasangan penganting menganggap foto pre-wedding adalah hal yang patut diprioritaskan. Banyak pula pasangan rela mengeluarkan dana yang tak sedikit hanya untuk melakukan foto pre-wedding.

Selain fotografer, lokasi pemotretan menjadi salah satu hal yang penting dalam membuat foto pre-wedding. Lokasi yang bagus dan sesuai tema, foto yang dihasilkan pun akan sempurna. Jika dalam waktu dekat ini Anda dan pasangan berencana foto pre-wedding, kami berikan beberapa referensi 10 lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

1. Cafe Batavia, Pintu Besar Selatan
Untuk Anda yang ingin mengusung tema vintage tapi tetap terkesan mewah, Cafe Batavia yang terletak di Jalan Pintu Besar Selatan, Pinangsia, Jakarta Barat dapat menjadi pilihan lokasi yang tepat. Cafe ini menawarkan harga Rp 1,5 juta untuk satu jam sesi pemotretan. Akan tetapi jika Anda membutuhkan waktu lebih, tempat ini mengenakan charge sebesar Rp 1 juta setiap tambahan waktu selama satu jam.

Harga yang ditawarkan sudah termasuk makan dan minum yang disediakan oleh pihak cafe. Untuk Anda yang tidak ingin disertakan dengan paket makan dan minum, cafe ini akan mengurangi harga sewa tempat berserta makan dan minum sebesar Rp 500 ribu. Cafe ini memberikan batasan dengan maksimal empat orang pada saat menyewa tempat tersebut. Pada Senin dan Rabu cafe ini memberikan diskon sebesar 20 persen untuk Anda yang ingin foto pre-wedding. Sayangnya tempat ini tidak menyewakan tempat untuk pemotretan pada Sabtu dan Minggu.

2. Bakoel Koffie Cikini, Cikini Raya
Suasana resto yang kuno menjadi alternatif tempat untuk kosep klasik atau kebudayaan. Harga yang ditawarkan Bakoel Koffie Cikini ini adalah Rp 100 ribu per orang dengan waktu pemakaian lokasi selama tiga jam. Jika Anda merasa waktu tiga jam masih kurang untuk melakukan foto pre wedding, Anda dapat menambah biaya sebesar Rp 25 ribu per-orangnya. Seluruh harga yang ditawarkan sudah termasuk penyediaan makan dan minum.

3. Samarra Satay & Wine Resto, Kebon Sirih
Harga yang ditawarkan Samarra Satay & Wine Resto untuk foto pre-wedding adalah Rp 3 juta dengan durasi waktu empat jam. Untuk Anda yang ingin menambah waktu lebih dari empat jam, dikenakan biaya sebesar Rp 1 juta per-jamnya. Harga yang ditawarkan sudah termasuk menu makan dan minuman yang disediakan pihak Samarra. Tempat makan yang berada di Jakarta pusat ini, memiliki nuansa resto yang gothic ala Timur Tengah.

4. Kedai Kemang, Benda
Nuansa resto yang antik menjadikan tempat ini banyak dipilih para pasangan yang ingin melakukan foto pre-wedding. Kedai Kemang hanya mematok harga minimum order Rp 250 ribu untuk foto pre-wedding, dengan durasi sewa tempat selama dua jam. Untuk Anda yang ingin menambah waktu penyewaan, dapat menambah sebesar Rp 125 ribu setiap satu jamnya. Akan tetapi tempat ini membatasi kru yang terlibat dalam penyewaan tempat, maksimal lima orang

5. Sinou Kaffee Hausen, Panglima Polim
Lokasi tempat makan berikutnya adalah Sinou Kaffee Hausen yang bernuansa industrial rustic warehouse. Harga yang ditawarkan adalah Rp 2 juta dalam waktu tiga jam. Tempat ini tidak memberikan batasan orang yang membantu Anda dalam proses foto pre-wedding. Untuk waktu tambahan, charge yang harus Anda keluarkan sebesar Rp 500 ribu per-jam. Anda dapat melakukan sesi foto mulai pukul 09.00 hingga 12.00.

6. Birdcage, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru
Tempat makan ini memiliki nuansa interior yang klasik. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 3 juta selama tiga jam, sudah termasuk sarapan pagi, air putih dan es teh yang disediakan pihak restoran. Untuk Anda yang ingin melakukan foto pre-wedding di hari Sabtu dan Minggu, tempat ini hanya menawarkan lantai dua untuk melakukan sesi foto.

7. Yesterday, Pangeran Antasari
Untuk Anda yang mencari nuansa resto klasik ala Amerika, tempat ini adalah pilihan yang tepat. Tempat ini menawarkan harga sewa sebesar Rp 1,5 juta per-jamnya. Untuk Sabtu dan Minggu, Anda dapat melakukan sesi pemotretan mulai pukul 06.00 sampai 10.00. Harga belum termasuk pemesanan makanan dan minuman.

8. Bunga Rampai, Menteng
Resto ini menawarkan harga Rp 10 juta untuk Anda yang ingin melakukan foto pre-wedding. Waktu yang diperbolehkan untuk sesi pemotretan adalah pukul 08.00 sampai 11.00, dan pukul 15.00 sampai 17.00. Harga yang ditawarkan sudah termasuk makan siang.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/05/26/155339/2592621/854/8-rekomendasi-tempat-pre-wedding-di-jakarta-dan-kisaran-harganya

Perlukah Undang Mantan Sebagai Tamu di Pernikahan Anda?

Ketika ingin menikah, persoalan yang biasa terjadi adalah saat menentukan tamu undangan, siapa yang diundang dan siapa yang tidak? Dan yang paling sering menjadi pertanyaan terbesar adalah 'haruskah si mantan diundang?'

Anda boleh saja mengundang mantan untuk menjaga tali silaturahmi. Namun pernahkah Anda membayangkan apa jadinya di hari H nanti ataupun sesudahnya? Sebagai pencerahan, ini dia lima alasan Anda sebaiknya mencoret mantan dari daftar tamu undangan:

1. Mantan Sulit untuk Menjadi Teman
Walau Anda berusaha keras hanya menganggap mantan sebagai teman baik, tapi hal itu akan sulit dilakukan. Ketika masih bersama, Anda mungkin pernah membicarakan pernikahan dengannya namun pada kenyataanya Anda berada di pelaminan bersama pria lain. Lagipula, si mantan pun pasti akan menjadi canggung menghadiri pesta pernikahan dengan semua keluarga dan teman Anda yang pernah dikenalnya. Selain itu, perasaan tidak enak dan sedih juga akan datang walau Anda sudah lama tak bersama.

2. Pikirkan Perasaannya
Ketika Anda mengundang mantan, bayangkan bagaimana rasanya ia untuk hadir di aula pernikahan, di mana orang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya menjadi milik pria lain. Meski di mulut berkata baik-baik saja, namun Anda tak akan pernah tahu apa yang sebenarnya dirasakan.

3. Menutupi Perasaan Sebenarnya
Ketika Anda mengundang atau diundang mantan ke acara pernikahan, perang emosi akan ikut bermain di sini. Satu sisi ingin menunjukkan Anda sudah biasa-biasa saja dan bahagia tanpanya. Namun di sisi lain, melihatnya lagi akan membuat Anda kembali mengenang masa lalu. Pernikahan seharusnya menjadi momen menggembirakan, dan jangan rusak kesenangan Anda dengan melihat sosok mantan. Dengan begitu tak perlu menyembunyikan perasaan masing-masing.

4. Harga Diri
Ketika Anda dulu hampir menikah dengannya, namun takdir berencana lain dan pernikahan tak pernah terjadi. Mengharapkan mantan untuk hadir dalam hari bahagia Anda dengan orang lain sepertinya bukan ide yang bagus. Bayangkan diri Anda di posisinya, harga diri dan martabat tentu menjadi lebih penting dibandingkan harus berpura-pura bahagia di hadapannya. Anda pasti tidak mau menghadapi orang-orang yang dulu pernah ikut bahagia atas hubungan Anda berdua seperti keluarga dan teman-teman dekatnya.

5. Masa Lalu yang Menyedihkan
Jika dulu Anda dan mantan berpisah dengan cara tidak baik seperti perselingkuhan atau tidak ada komitmen, ini bisa menjadi alasan Anda untuk tidak melihatnya lagi. Pernikahan dengan pria baru yang menjadi pilihan Anda bisa menjadi terapi untuk menyembuhkan luka masa lalu. Dengan mengundangnya lagi ke kehidupan baru Anda, justru akan mengingatkan tentang masa lalu yang pahit dan bisa menyebabkan masalah nantinya.

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/08/09/141624/2657639/854/perlukah-undang-mantan-sebagai-tamu-di-pernikahan-anda

Trik Meredam Pertengkaran Jelang Hari Pernikahan

Menjelang pernikahan tidak jarang calon pengantin bertengkar dengan pasangan karena dipusingkan dengan detail pesta pernikahan. Pada saat itu, kedua calon pengantin juga seringkali menjadi lebih sensitif.

Anda dan calon suami bahkan lupa untuk menanyakan kabar satu sama lain. Hari-hari jelang pernikahan dipenuhi dengan suasana tegang dan stres. Jangan sampai persiapan pernikahan Anda menjadi masalah untuk hubungan Anda sendiri. Untuk itu, berikut ini trik agar calon pengantin bisa meredam pertengkaran jelang hari H mereka.

1. Dapatkan Me Time
Begitu banyak yang dilakukan untuk hari besar bisa menyebabkan ketegangan, dan kecemasan yang berlebihan. Untuk mengatasinya, berhenti sejenak dari seluruh persiapan dan ambil paket perawatan spa atau liburan sendiri atau dengan sahabat terdekat. Pijatan dan relaksasi akan membantu pikiran Anda lebih tenang dan bisa berpikir jernih lagi.

2. Jaga Komunikasi
Komunikasi adalah kunci untuk menjalani sebuah pernikahan dengan baik. Sebagai contoh, ketika berkomunikasi dengan tunangan ataupun calon suami, pastikan mood ataupun emosinya sedang baik, sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Saat Anda sedang merasa tenang dan berada pada mood yang baik, katakan pada pasangan mengenai rasa frustasi, keinginan dan harapan Anda.

Namun jika tidak memiliki waktu yang baik untuk melakukan komunikasi tatap muka, tinggalkan saja catatan untuk pasangan. Katakan secara jelas, jangan pernah menghina ataupun menyinggung dan menyalahkan pasangan. Jelaskan secara singkat dan akhiri dengan menjelaskan besarnya perasaan dan penghargaan Anda terhadapnya.

3. Bangun Romantisme
Pertemuan Anda hanya seputar pembahasan pernikahan. Pelukan dan romantisme sudah tidak ada lagi dalam hubungan. Tentunya hal tersebut bisa merusak hubungan Anda. Setiap pasangan pasti ingin memiliki pernikahan yang hangat dan romanitis, namun mereka melupakan hal tersebut jelang pernikahan karena terlalu stres.

Untuk itu, tetaplah menyelipkan kata-kata romantis untuknya. Seperti mengirimkan pesan singkat dengan kata-kata 'I love you' atau 'I miss you' akan menjauhkan Anda dari pertengkaran dengannya. Berpegangan tangan, memberi pelukan atau mengusap punggungnya tetap harus dilakukan. Jangan sampai persiapan pernikahan malah menjauhkan Anda darinya.

4. Tidak Membahas Pernikahan Dalam Satu Hari
Rencana pernikahan terkadang mengambil waktu romantis dan kemesraan Anda bersamanya. Jadi, satu minggu sekali Anda dan si dia disarankan mengambil waktu santai bersama tanpa membicarakan pernikahan.

Pergilah bersama, nonton di bioskop atau makan di restoran dengan mengobrol topik ringan dan menyenangkan, dan ingat tidak membahas tentang pernikahan

Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/07/11/071957/2634022/854/trik-meredam-pertengkaran-jelang-hari-pernikahan

Isagenix