Kini foto pre wedding menjadi bagian yang tak kalah pentingnya dari
persiapan pernikahan lainnya. Seiring semakin populernya foto tersebut,
bermunculan juga jasa-jasa foto yang membantu pasangan membuat foto
sebelum pernikahan.
Vendor-vendor foto pre wedding ataupun fotografer profesional ini bisa membantu Anda mempersiapkan konsep, lokasi pemotretan, pakaian dan make-up. Meski dibantu pihak ketiga, ada hal-hal yang tetap saja bisa membuat foto pre-wedding tidak berjalan sesuai keinginan dan hasilnya mengecewakan. Oleh karena itu agar tidak terjadi kesalahan, perhatikan apa saja yang boleh dan tidak boleh saat ingin melakukan foto pre-wedding:
Do's: Komunikasi dengan Fotografer
Pada saat melakukan proses pemotretan biasanya fotografer akan mengarahkan gaya berfoto pada Anda. Akan tetapi dalam hal ini bukan berarti Anda tidak boleh menyampaikan gaya yang diinginkan. Damon Rizki, fotografer dari Lighthouse Wedding Photography mengatakan bahwa klien sebaiknya menyampaikan keinginannya baik sebelum maupun saat pemotretan berlangsung. Hal ini bertujuan agar Anda dan calon suami dapat mengekpresikan perasaan masing-masing sehingga hasil foto terlihat lebih 'berbicara.'
Don'ts: Tidak Sabaran
Salah satu kunci untuk menghasilkan foto terbaik adalah kesabaran saat melakukan proses pemotretan foto pre-wedding. Karena kesabaran dapat mempengaruhi suasana hati untuk menciptakan momen terbaik. Bukan hanya Anda dan pasangan yang harus sabar dalam melakukan foto pre-wedding, fotografer pun harus memiliki rasa ini. "Memarahi mereka dalam artian ada beberapa orang yang tidak bisa berpose dan mereka itu kan bukan model yang bisa gaya, jadi kita harus percaya mereka dan mereka harus percaya kita sebagai fotografernya," ujar Diera Bachir, fotografer yang sering memotret pre-wedding saat wawancara bersama Wolipop di studionya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2014).
Do's: Percaya Diri
Beberapa orang sering malu atau kurang percaya diri saat melakukan foto pre wedding. Untuk orang-orang seperti ini, Diera biasanya ia akan membuat suasana lebih santai agar suasana pemotretan lebih menyenangkan. "Lagian ini kan foto untuk momen kalian berdua yang akan diliat banyak orang pada saat pernikahan nanti, jadi kenapa harus malu-malu dan kapan lagi ada yang fotoin momen kalian berdua," ujar fotografer kelahiran 11 Juli 1985 ini.
Sedangkan Damon menambahkan, cobalah untuk menjadi diri sendiri saat melakukan foto pre-wedding, agar foto yang dihasilkan dapat terlihat lebih natural. Menurutnya foto pre-wedding adalah foto milik Anda dan pasangan, bukan portfolio untuk fotografer yang memotret Anda.
Don'ts: Gaya Vulgar
Salah satu yang tidak boleh dilakukan berikutnya adalah bergaya vulgar. Karena menurut Damon hal ini justru akan menghasilkan foto yang terkesan jauh dari suasana romantis atau bahagia. Coba lebih menciptakan gaya yang terkesan natural dan romantis di antara Anda dan pasangan, seperti berpegangan tangan, mencium kening, mengobrol dan berpelukan
Don'ts: Bertengkar Dengan Pasangan
Tanpa Anda sadari, bertengkar dengan pasangan adalah hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan foto pre wedding. Hal ini dapat merusak suasana hati yang dapat mempengaruhi hasil foto. Untuk itu agar hasil foto yang diperoleh maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan, cobalah untuk menjaga hubungan Anda dan pasangan.
Don'ts: Facial Sebelum Hari Pemotretan
Salah satu perawatan yang tidak boleh dilakukan menjelang foto pre-wedding adalah melakukan facial. Perawatan tersebut dapat membuat kondisi wajah menjadi lebih sensitif dan merah sehingga hasil foto yang diinginkan kurang maksimal. Kondisi kulit wajah setelah facial ini juga akan membuat tim make-up kebingungan untuk mendandani Anda.
Don'ts: Mendadak Ganti Jadwal Foto
Mengubah jadwal dapat mempengaruhi jadwal fotografer dengan klien yang lainnya. Selain itu jika pemotretan dilakukan pada lokasi yang membutuhkan izin atau berbayar, tentu membutuhkan proses perizinan kembali dan mengeluarkan dana untuk kedua kalinya
Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/05/16/155311/2584117/854/calon-pengantin-perhatikan-dos--donts-foto-pre-wedding-ini
Vendor-vendor foto pre wedding ataupun fotografer profesional ini bisa membantu Anda mempersiapkan konsep, lokasi pemotretan, pakaian dan make-up. Meski dibantu pihak ketiga, ada hal-hal yang tetap saja bisa membuat foto pre-wedding tidak berjalan sesuai keinginan dan hasilnya mengecewakan. Oleh karena itu agar tidak terjadi kesalahan, perhatikan apa saja yang boleh dan tidak boleh saat ingin melakukan foto pre-wedding:
Do's: Komunikasi dengan Fotografer
Pada saat melakukan proses pemotretan biasanya fotografer akan mengarahkan gaya berfoto pada Anda. Akan tetapi dalam hal ini bukan berarti Anda tidak boleh menyampaikan gaya yang diinginkan. Damon Rizki, fotografer dari Lighthouse Wedding Photography mengatakan bahwa klien sebaiknya menyampaikan keinginannya baik sebelum maupun saat pemotretan berlangsung. Hal ini bertujuan agar Anda dan calon suami dapat mengekpresikan perasaan masing-masing sehingga hasil foto terlihat lebih 'berbicara.'
Don'ts: Tidak Sabaran
Salah satu kunci untuk menghasilkan foto terbaik adalah kesabaran saat melakukan proses pemotretan foto pre-wedding. Karena kesabaran dapat mempengaruhi suasana hati untuk menciptakan momen terbaik. Bukan hanya Anda dan pasangan yang harus sabar dalam melakukan foto pre-wedding, fotografer pun harus memiliki rasa ini. "Memarahi mereka dalam artian ada beberapa orang yang tidak bisa berpose dan mereka itu kan bukan model yang bisa gaya, jadi kita harus percaya mereka dan mereka harus percaya kita sebagai fotografernya," ujar Diera Bachir, fotografer yang sering memotret pre-wedding saat wawancara bersama Wolipop di studionya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2014).
Do's: Percaya Diri
Beberapa orang sering malu atau kurang percaya diri saat melakukan foto pre wedding. Untuk orang-orang seperti ini, Diera biasanya ia akan membuat suasana lebih santai agar suasana pemotretan lebih menyenangkan. "Lagian ini kan foto untuk momen kalian berdua yang akan diliat banyak orang pada saat pernikahan nanti, jadi kenapa harus malu-malu dan kapan lagi ada yang fotoin momen kalian berdua," ujar fotografer kelahiran 11 Juli 1985 ini.
Sedangkan Damon menambahkan, cobalah untuk menjadi diri sendiri saat melakukan foto pre-wedding, agar foto yang dihasilkan dapat terlihat lebih natural. Menurutnya foto pre-wedding adalah foto milik Anda dan pasangan, bukan portfolio untuk fotografer yang memotret Anda.
Don'ts: Gaya Vulgar
Salah satu yang tidak boleh dilakukan berikutnya adalah bergaya vulgar. Karena menurut Damon hal ini justru akan menghasilkan foto yang terkesan jauh dari suasana romantis atau bahagia. Coba lebih menciptakan gaya yang terkesan natural dan romantis di antara Anda dan pasangan, seperti berpegangan tangan, mencium kening, mengobrol dan berpelukan
Don'ts: Bertengkar Dengan Pasangan
Tanpa Anda sadari, bertengkar dengan pasangan adalah hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan foto pre wedding. Hal ini dapat merusak suasana hati yang dapat mempengaruhi hasil foto. Untuk itu agar hasil foto yang diperoleh maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan, cobalah untuk menjaga hubungan Anda dan pasangan.
Don'ts: Facial Sebelum Hari Pemotretan
Salah satu perawatan yang tidak boleh dilakukan menjelang foto pre-wedding adalah melakukan facial. Perawatan tersebut dapat membuat kondisi wajah menjadi lebih sensitif dan merah sehingga hasil foto yang diinginkan kurang maksimal. Kondisi kulit wajah setelah facial ini juga akan membuat tim make-up kebingungan untuk mendandani Anda.
Don'ts: Mendadak Ganti Jadwal Foto
Mengubah jadwal dapat mempengaruhi jadwal fotografer dengan klien yang lainnya. Selain itu jika pemotretan dilakukan pada lokasi yang membutuhkan izin atau berbayar, tentu membutuhkan proses perizinan kembali dan mengeluarkan dana untuk kedua kalinya
Sumber :
http://wolipop.detik.com/read/2014/05/16/155311/2584117/854/calon-pengantin-perhatikan-dos--donts-foto-pre-wedding-ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar